Menolak Pembatalan pengurangan UKT ( Uang Kuliah Tunggal ) PTKIN minimal 10 %.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.500.


Assalamualaikum wr. wb

Hidup Mahasiswa!!!

Pada saat ini Indonesia mengalami suatu masalah karena merebaknya wabah COVID-19 yang membuat lumpuh semua sektor khususnya sektor pendidikan dan ekonomi.PHK dan pekerja dirumahkan mencapai 1,2 juta alhasil pendapatan orang tua mahasiswa menurun bahkan ada yang di PHK dan Pekerja informal seperti Pedagang mengalami penurunan hingga 60-70%.Himbauan untuk bekerja dirumah dan belajar dirumah serta social distancing membuat dampak yang besar pada perkuliahan.Terutama bagi mahasiwa memiliki ekonomi rendah pada saat ini yang kebingungan untuk membeli KUOTA untuk kuliah daring.

Kementrian Agama Republik Indonesia pada tanggal 6 April 2020 mengeluarkan Surat melalui Plt. Dirjen Pendidikan Islam edaran nomor B-752/DJ.I/HM.00/04/2020 tentang pengurangan UKT/SPP PTKIN akibat Pandemi Covid-19, yang kami fikir ini adalah harapan untuk mahasiswa PTKIN dengan adanya pengurangan UKT/SPP minimal 10%.

Namun pada tanggal 13 April 2020 Pihak Forum Pimpinan Rektor mengirimkan surat tentang Hasil notulensi rapat dengan nomor 18/Forum-PTKIN/IV/2020 yang dalam surat tersebut menolak surat edaran Dirjen tentang pengurangan UKT minimal 10% dengan dalih bahwa surat tersebut menjadi bola salju dan akan berakibat membingungkan dan penolakan di kalangan masa mahasiswa dan menawarkan beberapa Opsi kepada KMA.

Sangat di sayangkan pembatalan pengurangan UKT minimal 10% tersebut mendapat respon persetujuan oleh KMA dengan tidak merespon Opsi - opsi yang ditawarkan Oleh Forum Pimpinan PTKIN yang kami fikir tidak memperhatikan kondisi mahasiswa di tengah pandemi Covid - 19 yang sudah hampir 2 bulan menjalankan kuliah Daring tanpa menyentuh dan merasakan Fasilitas belajar di kampus, para pimpinan malah memaksa untuk menetapkan UKT seperti biasa yang sudah di tentukan.

Maka bersama gerakan petisi ini kami mengajak seluruh Mahasiswa PTKIN dengan target 5000 petisi untuk menolak pembatalan pengurangan UKT minimal 10% T/A 2020/2021.