Tolak Penggusuran Tanpa Relokasi! Pemerintah Harus Memberikan Solusi bagi Warga Kalianak

Masalahnya

Kami, warga Kalianak, menghadapi ancaman penggusuran tanpa solusi yang jelas. Penggusuran ini akan berdampak pada ratusan keluarga miskin, termasuk balita, lansia, dan ibu hamil yang akan kehilangan tempat tinggal mereka.

Kami menyadari bahwa pembangunan itu penting, tetapi kami juga manusia yang berhak atas hunian layak dan perlindungan dari pemerintah. Oleh karena itu, kami meminta:

1. Pemerintah menyediakan lokasi relokasi yang layak sebelum penggusuran dilakukan.


2. Jika relokasi tidak memungkinkan, kompensasi yang adil harus diberikan agar warga bisa mencari tempat tinggal baru.


3. Menunda penggusuran sampai solusi terbaik ditemukan.

 

Kami tidak menolak pembangunan, tetapi kami ingin pembangunan yang adil dan manusiawi! Jika kamu peduli dengan nasib warga kecil yang terancam kehilangan rumahnya, tanda tangani petisi ini dan bantu suarakan keadilan!

Tandatangani dan sebarkan!

avatar of the starter
Yavandra TangkudungPembuka Petisi

146

Masalahnya

Kami, warga Kalianak, menghadapi ancaman penggusuran tanpa solusi yang jelas. Penggusuran ini akan berdampak pada ratusan keluarga miskin, termasuk balita, lansia, dan ibu hamil yang akan kehilangan tempat tinggal mereka.

Kami menyadari bahwa pembangunan itu penting, tetapi kami juga manusia yang berhak atas hunian layak dan perlindungan dari pemerintah. Oleh karena itu, kami meminta:

1. Pemerintah menyediakan lokasi relokasi yang layak sebelum penggusuran dilakukan.


2. Jika relokasi tidak memungkinkan, kompensasi yang adil harus diberikan agar warga bisa mencari tempat tinggal baru.


3. Menunda penggusuran sampai solusi terbaik ditemukan.

 

Kami tidak menolak pembangunan, tetapi kami ingin pembangunan yang adil dan manusiawi! Jika kamu peduli dengan nasib warga kecil yang terancam kehilangan rumahnya, tanda tangani petisi ini dan bantu suarakan keadilan!

Tandatangani dan sebarkan!

avatar of the starter
Yavandra TangkudungPembuka Petisi
Dukung sekarang

146


Perkembangan terakhir petisi