Undang Profesor Palestina untuk Memberikan Kuliah Umum di UI [mohon baca disclaimer]


Undang Profesor Palestina untuk Memberikan Kuliah Umum di UI [mohon baca disclaimer]
Masalahnya
[disclaimer: Jangan berdonasi di halaman akhir petisi. / Don't donate on the last page of the petition.
Kami belum membuka donasi. Change.org secara otomatis meminta untuk berdonasi, tetapi donasi tersebut tidak akan diterima oleh kami, melainkan oleh Change.org. // We're not yet open for donations. Change.Org will automatically ask to donate but that will not be received by us, but rather by Change.Org itself.]
Tindakan Universitas Indonesia (UI) mengundang Peter Berkowitz, seorang akademisi pro-Israel, dalam acara Pengenalan Sistem Akademik Universitas (PSAU) Pascasarjana UI, telah mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan cita-cita bangsa Indonesia yang tertuang dalam UUD 1945. Di tengah genosida yang terus berlangsung di Palestina, langkah ini tidak hanya melukai hati banyak rakyat Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina, tetapi juga menunjukkan adanya bencana keilmuan (intellectual Nakba).
Fenomena ini, seperti yang diungkapkan oleh Prof. Abd al-Fattah El Awaisi, seorang profesor Hubungan Internasional dari Palestina, terlihat dari dominasi tulisan-tulisan pro-penjajah dalam jurnal-jurnal akademis. Bencana keilmuan ini dihasilkan dari apa yang disebut beliau sebagai perbudakan pemikiran (intellectual slavery) yang beliau contohkan salah satunya melalui fenomena kedatangan penjajah Jenderal Inggris Allenby di Yerusalem pada tahun 1917. Saat itu, kedatangan penjajah justru disambut dengan meriah. Dengan mengundang seorang pemikir Zionis, UI yang digadang sebagai universitas nomor satu di Indonesia justru menunjukan di depan mata kita secara nyata bagaimana perbudakan pemikiran sedang terjadi.
TUNTUTAN KAMI
Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan pemulihan, kami mendesak Universitas Indonesia untuk mengundang profesor-profesor, akademisi dan tokoh-tokoh asal dan/atau pro-Palestina dalam sebuah kuliah umum yang dilaksanakan di Balairung atau Balai Purnomo UI.
Kuliah ini akan menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan masyarakat untuk memahami situasi Palestina dari perspektif akademisi yang terdampak langsung. Mengundang seorang profesor Palestina tidak hanya akan menebus kesalahan UI, tetapi juga akan memberikan suara kepada mereka yang jarang didengar, membawa perspektif baru, dan menegaskan komitmen UI terhadap perdamaian dan keadilan.
MENGAPA PENTING?
- Memberi panggung pada akademisi dari Palestina berarti menggugat dominasi epistemik yang membungkam suara mereka yang hidup di bawah blokade, apartheid, dan genosida.
- Tindakan ini akan menegaskan kembali bahwa UI—sebagai universitas terbesar di Indonesia—berdiri di pihak yang sama dengan sejarah bangsa ini: melawan kolonialisme, bukan mendukungnya.
- Dukungan ini adalah wujud nyata solidaritas global terhadap perjuangan dekolonial Palestina.
Kami mengajak Anda untuk mendukung gerakan ini demi menegakkan martabat dan nilai-nilai kemanusiaan. Anda tidak perlu menjadi alumni UI untuk menandatangani petisi ini. Keresahan yang kita rasakan bersama nyata adanya. Dukung petisi ini sekarang untuk mendesak UI mengambil tindakan perbaikan yang konkret.

Masalahnya
[disclaimer: Jangan berdonasi di halaman akhir petisi. / Don't donate on the last page of the petition.
Kami belum membuka donasi. Change.org secara otomatis meminta untuk berdonasi, tetapi donasi tersebut tidak akan diterima oleh kami, melainkan oleh Change.org. // We're not yet open for donations. Change.Org will automatically ask to donate but that will not be received by us, but rather by Change.Org itself.]
Tindakan Universitas Indonesia (UI) mengundang Peter Berkowitz, seorang akademisi pro-Israel, dalam acara Pengenalan Sistem Akademik Universitas (PSAU) Pascasarjana UI, telah mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan cita-cita bangsa Indonesia yang tertuang dalam UUD 1945. Di tengah genosida yang terus berlangsung di Palestina, langkah ini tidak hanya melukai hati banyak rakyat Indonesia yang mendukung kemerdekaan Palestina, tetapi juga menunjukkan adanya bencana keilmuan (intellectual Nakba).
Fenomena ini, seperti yang diungkapkan oleh Prof. Abd al-Fattah El Awaisi, seorang profesor Hubungan Internasional dari Palestina, terlihat dari dominasi tulisan-tulisan pro-penjajah dalam jurnal-jurnal akademis. Bencana keilmuan ini dihasilkan dari apa yang disebut beliau sebagai perbudakan pemikiran (intellectual slavery) yang beliau contohkan salah satunya melalui fenomena kedatangan penjajah Jenderal Inggris Allenby di Yerusalem pada tahun 1917. Saat itu, kedatangan penjajah justru disambut dengan meriah. Dengan mengundang seorang pemikir Zionis, UI yang digadang sebagai universitas nomor satu di Indonesia justru menunjukan di depan mata kita secara nyata bagaimana perbudakan pemikiran sedang terjadi.
TUNTUTAN KAMI
Sebagai bentuk pertanggungjawaban dan pemulihan, kami mendesak Universitas Indonesia untuk mengundang profesor-profesor, akademisi dan tokoh-tokoh asal dan/atau pro-Palestina dalam sebuah kuliah umum yang dilaksanakan di Balairung atau Balai Purnomo UI.
Kuliah ini akan menjadi kesempatan bagi mahasiswa dan masyarakat untuk memahami situasi Palestina dari perspektif akademisi yang terdampak langsung. Mengundang seorang profesor Palestina tidak hanya akan menebus kesalahan UI, tetapi juga akan memberikan suara kepada mereka yang jarang didengar, membawa perspektif baru, dan menegaskan komitmen UI terhadap perdamaian dan keadilan.
MENGAPA PENTING?
- Memberi panggung pada akademisi dari Palestina berarti menggugat dominasi epistemik yang membungkam suara mereka yang hidup di bawah blokade, apartheid, dan genosida.
- Tindakan ini akan menegaskan kembali bahwa UI—sebagai universitas terbesar di Indonesia—berdiri di pihak yang sama dengan sejarah bangsa ini: melawan kolonialisme, bukan mendukungnya.
- Dukungan ini adalah wujud nyata solidaritas global terhadap perjuangan dekolonial Palestina.
Kami mengajak Anda untuk mendukung gerakan ini demi menegakkan martabat dan nilai-nilai kemanusiaan. Anda tidak perlu menjadi alumni UI untuk menandatangani petisi ini. Keresahan yang kita rasakan bersama nyata adanya. Dukung petisi ini sekarang untuk mendesak UI mengambil tindakan perbaikan yang konkret.

Kemenangan
Sebarkan petisi ini
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 25 Agustus 2025