Tolak Sentralisasi Paket di Apartemen Kalibata City

Penandatangan terbaru:
RETNO HARISUSANTI dan 19 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Tolak Sentralisasi Paket di Apartemen Kalibata City

 

Kami, penghuni dan pemilik unit Kalibata City, menyatakan penolakan terhadap penerapan sistem paket terpusat (Sentralisasi) yang saat ini diberlakukan di lingkungan Kalibata City.

 

Kebijakan ini menimbulkan berbagai persoalan bagi penghuni, antara lain:

- Pengambilan paket menjadi lebih rumit dan memakan waktu;

 

- Tempat pengambilan paket tidak representatif;

 

- Mayoritas penghuni adalah karyawan sehingga akan terjadi penumpukan pengambilan paket setelah jam kerja yg menyebabkan antrean panjang;

 

- Jam operasional pengambilan paket terbatas, tidak 24 jam;

 

- Petugas dan Loket paket tidak sebanding dengan belasan ribu penghuni;

 

- Petugas tidak langsung menginput paket yang sampai

 

- Mempersulit mobilisasi penerimaan paket ukuran besar;

 

- Risiko paket hilang, tertukar, atau rusak;

- Faktor privasi (jenis/isi paket terdata di database aplikasi) dan kredibilitas penyedia layanan pick up;

 

- Membingungkan kurir pengantar paket;

 

- Menurunkan kenyamanan penghuni dalam menerima barang kebutuhan sehari-hari;

 

- Diterapkan tanpa persetujuan mayoritas warga.

 

- IPL naik seharusnya pelayanan lebih baik memudahkan warga, bukan memudahkan manajemen saja;

 

- Sebagai kawasan hunian dengan ribuan penghuni aktif, sistem pelayanan seharusnya mempermudah, bukan justru menambah beban dan ketidaknyamanan warga:

 

- Kebijakan ini merupakan bentuk komersialisasi (ada biaya pengantaran ke unit atau biaya denda penyimpanan sesuai aturan yg manajemen buat) terhadap kebutuhan pengiriman paket penghuni, padahal penghuni memiliki hak atas alamat tempat tinggal serta manajemen berkewajiban memberikan fasilitas mailbox / tempat penitipan paket sesuai alamat (tower setempat) sebagaimana penghuni wajib membayar IPL.

 

Kami meminta Manajemen Kalibata City untuk:

 

1. Membatalkan sistem paket terpusat/sentralisasi;

 

2. Mengembalikan mekanisme penerimaan paket melalui tower masing-masing; atau

 

3. Jumlah loket menjadi 2 untuk melayani penghuni setiap tower (tidak disatukan semua) atau minimal 40 loket dan 80 pekerja (2 tiap loket) sehingga waktu layanan / antrian dapat diminimalisasi.

 

4. Membuka dialog terbuka dengan perwakilan penghuni untuk mencari solusi yang lebih efektif dan manusiawi.

Kami percaya aspirasi penghuni harus didengar demi terciptanya lingkungan hunian yang nyaman, aman, dan berpihak kepada warga.

 

Tandatangani petisi ini untuk mendukung kenyamanan bersama di Kalibata City.

avatar of the starter
ilmas refadatiPembuka Petisi

40

Penandatangan terbaru:
RETNO HARISUSANTI dan 19 lainnya baru saja menandatanganinya.

Masalahnya

Tolak Sentralisasi Paket di Apartemen Kalibata City

 

Kami, penghuni dan pemilik unit Kalibata City, menyatakan penolakan terhadap penerapan sistem paket terpusat (Sentralisasi) yang saat ini diberlakukan di lingkungan Kalibata City.

 

Kebijakan ini menimbulkan berbagai persoalan bagi penghuni, antara lain:

- Pengambilan paket menjadi lebih rumit dan memakan waktu;

 

- Tempat pengambilan paket tidak representatif;

 

- Mayoritas penghuni adalah karyawan sehingga akan terjadi penumpukan pengambilan paket setelah jam kerja yg menyebabkan antrean panjang;

 

- Jam operasional pengambilan paket terbatas, tidak 24 jam;

 

- Petugas dan Loket paket tidak sebanding dengan belasan ribu penghuni;

 

- Petugas tidak langsung menginput paket yang sampai

 

- Mempersulit mobilisasi penerimaan paket ukuran besar;

 

- Risiko paket hilang, tertukar, atau rusak;

- Faktor privasi (jenis/isi paket terdata di database aplikasi) dan kredibilitas penyedia layanan pick up;

 

- Membingungkan kurir pengantar paket;

 

- Menurunkan kenyamanan penghuni dalam menerima barang kebutuhan sehari-hari;

 

- Diterapkan tanpa persetujuan mayoritas warga.

 

- IPL naik seharusnya pelayanan lebih baik memudahkan warga, bukan memudahkan manajemen saja;

 

- Sebagai kawasan hunian dengan ribuan penghuni aktif, sistem pelayanan seharusnya mempermudah, bukan justru menambah beban dan ketidaknyamanan warga:

 

- Kebijakan ini merupakan bentuk komersialisasi (ada biaya pengantaran ke unit atau biaya denda penyimpanan sesuai aturan yg manajemen buat) terhadap kebutuhan pengiriman paket penghuni, padahal penghuni memiliki hak atas alamat tempat tinggal serta manajemen berkewajiban memberikan fasilitas mailbox / tempat penitipan paket sesuai alamat (tower setempat) sebagaimana penghuni wajib membayar IPL.

 

Kami meminta Manajemen Kalibata City untuk:

 

1. Membatalkan sistem paket terpusat/sentralisasi;

 

2. Mengembalikan mekanisme penerimaan paket melalui tower masing-masing; atau

 

3. Jumlah loket menjadi 2 untuk melayani penghuni setiap tower (tidak disatukan semua) atau minimal 40 loket dan 80 pekerja (2 tiap loket) sehingga waktu layanan / antrian dapat diminimalisasi.

 

4. Membuka dialog terbuka dengan perwakilan penghuni untuk mencari solusi yang lebih efektif dan manusiawi.

Kami percaya aspirasi penghuni harus didengar demi terciptanya lingkungan hunian yang nyaman, aman, dan berpihak kepada warga.

 

Tandatangani petisi ini untuk mendukung kenyamanan bersama di Kalibata City.

avatar of the starter
ilmas refadatiPembuka Petisi

Perkembangan Terakhir Petisi