Tolak Geothermal Bittuang " Bittuang Bukan Tanah Kosong "


Tolak Geothermal Bittuang " Bittuang Bukan Tanah Kosong "
Masalahnya
Tolak Proyek Geothermal: Bittuang Bukan Tanah Kosong!
Pernyataan Sikap:
Kepada Yth:
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Pemerintah Kabupaten Tana Toraja
Pihak Pengembang Proyek Geothermal
Bittuang adalah ruang hidup, bukan lahan proyek.
Kami, warga Bittuang dan segenap masyarakat yang peduli pada kelestarian Tana Toraja, dengan tegas menyatakan penolakan terhadap rencana proyek (geothermal) di wilayah kami.
Mengapa kami menolak?
Bukan Tanah Kosong: Istilah "eksplorasi" seringkali menganggap lahan kami sebagai lahan tidur. Kenyataannya, wilayah yang diincar adalah tanah ulayat, lahan pertanian aktif, dan kawasan hutan yang menjadi sumber mata air bagi kehidupan kami.Luas lahan 12.979 Ha adalah 80 % wilayah kecamatan Bittuang yang berpenghuni.
Ancaman Ruang Hidup: Kehadiran industri skala besar di jantung pemukiman warga akan merusak struktur sosial dan ekosistem. Kami tidak ingin mewariskan tanah yang rusak, kering, atau rawan bencana bagi anak cucu kami.
Kedaulatan Masyarakat Adat: Pembangunan tidak boleh dilakukan dengan memaksakan kehendak tanpa persetujuan utuh dari masyarakat yang menghuni tanah tersebut sejak dahulu kala. Suara masyarakat adat adalah hukum tertinggi di atas tanah leluhurnya sendiri.
Melalui petisi ini, kami menuntut pemerintah untuk segera mencabut Segala bentuk proyek yang berkaitan dengan Geothermal di Bittuang serta mencabut Bittuang dan daerah lainnya dari Wilayah Kerja Panas Bumi dan menghormati hak kami untuk menentukan arah pembangunan di daerah kami sendiri tanpa intimidasi maupun iming-iming yang merugikan masa depan lingkungan.
Selamatkan Bittuang! Jaga Toraja!

10.414
Masalahnya
Tolak Proyek Geothermal: Bittuang Bukan Tanah Kosong!
Pernyataan Sikap:
Kepada Yth:
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Pemerintah Kabupaten Tana Toraja
Pihak Pengembang Proyek Geothermal
Bittuang adalah ruang hidup, bukan lahan proyek.
Kami, warga Bittuang dan segenap masyarakat yang peduli pada kelestarian Tana Toraja, dengan tegas menyatakan penolakan terhadap rencana proyek (geothermal) di wilayah kami.
Mengapa kami menolak?
Bukan Tanah Kosong: Istilah "eksplorasi" seringkali menganggap lahan kami sebagai lahan tidur. Kenyataannya, wilayah yang diincar adalah tanah ulayat, lahan pertanian aktif, dan kawasan hutan yang menjadi sumber mata air bagi kehidupan kami.Luas lahan 12.979 Ha adalah 80 % wilayah kecamatan Bittuang yang berpenghuni.
Ancaman Ruang Hidup: Kehadiran industri skala besar di jantung pemukiman warga akan merusak struktur sosial dan ekosistem. Kami tidak ingin mewariskan tanah yang rusak, kering, atau rawan bencana bagi anak cucu kami.
Kedaulatan Masyarakat Adat: Pembangunan tidak boleh dilakukan dengan memaksakan kehendak tanpa persetujuan utuh dari masyarakat yang menghuni tanah tersebut sejak dahulu kala. Suara masyarakat adat adalah hukum tertinggi di atas tanah leluhurnya sendiri.
Melalui petisi ini, kami menuntut pemerintah untuk segera mencabut Segala bentuk proyek yang berkaitan dengan Geothermal di Bittuang serta mencabut Bittuang dan daerah lainnya dari Wilayah Kerja Panas Bumi dan menghormati hak kami untuk menentukan arah pembangunan di daerah kami sendiri tanpa intimidasi maupun iming-iming yang merugikan masa depan lingkungan.
Selamatkan Bittuang! Jaga Toraja!

10.414
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 20 Februari 2026