

Tolak harga sarang walet rendah
Masalahnya
Tolak Harga Sarang Walet Rendah, Lindungi Petani Walet Indonesia
Kami adalah petani walet di Indonesia yang sedang menghadapi tantangan besar: harga sarang walet yang terus merosot.
Padahal, kami bergantung pada penjualan sarang walet untuk menghidupi keluarga dan menjaga keberlangsungan usaha. Setiap hari kami menanggung biaya perawatan , tenaga kerja, serta berbagai risiko dalam menjaga rumah walet tetap produktif. Namun, hasil yang kami terima semakin tidak sebanding dengan biaya dan kerja keras tersebut. Harga yang terus menurun ini bukan hanya mempengaruhi kami secara individu, tetapi juga berdampak pada komunitas petani secara keseluruhan.
Apa yang mungkin tidak diketahui oleh banyak orang adalah bahwa sarang burung walet adalah salah satu komoditas ekspor utama dari Indonesia. Dalam beberapa dekade terakhir, industri ini telah menjadi sumber mata pencaharian bagi ribuan petani dan pelaku usaha di negara kita. Namun, meskipun permintaan internasional untuk sarang walet tetap tinggi, harga yang diterima oleh para petani sangat rendah. Menurut data dari Kementerian Perdagangan, harga sarang walet di tingkat petani mengalami penurunan yang sangat tajam hingga 50%. Harga yang sebelumnya dapat mencapai sekitar Rp8–14 juta per kilogram pada 2019-2023 bahkan sempat lebih tinggi , kini di sejumlah daerah hanya berada di kisaran Rp2,5–4 juta per kilogram.
Kondisi ini tidak hanya mengancam kesejahteraan petani, tetapi juga memengaruhi kualitas produk yang dapat kami hasilkan karena keterbatasan biaya pemeliharaan dan produksi. Hal ini semakin berat karena belum adanya mekanisme perlindungan harga yang memadai bagi petani walet ketika harga jatuh secara signifikan.
Yang kami persoalkan bukan sekadar naik-turunnya harga karena mekanisme pasar. Kami menuntut adanya sistem perdagangan yang lebih adil, transparan, dan memberikan perlindungan bagi petani ketika harga jatuh terlalu rendah. Saat ini, belum ada mekanisme harga dasar yang memberikan perlindungan yang memadai bagi petani walet. Dalam kondisi pasar yang sulit, posisi tawar petani menjadi sangat lemah dan harga di tingkat petani dapat ditentukan sepihak dengan nominal yang rendah.
Karena itu, kami mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk:
1. Menetapkan mekanisme harga dasar atau perlindungan harga sarang walet di tingkat petani agar petani tidak menjadi pihak yang paling dirugikan ketika harga pasar jatuh.
2. Menciptakan transparansi dalam rantai perdagangan sarang walet, termasuk standar grading dan pembentukan harga dari petani hingga pengepul dan eksportir.
3. Memberikan pelatihan, pendampingan, dan akses informasi pasar kepada petani agar kualitas dan daya tawar petani dapat meningkat.
4. Melibatkan perwakilan petani walet dalam penyusunan kebijakan, sehingga kebijakan yang dibuat mempertimbangkan kondisi dan kepentingan petani di lapangan.
Kami percaya petani walet tidak meminta harga yang tidak masuk akal. Kami hanya meminta harga yang layak dan sistem perdagangan yang adil.
Jika Anda percaya bahwa petani yang bekerja dan menanggung risiko di lapangan berhak mendapatkan bagian yang layak dari nilai komoditas yang mereka hasilkan, dukung petisi ini.
Untuk seluruh petani walet Indonesia
Petisi ini bukan milik satu daerah, satu perusahaan, atau satu kelompok. Ini adalah suara petani walet Indonesia.
Mari tandatangani dan sebarkan petisi ini kepada sesama petani walet, komunitas, serta masyarakat yang peduli terhadap keberlangsungan petani dan industri walet Indonesia.
Semakin banyak suara yang bersatu, semakin sulit suara petani untuk diabaikan.

