" TOLAK DAN HENTIKAN REKLAMASI TELUK PALU UNTUK KESELAMATAN LINGKUNGAN DAN EKONOMI MASYARAKAT "

Petisi ditutup

" TOLAK DAN HENTIKAN REKLAMASI TELUK PALU UNTUK KESELAMATAN LINGKUNGAN DAN EKONOMI MASYARAKAT "

Petisi ini mencapai 101 pendukung
Walhi Sulteng memulai petisi ini kepada SAVE TELUK PALU (Walhi Sulteng)

Pada seluas area sekitar 38, 8 hektare, kegiatan perdana reklamasi teluk Palu dilaksanakan dan disaksikan langsung oleh Wakil Walikota Mulhanan Tombolotutu di Kelurahan Talise, Kecamatan Mantikulore pada hari Kamis, (09/01/2014).

Sungguh ironi, kebijakan ini diambil oleh pemerintah daerah kota Palu untuk diserahkan kepada Perusahaan Daerah (Perusda) bersama sejumlah investor dalam negeri dengan dalih sebagai pengembangan kawasan pariwisata yang nantinya akan dibangun pusat perbelanjaan tanpa melihat keselamatan lingkungan dan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan teluk Palu yang menggantungkan hidupnya sebagai nelayan dan petani garam.

Perlu kita ketahui, petani garam yang berada di tengah kota Palu merupakan sesuatu hal yang langka di Indonesia. Namun, kita tidak melihat dukungan serius dari pemerintah kota Palu untuk mengembangkan sesuatu yang langka ini sebagai hal yang membanggakan bagi kota Palu, sebagai kota penghasil garam terbesar. Karena secara geografis, Sulawesi Tengah merupakan salah satu Provinsi yang memiliki laut yang sangat luas, untuk itu kota Palu sangat berpotensi menjadi sebagai penghasil garam.

Oleh karena itu, reklamasi teluk Palu ini tidak bisa kita lihat secara parsial, karena dampaknya akan terjadi sangat luas. Jika reklamasi di sekitar teluk Palu tetap dilakukan, otomatis akan memperkecil tampungan air laut. Tidak menuntut kemungkinan di Kabupaten Donggala atau di Kabupaten Toli-toli akan terjadi abrasi secara terus menerus. Bisa dipastikan kerusakan-kerusakan biota laut terjadi terjadi akibat aktifitas reklamasi.

Untuk itu, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sulawesi Tengah meminta dukungan kepada seluruh lapisan masyarakat agar pemerintah daerah, dalam hal ini kepada Rusdy Mastura sebagai Walikota Kota Palu yang akan habis masa periodenya, menggunakan cara logika berpikir yang panjang untuk mengedepankan keselamatan lingkungan hidup dan keselamatan rakyat dalam langkah-langkah pembangunan daerah.

Petisi ditutup

Petisi ini mencapai 101 pendukung

Sebarkan petisi ini