Ringankan Biaya Kuliah di Universitas Brawijaya selama Pandemi Covid-19

0 telah menandatangani. Mari kita ke 25.000.


Biaya kuliah semester setara harga motor atau Playstation 5? Ada dong di Universitas Brawijaya (UB).

Tagar #AmarahBrawijaya sempat trending di Twitter beberapa waktu lalu sebagai respons dari mahalnya biaya kuliah di UB. Rektorat tidak meresponsnya hingga sekarang.

Padahal banyak mahasiswa UB yang curhat soal kondisi perekonomian keluarganya yang lagi susah karena pandemi Covid-19. Bahkan sebagian ada yang nggak tahu lagi gimana cara ngelanjutin kuliahnya.

Dalam kondisi normal aja biaya kuliah di UB terasa memberatkan mahasiswa. Apalagi waktu pandemi gini. Di beberapa fakultas, Uang Kuliah Tunggal (UKT) nya banyak yang 5-6 jutaan. Di Fakultas saintek (IPA) bahkan lebih mahal lagi, di atas 10 jutaan pun banyak. Udah mahal gitu, masih juga ditarik lagi biaya praktikum.

Rektorat Universitas Brawijaya belum ada itikad baik untuk peduli pada kondisi perekonomian keluarga mahasiswa yang terdampak pandemi. Apa kampus ini harus sebegitu komersilnya?

Melalui petisi ini, kami mengajak teman-teman untuk menuntut Pihak Rektorat Universitas Brawijaya mengeluarkan kebijakan:

1. Pembebasan Biaya uang kuliah untuk mahasiswa yang sedang menempuh tugas akhir (Tugas Akhir, Skripsi, Tesis, Hingga disertasi dan berlaku untuk mahasiswa Vokasi, Sarjana, dan Pascasarjana

2. Pemotongan biaya kuliah sebesar 50% kepada seluruh mahasiswa tanpa terkecuali dan menginstruksikannya ke Dekanat masing-masing Fakultas.

Kami gerah dengan adanya komersialiasasi di lingkup kampus. Kami yakin suara banyak orang bisa membantu agar kegelisahan para mahasiswa di UB bisa didengar Rektorat. Mohon tandatangani dan sebarkan petisi ini ya.

Aliansi Mahasiswa Resah Brawijaya