Tolak Pencabutan Insentif Mobil Listrik: Langkah Mundur Masa Depan Energi Bersih

Masalahnya

Saya adalah seorang pengemudi taksi online yang setiap hari mencari nafkah menggunakan mobil listrik. Keputusan saya beralih ke kendaraan listrik bukan sekadar mengikuti tren, tetapi langkah sadar untuk mengurangi biaya operasional sekaligus berkontribusi terhadap pengurangan emisi dan masa depan energi bersih di Indonesia.


Namun hari ini, kami dihadapkan pada kenyataan yang mengkhawatirkan.


Terbitnya kebijakan yang mengarah pada pengurangan hingga pencabutan insentif kendaraan listrik—sebagaimana tertuang dalam Permendagri Nomor 11 Tahun 2026—menjadi ancaman nyata bagi kami sebagai pengguna langsung.


Kami bersama komunitas kendaraan listrik di Indonesia menyuarakan penolakan terhadap kebijakan ini karena berpotensi menjadi langkah mundur dalam komitmen Indonesia menuju zero emission.


Dampak Nyata bagi Driver dan Masyarakat:


Bagi kami para driver taksi online, kebijakan ini bukan sekadar angka di atas kertas. Dampaknya langsung terasa:


- Biaya pajak kendaraan meningkat (PKB & BBNKB)
- Biaya kepemilikan mobil listrik menjadi lebih mahal
- Keuntungan harian sebagai driver menurun
- Risiko kembali ke kendaraan BBM yang lebih boros dan mencemari


Kami sudah mengambil keputusan besar—berinvestasi pada kendaraan listrik demi efisiensi dan lingkungan. Namun kebijakan yang berubah secara tiba-tiba membuat kami merasa dirugikan dan tidak memiliki kepastian.


Ancaman bagi Ekosistem Kendaraan Listrik:


Insentif kendaraan listrik bukan sekadar bantuan, melainkan fondasi strategis pembangunan nasional.


Jika insentif dicabut terlalu cepat:
- Pertumbuhan pasar kendaraan listrik bisa terhenti
- Kepercayaan konsumen dan investor menurun
- Industri baterai dan ekosistem EV ikut terdampak
- Target pengurangan emisi Indonesia terancam gagal


Padahal saat ini Indonesia masih berada pada fase awal adopsi kendaraan listrik, di mana dukungan pemerintah sangat krusial.


Masalah Regulasi dan Inkonsistensi:


Kebijakan ini menimbulkan:
- Ketidakpastian hukum
- Kebingungan di tingkat daerah
- Menurunnya kepercayaan publik terhadap arah kebijakan pemerintah


Ini Bukan Sekadar Insentif — Ini Investasi Masa Depan:


Insentif kendaraan listrik adalah strategi untuk:
- Mengurangi ketergantungan impor BBM
- Menekan subsidi energi nasional
- Mendorong industri kendaraan listrik dalam negeri
- Mewujudkan udara yang lebih bersih

Menghapusnya sekarang sama saja dengan menghentikan momentum yang sudah mulai terbentuk.

 

Tuntutan Kami:

Kami, para driver taksi online dan pengguna kendaraan listrik, mendesak pemerintah untuk:

1. Menunda pencabutan insentif kendaraan listrik

2. Menyusun roadmap kebijakan yang jelas, bertahap, dan transparan

3. Melibatkan komunitas pengguna dan pelaku industri dalam evaluasi kebijakan

4. Menjaga konsistensi komitmen terhadap transisi energi bersih

 

Penutup:

Jika Anda peduli terhadap:

- Masa depan transportasi yang lebih bersih

- Nasib driver kecil yang sudah beralih ke kendaraan listrik

- Arah kebijakan energi Indonesia

Tandatangani petisi ini sekarang.

Satu tanda tangan Anda adalah langkah nyata untuk menjaga masa depan Indonesia yang lebih bersih, adil, dan berkelanjutan.

