Tolak Pengingkaran & Upaya Pemalsuan Sejarah Bangsa Indonesia

Tolak Pengingkaran & Upaya Pemalsuan Sejarah Bangsa Indonesia

Masalahnya

 

PERNYATAAN SIKAP

Kami alumni Universitas Indonesia yang peduli terhadap pendidikan nasional, dengan prihatin mencermati pembohongan, pengingkaran dan upaya pemutarbalikan fakta yang dilakukan oleh pemerintah Republik Indonesia.

Bahwa: 

  • Pemerintah melalui Menteri Kebudayaan Fadli Zon telah membentuk Tim Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, yang telah menimbulkan kontroversi.
  • Sesuai laporan TGPF, peristiwa rudapaksa massal pada Mei 1998 adalah fakta yang tidak bisa disangkal. Korban telah berjatuhan, baik yang kemudian meninggal, mengganti identitas diri, menyelamatkan diri ke luar negeri, maupun yang mengalami trauma berkepanjangan.
  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon telah membuat pernyataan bahwa tidak ada peristiwa rudapaksa massal pada Mei 1998, karena tidak ada bukti yang mendukungnya.

Bagi masyarakat dan bangsa Indonesia, perilaku semacam itu telah menunjukkan bahwa:

  • Pemerintah tidak menghargai rakyatnya dan sejarah bangsanya sendiri.
  • Pemerintah dengan gegabah telah mendidik masyarakat yang berdampak jangka panjang terhadap pembentukan karakter bangsa.
  • Pemerintah telah mempengaruhi pendidikan terhadap generasi muda untuk tidak menghargai kejujuran dan keadilan, karena dengan semena-mena telah mengubah dan menghilangkan fakta sejarah.
  • Merosotnya kepercayaan terhadap pejabat publik karena tidak mampu menjalankan perintah konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Untuk itu kami, alumni Universitas Indonesia yang menjadi bagian dari masyarakat yang peduli terhadap pendidikan nasional, dengan ini menyatakan:

  1. Menolak dan menuntut penghentian penulisan ulang sejarah nasional Indonesia, kecuali melibatkan pihak independen yang peduli terhadap kebenaran sejarah dan penghargaan terhadap hak azasi manusia.
  2. Menuntut Menteri Kebudayaan Fadli Zon meminta maaf kepada rakyat Indonesia, dan mencabut pernyataan penyangkalannya tentang tragedi rudapaksa massal pada Mei 1998.

 

Jakarta, 20 Juni 2025

Alumni Universitas Indonesia Peduli Pendidikan Nasional

Narahubung:
Nora Widya: +6285117534586
Ari Wijaya: +6281931042647

avatar of the starter
Ari WijayaPembuka Petisi

2.607

Masalahnya

 

PERNYATAAN SIKAP

Kami alumni Universitas Indonesia yang peduli terhadap pendidikan nasional, dengan prihatin mencermati pembohongan, pengingkaran dan upaya pemutarbalikan fakta yang dilakukan oleh pemerintah Republik Indonesia.

Bahwa: 

  • Pemerintah melalui Menteri Kebudayaan Fadli Zon telah membentuk Tim Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, yang telah menimbulkan kontroversi.
  • Sesuai laporan TGPF, peristiwa rudapaksa massal pada Mei 1998 adalah fakta yang tidak bisa disangkal. Korban telah berjatuhan, baik yang kemudian meninggal, mengganti identitas diri, menyelamatkan diri ke luar negeri, maupun yang mengalami trauma berkepanjangan.
  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon telah membuat pernyataan bahwa tidak ada peristiwa rudapaksa massal pada Mei 1998, karena tidak ada bukti yang mendukungnya.

Bagi masyarakat dan bangsa Indonesia, perilaku semacam itu telah menunjukkan bahwa:

  • Pemerintah tidak menghargai rakyatnya dan sejarah bangsanya sendiri.
  • Pemerintah dengan gegabah telah mendidik masyarakat yang berdampak jangka panjang terhadap pembentukan karakter bangsa.
  • Pemerintah telah mempengaruhi pendidikan terhadap generasi muda untuk tidak menghargai kejujuran dan keadilan, karena dengan semena-mena telah mengubah dan menghilangkan fakta sejarah.
  • Merosotnya kepercayaan terhadap pejabat publik karena tidak mampu menjalankan perintah konstitusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

Untuk itu kami, alumni Universitas Indonesia yang menjadi bagian dari masyarakat yang peduli terhadap pendidikan nasional, dengan ini menyatakan:

  1. Menolak dan menuntut penghentian penulisan ulang sejarah nasional Indonesia, kecuali melibatkan pihak independen yang peduli terhadap kebenaran sejarah dan penghargaan terhadap hak azasi manusia.
  2. Menuntut Menteri Kebudayaan Fadli Zon meminta maaf kepada rakyat Indonesia, dan mencabut pernyataan penyangkalannya tentang tragedi rudapaksa massal pada Mei 1998.

 

Jakarta, 20 Juni 2025

Alumni Universitas Indonesia Peduli Pendidikan Nasional

Narahubung:
Nora Widya: +6285117534586
Ari Wijaya: +6281931042647

avatar of the starter
Ari WijayaPembuka Petisi

Perkembangan Terakhir Petisi