
Tolak Proyek Geotermal di Gunung Ungaran dan Telomoyo Demi Kelestarian Alam & Cagar Budaya
Masalahnya
Kami dari Semar Gugat (Aliansi Masyarakat dan Seniman Sekitar Kawasan Gunung Telomoyo dan Ungaran) menyatakan sikap tegas menolak rencana pengembangan proyek geotermal di kawasan Gunung Ungaran dan Telomoyo.
Wilayah ini bukan sekadar bentang alam biasa, melainkan sumber kehidupan utama bagi masyarakat sekitar khususnya para petani yang sangat bergantung pada kelestarian lahan dan ketersediaan air bersih. Selain itu, kawasan ini juga menyimpan nilai kebudayaan dan sejarah yang tinggi dengan adanya Cagar Budaya Gedong Songo.
Keberadaan proyek geotermal ini membawa ancaman serius bagi masa depan wilayah kami, dengan beberapa alasan utama berikut:
- Ancaman Ruang Hidup & Mata Pencaharian Petani: Aktivitas pengeboran tanah berisiko merusak ekosistem vital, mencemari sumber air bersih, serta mengancam mata pencaharian mayoritas penduduk yang bertumpu pada sektor pertanian.
- Kerusakan Cagar Budaya Gedong Songo: Eksploitasi dan pengeboran di kawasan sekitar berpotensi merusak atau bahkan menghancurkan situs sejarah penting. Kehilangan warisan ini adalah kerugian besar bagi identitas kebudayaan bangsa. sekaligus mengancan perekonomian masyarakat dari sektor pariwisata.
- Risiko Tinggi Bencana Ekologis: Kawasan Gunung Ungaran dan Telomoyo dikenal memiliki kerentanan bencana alam yang tinggi. Aktivitas pengeboran dikhawatirkan dapat memicu bencana dahsyat yang membahayakan keselamatan jiwa masyarakat luas.
Oleh karena itu, Semar Gugat mendesak pemerintah untuk mendengarkan suara rakyat, menghentikan rencana proyek geotermal ini, dan melindungi kekayaan alam serta warisan budaya di kawasan Gunung Ungaran dan Telomoyo. Kami mendambakan pembangunan yang benar-benar berkelanjutan, yang mengutamakan keselamatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Mari selamatkan ruang hidup kita. Tolong tandatangani dan bagikan petisi ini agar suara kita didengar demi menjaga kelestarian alam serta warisan leluhur bagi generasi mendatang!

2.518
Masalahnya
Kami dari Semar Gugat (Aliansi Masyarakat dan Seniman Sekitar Kawasan Gunung Telomoyo dan Ungaran) menyatakan sikap tegas menolak rencana pengembangan proyek geotermal di kawasan Gunung Ungaran dan Telomoyo.
Wilayah ini bukan sekadar bentang alam biasa, melainkan sumber kehidupan utama bagi masyarakat sekitar khususnya para petani yang sangat bergantung pada kelestarian lahan dan ketersediaan air bersih. Selain itu, kawasan ini juga menyimpan nilai kebudayaan dan sejarah yang tinggi dengan adanya Cagar Budaya Gedong Songo.
Keberadaan proyek geotermal ini membawa ancaman serius bagi masa depan wilayah kami, dengan beberapa alasan utama berikut:
- Ancaman Ruang Hidup & Mata Pencaharian Petani: Aktivitas pengeboran tanah berisiko merusak ekosistem vital, mencemari sumber air bersih, serta mengancam mata pencaharian mayoritas penduduk yang bertumpu pada sektor pertanian.
- Kerusakan Cagar Budaya Gedong Songo: Eksploitasi dan pengeboran di kawasan sekitar berpotensi merusak atau bahkan menghancurkan situs sejarah penting. Kehilangan warisan ini adalah kerugian besar bagi identitas kebudayaan bangsa. sekaligus mengancan perekonomian masyarakat dari sektor pariwisata.
- Risiko Tinggi Bencana Ekologis: Kawasan Gunung Ungaran dan Telomoyo dikenal memiliki kerentanan bencana alam yang tinggi. Aktivitas pengeboran dikhawatirkan dapat memicu bencana dahsyat yang membahayakan keselamatan jiwa masyarakat luas.
Oleh karena itu, Semar Gugat mendesak pemerintah untuk mendengarkan suara rakyat, menghentikan rencana proyek geotermal ini, dan melindungi kekayaan alam serta warisan budaya di kawasan Gunung Ungaran dan Telomoyo. Kami mendambakan pembangunan yang benar-benar berkelanjutan, yang mengutamakan keselamatan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal.
Mari selamatkan ruang hidup kita. Tolong tandatangani dan bagikan petisi ini agar suara kita didengar demi menjaga kelestarian alam serta warisan leluhur bagi generasi mendatang!

Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 2 September 2026