TOLAK SEAPLANE DAN GLAMOUR CAMPING DI RINJANI!


TOLAK SEAPLANE DAN GLAMOUR CAMPING DI RINJANI!
Masalahnya
Kepada yth. Presiden Republik Indonesia dan Kementerian terkait: hentikan luka Rinjani dari eksploitasi berkedok ekowisata. Salam dari Aliansi Rinjani Memanggil.
***
Sebuah perusahaan sedang memproses izin untuk membangun 15–20 unit glamour camping (glamping) dengan transportasi pesawat amfibi (seaplane) yang akan mendarat langsung di Danau Segara Anak, jantung dan zona inti Gunung Rinjani. Perusahaan ini, PT. Solusi Pariwisata Inovatif (SPI) harus dihentikan.
Proyek ini sempat berlangsung diam-diam sejak 2022, dengan dokumen AMDAL/UKL-UPL yang belum dipublikasikan, zonasi tidak pernah dikonsultasikan, dan komunitas lokal yang tidak pernah diajak bicara. Pada tengah tahun 2025, konsultasi publik sudah dilakukan dan mayoritas elemen publik sudah menolak. Namun anehnya, izin tetap diproses oleh pemerintah. Itu artinya, selangkah lagi Rinjani akan dikangkangi. Kajian kami secara kronologis dan mendalam dapat diunduh di sini.
Kami mengundang seluruh masyarakat Indonesia dan dunia internasional untuk menolak rencana perusahaan itu dengan menandatangani petisi ini. Kita bisa membuat daftar dampakburuk rencana seaplane dan glamping di Rinjani, baik ekologis dan sosiologis. Namun, yang paling genting saat ini justru adalah Rinjani menjadi target kesekian dari korporasi dan pemerintah yang ingin mengangkangi hukum demi tembusnya ambisi kapital. Bila kita membiarkan Rinjani dikangkangi, pengangkangan yang sama (berikut dampak-dampaknya) akan merembet ke bagian lain di gunung ini, bahkan merembet hingga ke gunung-gunung lain. Mereka hanya butuh seaplane dan glamping Rinjani berhasil sebagai preseden.
Setiap tahun, 150 ribu pengunjung datang ke Rinjani dan meninggalkan 53 ton sampah per tahun. Kecelakaan meningkat hingga 30% dalam lima tahun terakhir. Kendati PT. SPI menarasikan bahwa pesawat akan menjadi sarana evakuasi dan pengangkutan sampah, yang sesungguhnya dibutuhkan adalah perbaikan SOP pengelolaan wisata pendakian. Menghubungkan adanya pesawat dan wisata mewah di puncak Rinjani sebagai jalan keluar masalah-masalah wisata di Rinjani jelas terlalu dipaksakan.
Terlebih, bagi masyarakat tradisi Sasak di Pulau Lombok, Rinjani adalah tubuh hidup yang sakral yang telah mereka pertahankan sejak ribuan tahun. Menghadirkan wisata mewah yang jelas tidak mengindahkan tata nilai, matan keyakinan, dan praktek-praktek pemuliaan Rinjani oleh masyarakat tradisi Sasak selama ini. Di saat masyarakat tradisi tengah kepayahan berusaha mengembalikan standar pendakian tradisional yang lebih ekologis dan berketakziman, usulan PT. SPI adalah suatu penghinaan.
Dukungan telah meluas di Pulau Lombok, mencakup masyarakat tradisi, para tokoh, komunitas, dan terpenting, warga lokal yang terdampak langsung dengan semakin pariwisata yang kian hari kian tak terkendali.

2.434
Masalahnya
Kepada yth. Presiden Republik Indonesia dan Kementerian terkait: hentikan luka Rinjani dari eksploitasi berkedok ekowisata. Salam dari Aliansi Rinjani Memanggil.
***
Sebuah perusahaan sedang memproses izin untuk membangun 15–20 unit glamour camping (glamping) dengan transportasi pesawat amfibi (seaplane) yang akan mendarat langsung di Danau Segara Anak, jantung dan zona inti Gunung Rinjani. Perusahaan ini, PT. Solusi Pariwisata Inovatif (SPI) harus dihentikan.
Proyek ini sempat berlangsung diam-diam sejak 2022, dengan dokumen AMDAL/UKL-UPL yang belum dipublikasikan, zonasi tidak pernah dikonsultasikan, dan komunitas lokal yang tidak pernah diajak bicara. Pada tengah tahun 2025, konsultasi publik sudah dilakukan dan mayoritas elemen publik sudah menolak. Namun anehnya, izin tetap diproses oleh pemerintah. Itu artinya, selangkah lagi Rinjani akan dikangkangi. Kajian kami secara kronologis dan mendalam dapat diunduh di sini.
Kami mengundang seluruh masyarakat Indonesia dan dunia internasional untuk menolak rencana perusahaan itu dengan menandatangani petisi ini. Kita bisa membuat daftar dampakburuk rencana seaplane dan glamping di Rinjani, baik ekologis dan sosiologis. Namun, yang paling genting saat ini justru adalah Rinjani menjadi target kesekian dari korporasi dan pemerintah yang ingin mengangkangi hukum demi tembusnya ambisi kapital. Bila kita membiarkan Rinjani dikangkangi, pengangkangan yang sama (berikut dampak-dampaknya) akan merembet ke bagian lain di gunung ini, bahkan merembet hingga ke gunung-gunung lain. Mereka hanya butuh seaplane dan glamping Rinjani berhasil sebagai preseden.
Setiap tahun, 150 ribu pengunjung datang ke Rinjani dan meninggalkan 53 ton sampah per tahun. Kecelakaan meningkat hingga 30% dalam lima tahun terakhir. Kendati PT. SPI menarasikan bahwa pesawat akan menjadi sarana evakuasi dan pengangkutan sampah, yang sesungguhnya dibutuhkan adalah perbaikan SOP pengelolaan wisata pendakian. Menghubungkan adanya pesawat dan wisata mewah di puncak Rinjani sebagai jalan keluar masalah-masalah wisata di Rinjani jelas terlalu dipaksakan.
Terlebih, bagi masyarakat tradisi Sasak di Pulau Lombok, Rinjani adalah tubuh hidup yang sakral yang telah mereka pertahankan sejak ribuan tahun. Menghadirkan wisata mewah yang jelas tidak mengindahkan tata nilai, matan keyakinan, dan praktek-praktek pemuliaan Rinjani oleh masyarakat tradisi Sasak selama ini. Di saat masyarakat tradisi tengah kepayahan berusaha mengembalikan standar pendakian tradisional yang lebih ekologis dan berketakziman, usulan PT. SPI adalah suatu penghinaan.
Dukungan telah meluas di Pulau Lombok, mencakup masyarakat tradisi, para tokoh, komunitas, dan terpenting, warga lokal yang terdampak langsung dengan semakin pariwisata yang kian hari kian tak terkendali.

2.434
Pengambil Keputusan
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 20 Juli 2025