Tutup jurnal predator Indonesia dari Ridwan Institute

Masalahnya

Ridwan Institute (RI) adalah sebuah lembaga publikasi berbadan hukum dan berdedikasi untuk menyebarkan pengetahuan ilmiah dengan menerbitkan hasil penelitian, artikel, dan tulisan dari para peneliti, ilmuwan, dan profesional di berbagai bidang ilmu. Tujuan Ridwan Institute adalah untuk memfasilitasi pertukaran informasi dan pemikiran terbaru demi kemajuan pengetahuan dan inovasi di seluruh dunia. Informasi ini didapat dari website RI. 

Tetapi setelah penelusuran lebih jauh, keberadaan RI justru menyebabkan kemunduran pengetahuan dan inovasi di dunia akademis karena terindikasi sebagai jurnal predator dan tidak memiliki kredibilitas yang bisa dipercaya.

Beberapa alasan:

  1. Alamat Head office publisher pada website terindikasi pada rumah pribadi dan bukan pada kantor resmi (Greenland Sendang Residence No. E-06, Sendang, Kec. Sumber, Cirebon, Jawa Barat).
  2. Jurnal di bawah RI tidak memiliki kredibilitas akademis Editor yang jelas, misalnya Journal of Social Science  yang memiliki Editor-in-chief (EiC) yang cuma memiliki 1 publikasi ilmiah internasional dan H-index Scopus 1. EiC juga tidak memiliki background akademisi yang jelas. 
  3. Waktu publikasi di jurnal-jurnal RI yang sangat cepat, rata-rata 1 bulan dari first submission sampai published. Ini adalah waktu yang tidak normal bagi sebuah jurnal ilmiah bereputasi.
  4. Ada indikasi tidak ada proses review jurnal yang kredibel. contohnya: https://jsss.co.id/index.php/jsss/article/view/835 . Artikel ilmiah tersebut memiliki bahasa pengantar English tetapi gambar dan tabel ditulis dalam Bahasa Indonesia. Ini mengindikasikan bahwa jurnal tersebut tidak melakukan proses review sebagaimana mestinya. 
  5. Informasi penulis jurnal yang tidak konsisten antara website dan dokumen pdf. contohnya: https://jsss.co.id/index.php/jsss/article/view/835 . Artikel ilmiah tersebut memiliki 3 nama Authors di website, tetapi ada 4 penulis di dokumen pdf artikel tersebut (1 dari Malaysia). 
  6. Hasil dokumen pdf artikel yang tidak benar dan konsisten. contohnya: https://jsss.co.id/index.php/jsss/article/view/835 . Salah satu penulis di artikel tersebut bernama "Akmalia Mohamad Ariff", tetapi di disebutkan nama lain di bagian "how to cite" dan header dokumen pdf tersebut, yaitu "Nik Hazimah Nik Mat". 
  7. Poin nomor 5 dan 6 mengindikasikan bahwa jurnal di bawah RI tidak mengecek secara detil nama dan afiliasi dari para penulisnya. 

Jurnal yang ada di di bawah RI dapat dilihat pada list berikut: https://garuda.kemdikbud.go.id/publisher/view/1587

Semua hal diatas dapat merusak iklim penelitian dan publikasi di Indonesia dan juga merusak reputasi ilmiah Indonesia di dunia internasional. Indonesia sekarang dikenal sebagai markasnya publisher ilmiah predator dan akademisi/peneliti yang suka publish di jurnal ilmiah predator (https://doi.org/10.1007/s11192-021-04149-w Dengan dilakukan penutupan jurnal di bawah RI, ini menjadi salah satu pintu awal untuk menutup jurnal-jurnal predator lain yang ada di Indonesia.

avatar of the starter
Peduli IndonesiaPembuka Petisi

21

Masalahnya

Ridwan Institute (RI) adalah sebuah lembaga publikasi berbadan hukum dan berdedikasi untuk menyebarkan pengetahuan ilmiah dengan menerbitkan hasil penelitian, artikel, dan tulisan dari para peneliti, ilmuwan, dan profesional di berbagai bidang ilmu. Tujuan Ridwan Institute adalah untuk memfasilitasi pertukaran informasi dan pemikiran terbaru demi kemajuan pengetahuan dan inovasi di seluruh dunia. Informasi ini didapat dari website RI. 

Tetapi setelah penelusuran lebih jauh, keberadaan RI justru menyebabkan kemunduran pengetahuan dan inovasi di dunia akademis karena terindikasi sebagai jurnal predator dan tidak memiliki kredibilitas yang bisa dipercaya.

Beberapa alasan:

  1. Alamat Head office publisher pada website terindikasi pada rumah pribadi dan bukan pada kantor resmi (Greenland Sendang Residence No. E-06, Sendang, Kec. Sumber, Cirebon, Jawa Barat).
  2. Jurnal di bawah RI tidak memiliki kredibilitas akademis Editor yang jelas, misalnya Journal of Social Science  yang memiliki Editor-in-chief (EiC) yang cuma memiliki 1 publikasi ilmiah internasional dan H-index Scopus 1. EiC juga tidak memiliki background akademisi yang jelas. 
  3. Waktu publikasi di jurnal-jurnal RI yang sangat cepat, rata-rata 1 bulan dari first submission sampai published. Ini adalah waktu yang tidak normal bagi sebuah jurnal ilmiah bereputasi.
  4. Ada indikasi tidak ada proses review jurnal yang kredibel. contohnya: https://jsss.co.id/index.php/jsss/article/view/835 . Artikel ilmiah tersebut memiliki bahasa pengantar English tetapi gambar dan tabel ditulis dalam Bahasa Indonesia. Ini mengindikasikan bahwa jurnal tersebut tidak melakukan proses review sebagaimana mestinya. 
  5. Informasi penulis jurnal yang tidak konsisten antara website dan dokumen pdf. contohnya: https://jsss.co.id/index.php/jsss/article/view/835 . Artikel ilmiah tersebut memiliki 3 nama Authors di website, tetapi ada 4 penulis di dokumen pdf artikel tersebut (1 dari Malaysia). 
  6. Hasil dokumen pdf artikel yang tidak benar dan konsisten. contohnya: https://jsss.co.id/index.php/jsss/article/view/835 . Salah satu penulis di artikel tersebut bernama "Akmalia Mohamad Ariff", tetapi di disebutkan nama lain di bagian "how to cite" dan header dokumen pdf tersebut, yaitu "Nik Hazimah Nik Mat". 
  7. Poin nomor 5 dan 6 mengindikasikan bahwa jurnal di bawah RI tidak mengecek secara detil nama dan afiliasi dari para penulisnya. 

Jurnal yang ada di di bawah RI dapat dilihat pada list berikut: https://garuda.kemdikbud.go.id/publisher/view/1587

Semua hal diatas dapat merusak iklim penelitian dan publikasi di Indonesia dan juga merusak reputasi ilmiah Indonesia di dunia internasional. Indonesia sekarang dikenal sebagai markasnya publisher ilmiah predator dan akademisi/peneliti yang suka publish di jurnal ilmiah predator (https://doi.org/10.1007/s11192-021-04149-w Dengan dilakukan penutupan jurnal di bawah RI, ini menjadi salah satu pintu awal untuk menutup jurnal-jurnal predator lain yang ada di Indonesia.

avatar of the starter
Peduli IndonesiaPembuka Petisi
Perkembangan terakhir petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 13 April 2024