“Kami sudah beralih ke listrik. Jangan paksa kami kembali ke BBM.”

avatar of the starter
Zyovanni Satya NegaraPembuka Petisi

1.776

Masalahnya

Saya adalah seorang pengemudi taksi online yang setiap hari mencari nafkah menggunakan mobil listrik. Keputusan saya beralih ke kendaraan listrik bukan sekadar mengikuti tren, tetapi langkah sadar untuk mengurangi biaya operasional sekaligus berkontribusi terhadap pengurangan emisi dan masa depan energi bersih di Indonesia.


Namun hari ini, kami dihadapkan pada kenyataan yang mengkhawatirkan.


Terbitnya kebijakan yang mengarah pada pengurangan hingga pencabutan insentif kendaraan listrik—sebagaimana tertuang dalam Permendagri Nomor 11 Tahun 2026—menjadi ancaman nyata bagi kami sebagai pengguna langsung.


Kami bersama komunitas kendaraan listrik di Indonesia menyuarakan penolakan terhadap kebijakan ini karena berpotensi menjadi langkah mundur dalam komitmen Indonesia menuju zero emission.


Dampak Nyata bagi Driver dan Masyarakat:


Bagi kami para driver taksi online, kebijakan ini bukan sekadar angka di atas kertas. Dampaknya langsung terasa:


- Biaya pajak kendaraan meningkat (PKB & BBNKB)
- Biaya kepemilikan mobil listrik menjadi lebih mahal
- Keuntungan harian sebagai driver menurun
- Risiko kembali ke kendaraan BBM yang lebih boros dan mencemari


Kami sudah mengambil keputusan besar—berinvestasi pada kendaraan listrik demi efisiensi dan lingkungan. Namun kebijakan yang berubah secara tiba-tiba membuat kami merasa dirugikan dan tidak memiliki kepastian.


Ancaman bagi Ekosistem Kendaraan Listrik:


Insentif kendaraan listrik bukan sekadar bantuan, melainkan fondasi strategis pembangunan nasional.


Jika insentif dicabut terlalu cepat:
- Pertumbuhan pasar kendaraan listrik bisa terhenti
- Kepercayaan konsumen dan investor menurun
- Industri baterai dan ekosistem EV ikut terdampak
- Target pengurangan emisi Indonesia terancam gagal


Padahal saat ini Indonesia masih berada pada fase awal adopsi kendaraan listrik, di mana dukungan pemerintah sangat krusial.


Masalah Regulasi dan Inkonsistensi:


Kebijakan ini menimbulkan:
- Ketidakpastian hukum
- Kebingungan di tingkat daerah
- Menurunnya kepercayaan publik terhadap arah kebijakan pemerintah


Ini Bukan Sekadar Insentif — Ini Investasi Masa Depan:


Insentif kendaraan listrik adalah strategi untuk:
- Mengurangi ketergantungan impor BBM
- Menekan subsidi energi nasional
- Mendorong industri kendaraan listrik dalam negeri
- Mewujudkan udara yang lebih bersih

Menghapusnya sekarang sama saja dengan menghentikan momentum yang sudah mulai terbentuk.

 

Tuntutan Kami:

Kami, para driver taksi online dan pengguna kendaraan listrik, mendesak pemerintah untuk:

1. Menunda pencabutan insentif kendaraan listrik

2. Menyusun roadmap kebijakan yang jelas, bertahap, dan transparan

3. Melibatkan komunitas pengguna dan pelaku industri dalam evaluasi kebijakan

4. Menjaga konsistensi komitmen terhadap transisi energi bersih

 

Penutup:

Jika Anda peduli terhadap:

- Masa depan transportasi yang lebih bersih

- Nasib driver kecil yang sudah beralih ke kendaraan listrik

- Arah kebijakan energi Indonesia

Tandatangani petisi ini sekarang.

Satu tanda tangan Anda adalah langkah nyata untuk menjaga masa depan Indonesia yang lebih bersih, adil, dan berkelanjutan.

“Kami sudah beralih ke listrik. Jangan paksa kami kembali ke BBM.”

avatar of the starter
Zyovanni Satya NegaraPembuka Petisi

Perkembangan Terakhir Petisi