25
Masalahnya
Tolak Harga Sarang Walet Rendah, Lindungi Petani Walet Indonesia
Kami adalah petani walet di Indonesia yang sedang menghadapi tantangan besar: harga sarang walet yang terus merosot.
Padahal, kami bergantung pada penjualan sarang walet untuk menghidupi keluarga dan menjaga keberlangsungan usaha. Setiap hari kami menanggung biaya perawatan , tenaga kerja, serta berbagai risiko dalam menjaga rumah walet tetap produktif. Namun, hasil yang kami terima semakin tidak sebanding dengan biaya dan kerja keras tersebut. Harga yang terus menurun ini bukan hanya mempengaruhi kami secara individu, tetapi juga berdampak pada komunitas petani secara keseluruhan.
Apa yang mungkin tidak diketahui oleh banyak orang adalah bahwa sarang burung walet adalah salah satu komoditas ekspor utama dari Indonesia. Dalam beberapa dekade terakhir, industri ini telah menjadi sumber mata pencaharian bagi ribuan petani dan pelaku usaha di negara kita. Namun, meskipun permintaan internasional untuk sarang walet tetap tinggi, harga yang diterima oleh para petani sangat rendah. Menurut data dari Kementerian Perdagangan, harga sarang walet di tingkat petani mengalami penurunan yang sangat tajam hingga 50%. Harga yang sebelumnya dapat mencapai sekitar Rp8–14 juta per kilogram pada 2019-2023 bahkan sempat lebih tinggi , kini di sejumlah daerah hanya berada di kisaran Rp2,5–4 juta per kilogram.
Kondisi ini tidak hanya mengancam kesejahteraan petani, tetapi juga memengaruhi kualitas produk yang dapat kami hasilkan karena keterbatasan biaya pemeliharaan dan produksi. Hal ini semakin berat karena belum adanya mekanisme perlindungan harga yang memadai bagi petani walet ketika harga jatuh secara signifikan.
Yang kami persoalkan bukan sekadar naik-turunnya harga karena mekanisme pasar. Kami menuntut adanya sistem perdagangan yang lebih adil, transparan, dan memberikan perlindungan bagi petani ketika harga jatuh terlalu rendah. Saat ini, belum ada mekanisme harga dasar yang memberikan perlindungan yang memadai bagi petani walet. Dalam kondisi pasar yang sulit, posisi tawar petani menjadi sangat lemah dan harga di tingkat petani dapat ditentukan sepihak dengan nominal yang rendah.
Karena itu, kami mendesak Pemerintah Republik Indonesia untuk:
1. Menetapkan mekanisme harga dasar atau perlindungan harga sarang walet di tingkat petani agar petani tidak menjadi pihak yang paling dirugikan ketika harga pasar jatuh.
2. Menciptakan transparansi dalam rantai perdagangan sarang walet, termasuk standar grading dan pembentukan harga dari petani hingga pengepul dan eksportir.
3. Memberikan pelatihan, pendampingan, dan akses informasi pasar kepada petani agar kualitas dan daya tawar petani dapat meningkat.
4. Melibatkan perwakilan petani walet dalam penyusunan kebijakan, sehingga kebijakan yang dibuat mempertimbangkan kondisi dan kepentingan petani di lapangan.
Kami percaya petani walet tidak meminta harga yang tidak masuk akal. Kami hanya meminta harga yang layak dan sistem perdagangan yang adil.
Jika Anda percaya bahwa petani yang bekerja dan menanggung risiko di lapangan berhak mendapatkan bagian yang layak dari nilai komoditas yang mereka hasilkan, dukung petisi ini.
Untuk seluruh petani walet Indonesia
Petisi ini bukan milik satu daerah, satu perusahaan, atau satu kelompok. Ini adalah suara petani walet Indonesia.
Mari tandatangani dan sebarkan petisi ini kepada sesama petani walet, komunitas, serta masyarakat yang peduli terhadap keberlangsungan petani dan industri walet Indonesia.
Semakin banyak suara yang bersatu, semakin sulit suara petani untuk diabaikan.

Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 27 Agustus 2026