Tutup PT Toba Pulp Lestari (TPL)!! Audit Aktivitas Operasinya selama ini!!!

Penandatangan terbaru:
tongin sinaga dan 10 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Kami warga Sumatera Utara pada umumnya, dan warga masyarakat Sibolga dan Tapanuli sekitarnya secara khusus, menuntut Penutupan TPL, dan hentikan seluruh aktivitas operasinya. 

Sudah terlalu lama kami diam dan pasrah menerima nestapa akibat dari keserakahan para oknum2 pengusaha yang diduga kuat selama ini sudah merusak hutan dan lingkungan di Sumatera Utara. 

Apa yang hari ini terjadi di sibolga, dan Tapanuli sekitarnya adalah bukti nyata bahwa Pemerintah Daerah tidak cukup mampu menjadi kepanjangan nafas kami dalam hal untuk memperjuangkan keseimbangan dan kesejahteraan ekologis di sepanjang wilayah hutan dan perairan Sumatera Utara. Pemerintah daerah lambat dan terkesan tidak peduli atas nasib hidup kami selalu rakyat sang pemegang kedaulatan. 

Saat ini, yang dipertaruhkan bukan lagi soal ekonomi dan ego politik semata, namun sudah pada derajat kedamaian lahiriah dan bathiniah kami sebagai manusia sekaligus selalu warga negara yang secara hakikat memiliki kebebasan dan kemerdekaan dari segala bentuk penjajahan dan penindasan. Ini adalah penghisapan yang nyata, dan harus diperjuangkan dengan perlawanan. 

Kami menuntut penutupan TPL dan hentikan seluruh aktivitas operasinya. Audit investigasi seluruh aktivitas operasi TPL dan seluruh perusahaan di wilayah Sumatera Utara khususnya perusahaan yang berkedudukan dan beroperasi di Sibolga dan Tapanuli Sekitarnya. 

Tegas, kami menuntut. 

Kalau dahulu kedaulatan itu kami titipkan sebagai mandat harapan kepada Pemerintah Daerah, namun penderitaan yang kami alami malah disikapi dengan semata-mata pembiaran. Maka, saat ini kami mengambil kembali kedaulatan itu untuk kami perjuangkan. Tidak muluk-muluk, untuk kedamaian kami sebagai manusia sekaligus warga negara yang bebas dan merdeka dari segala bentuk penindasan dan penjajahan. 

Kami menuntut. Ini peringatan. 

12

Penandatangan terbaru:
tongin sinaga dan 10 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Kami warga Sumatera Utara pada umumnya, dan warga masyarakat Sibolga dan Tapanuli sekitarnya secara khusus, menuntut Penutupan TPL, dan hentikan seluruh aktivitas operasinya. 

Sudah terlalu lama kami diam dan pasrah menerima nestapa akibat dari keserakahan para oknum2 pengusaha yang diduga kuat selama ini sudah merusak hutan dan lingkungan di Sumatera Utara. 

Apa yang hari ini terjadi di sibolga, dan Tapanuli sekitarnya adalah bukti nyata bahwa Pemerintah Daerah tidak cukup mampu menjadi kepanjangan nafas kami dalam hal untuk memperjuangkan keseimbangan dan kesejahteraan ekologis di sepanjang wilayah hutan dan perairan Sumatera Utara. Pemerintah daerah lambat dan terkesan tidak peduli atas nasib hidup kami selalu rakyat sang pemegang kedaulatan. 

Saat ini, yang dipertaruhkan bukan lagi soal ekonomi dan ego politik semata, namun sudah pada derajat kedamaian lahiriah dan bathiniah kami sebagai manusia sekaligus selalu warga negara yang secara hakikat memiliki kebebasan dan kemerdekaan dari segala bentuk penjajahan dan penindasan. Ini adalah penghisapan yang nyata, dan harus diperjuangkan dengan perlawanan. 

Kami menuntut penutupan TPL dan hentikan seluruh aktivitas operasinya. Audit investigasi seluruh aktivitas operasi TPL dan seluruh perusahaan di wilayah Sumatera Utara khususnya perusahaan yang berkedudukan dan beroperasi di Sibolga dan Tapanuli Sekitarnya. 

Tegas, kami menuntut. 

Kalau dahulu kedaulatan itu kami titipkan sebagai mandat harapan kepada Pemerintah Daerah, namun penderitaan yang kami alami malah disikapi dengan semata-mata pembiaran. Maka, saat ini kami mengambil kembali kedaulatan itu untuk kami perjuangkan. Tidak muluk-muluk, untuk kedamaian kami sebagai manusia sekaligus warga negara yang bebas dan merdeka dari segala bentuk penindasan dan penjajahan. 

Kami menuntut. Ini peringatan. 

Perkembangan terakhir petisi