
IRENA CENTER
6 nov 2016
Jakarta, 7 November 2016
SURAT TERBUKA UNTUK KAPOLRI:
"MANA PERTANGGUNG JAWABAN JENDERAL BINTANG 4 MU ATAS INSIDEN PENEMBAKAN TERHADAP PESERTA AKSI DAMAI 4 NOVEMBER?"
Oleh: Helmi Al Djufri, S.Sy.
(Mahasiswa Pascasarjana Kajian Ketahanan Nasional UI/ Peserta Aksi Damai 4 November)
Assalamu'alaikum wr. Wb.
Di medio tahun 2016 ini rasa simpatik sy terhadap instansi Polri semakin meningkat. Hadirnya Bpk. Badrodin Haiti (mantan Kapolri) memberi suasana kesejukan di hati masyarakat Indonesia yg selalu siap mendengar nasihat Ulama, masyarakat & semua pihak, walaupun masa jabatannya cukup singkat.
Kemudian Sdr. Jend. Drs. Tito Carnavian, Ph.D., menggantikan beliau sbg Kapolri, rasa simpatik sy pun semakin meningkat. Saudara dikenal sangat cerdas, brilian, tanggap mengatasi permasalahan terorisme, nama anda sangat harum di kalangan kami mahasiswa UI. Tdk ada alasan utk sy pribadi membenci & menjauh dr Polisi. Walaupun setiap sy turun aksi bersama elemen mahasiswa selalu bentrok dgn Polisi, sy terbiasa dgn gas air mata, pukulan kayu rotan, suara tembakan, dan ancaman lainnya ketika mahasiswa demo, tp menurut sy pribadi hal itu patut sy terima krn kami melakukan kericuhan ketika aksi, dan kami memahami itu adalah Protap kepolisian utk mengendalikan situasi & membela keselamatan diri personil.
Kapolri Jend. Tito Carnavian. Saudara menyaksikan sendiri Aksi damai 4 November lalu, aksi di bawah komando para Habaib & Ulama berjalan sangat tertib & damai. Ada kericuhan yg diprovokasi oleh sebagian peserta aksi yg ternyata baru diketahui provokator tsb bukanlah peserta aksi dr salah satu rombongan/ jamaah yg terorganisir, tetapi individu-individu yg berniat dr awal memprovokasi agar terjadi chaos. Sudahlah Kapolri, provokasi itu selalu ada dilakukan di setiap aksi, kita bukan masyarakat baru di negeri ini yg seolah-olah baru pertama kali menghadapi aksi.
Sy tdk bermaksud melawan & menyalahkan Saudara atas insiden kerusuhan tsb. Tp, saudara perlu ingat betul2 bahkan kl perlu diukirlah di jidat saudara bahwa sy sbg saksi fakta menyaksikan tembakan gas air mata diarahkan ke tengah kerumunan peserta aksi damai di barisan sekitar mobil komando aksi yg sedang duduk tenang, damai & mematuhi perintah komando utk tdk melawan & maju.
Megapa tembakan itu diarahkan kpd kami jg peserta aksi yg tdk terlibat kericuhan? Padahal peserta aksi yg berada di jalur dekat monas tdk terlibat kericuhan sama sekali, tetapi tembakan gas air mata tsb secara membabi buta diarahkan kpd kami sehingga peserta aksi terpancing melawan maju. Ya sebagian melawan maju DEMI MENJAGA ULAMA & HABAIB KAMI AGAR TIDAK TERTEMBAK GAS AIR MATA & PELURUMU, DEMI MEMPERTAHANKAN NYAWA & JIWA KAMI, DEMI MEMPERTAHANKAN AKSI DAMAI, AGAR POLISI BERHENTI MENEMBAKI KAMI.
Beratus-ratus kali Ulama & Habaib kami memperingati kalian dr mobil komando agar para Polisi menghentikan tembakan, tp mereka mengacuhkan peringatan tsb. Bahkan, sy mendengar tangisan dr Habaib & Ulama kami menangis di atas mobil krn Peluru, Gas Air Mata yg kalian gunakan dr uang rakyat tp untuk MENEMBAKI ULAMA & HABAIB KAMI. SEDEMIKIAN PARAHKAH KERUSAKAN MORAL ANGGOTA POLRI DI BAWAH KEPEMIMPINAN ANDA???
BAHKAN ANDA PUN TELAH MEMERINTAHKAN SELURUH POLRI BERHENTI MENEMBAK, TAPI APA YANG TERJADI? MEREKA TIDAK MENDENGARKAN PERINTAH ANDA SAMA SEKALI. HUJAN PELURU & GAS AIR MATA TERUS MENGHUJANI KAMI. SUDAH SEDEMIKIAN PARAHKAH KEJATUHAN MORAL ANGGOTA POLRI SAMPAI2 PERINTAH ANDA PUN TIDAK DIDENGARNYA??? LALU, ATAS KOMANDO SIAPA MEREKA MENEMBAKI KAMI? APAKAH ADA JENDERAL DIBALIK JENDERAL YANG MEMERINTAHKAN PENEMBAKAN???
Saudara Jend. Tito Carnavian, pedih & sakitnya hati sy & seluruh peserta aksi atas penembakan tersebut. Bukan krn sy jd korban gas air mata, tp Ulama & Habaib kami ditembaki oleh Anggota anda, mereka adalah pewaris para Nabi, yg menjaga keutuhan negara kita ini. Tp inikah ajaran kepolisian yg engkau ajarkan saat ini? Dibalik tameng Protap menjadi legitimasi penembakan peserta aksi damai.
Malu rasanya sy sbg warga negara Indonesia melihat & memiliki kepolisian dgn moral rendah. Masih tetap mau menyalahkan kami? Ya! Silahkan... Berjuta-juta kali saudara menyalahkan kami, maka semakin membuktikan bahwa moral & integritas Kepolisian sudah di bawah titik nadir. Mana pertanggungjawaban Jenderal BINTANG 4 MU atas korban wafat (Alm.) Bpk. Syahrie? Atas korban lainnya dr kalangan peserta aksi, dari kalangan aparat Polisi? Ingat, saudara. SIAPKAH YANG MEMILIKI SENJATA KETIKA AKSI DAMAI BERLANGSUNG? SIAPAKAH YANG MEMILIKI PERLENGKAPAN PERANG KETIKA AKSI DAMA BERLANGSUNG? SIAPAKAH YANG MEMILIKI SEGUDANG PERLENGKAPAN & FASILITAS TEMPUR KETIKA AKSI DAMAI??? YA. Anda lah yang memiliki itu semua. Sedangkan kami? Kami hanya membawa kayu utk mengibarkan bendera Merah Putih, membawa mobil sound system utk mengendalikan & mengatur jalannya aksi. Lalu, siapakah sebetulnya yg memancing kericuhan & peperangan?
Tak perlu lah saudara memamerkan banyaknya tanda jasa, pangkat & bintang di baju saudara, jika Saudara sendiri sudah tidak dipatuhi anggota Saudara. Jika dgn perlengkapan tempur tersebut digunakan untuk memerangi para Ulama, Habaib & masyarakat lemah. Apalah gunanya itu semua di hadapan kami & Tuhan. Tuhan sy & Tuhan anda.
Gunakanlah Jenderal BINTANG 4 saudara utk menegakkan keadilan, bertanggungjawablah atas insiden penembakan aksi damai 4 november. Jangan melindungi Basuki Tjahja Purnama (Ahok) yg telah menodai Al Quran, lebih baik hidup mulia & syahid tanpa bintang yg bertaburan di seragam anda, daripada hidup terhina yg pd akhirnya pun kita akan menjadi bangkai di dalam tanah.
Wassalamu'alaikum wr. Wb.
Copiar enlace
WhatsApp
Facebook
Nextdoor
E-mail
X