Tingkatkan Profesionalisme Imigrasi terkait WHV


Tingkatkan Profesionalisme Imigrasi terkait WHV
Masalahnya
Sebagai peserta program Working Holiday Visa (WHV) tahun 2025, saya dan banyak rekan lainnya sangat kecewa dengan ketidakprofesionalan yang diperlihatkan oleh pihak imigrasi Indonesia dalam menangani pengajuan Surat Dukungan Untuk Work & Holiday Visa (SDUWHV) untuk bekerja dan berlibur di Australia. Kami telah melakukan berbagai persiapan dan pengorbanan pribadi demi mengikuti acara tahunan ini.
Para peserta, termasuk saya, sudah mengeluarkan dana pribadi dalam jumlah yang tidak sedikit untuk mempersiapkan diri mengikuti WHV. Kami juga telah mengajukan cuti atau izin dari kantor, berharap bisa mengikuti proses dengan lancar. Selain itu, pihak imigrasi sudah memberikan kode-kode tertentu di Instagram mereka sejak sebulan sebelum acara, menambah antisipasi kami. Bahkan, tanggal acara telah diumumkan dua minggu sebelum 15 Oktober 2025.
Namun, pada hari pelaksanaan yang dijadwalkan pada 15 Oktober, situs web resmi imigrasi yang seharusnya dapat diakses mengalami gangguan sejak pukul 09:00 WIB. Lebih parahnya lagi, pihak imigrasi tidak ada klarifikasi apapun hingga pukul 21:07 WIB, mereka mengeluarkan permintaan maaf, dan menjelaskan bahwa web imigrasi 1,4 juta hit. Sangat mengecewakan dan tidak profesional, karena tidak sedikit dari kami yang mengeluarkan sumber daya nonmateriil, dan materiil untuk dapat melaksanakan war hari itu. Bahkan ada teman kami yang harus keluar kota hanya untuk mendapatkan WarNet (Warung Internet) dengan kecepatan bagus, lebih dari 10 jam kami terbuang sia-sia. Masalah ini menyebabkan seluruh proses tertunda hingga hari ini, 17 Oktober 2025.
pada 17 Oktober 2025 hari ini pun, website kembali tidak bisa diakses, sistem error sehingga pihak imigrasi melakukan perbaikan web dari pukul 12:00 WIB hingga 14:00 WIB. Alih-alih web dapat diakses dengan lancar malah masih sama error-nya. Web masih belum bisa diakses, namun tiba-tiba kami dapat kabar bahwa kuota pengajuan SDUWHV yang semula 3/5420 menjadi 4900/5420 pada sekitar pukul 16:00 yang membuat kami panik dan bingung karena kami sama sekali belum bisa mengakses web tersebut.
Situasi ini sangat merugikan kami sebagai peserta. Harapan kami telah pupus karena ketidakmampuan pihak imigrasi dalam menyelenggarakan acara yang seharusnya sudah menjadi agenda tahunan mereka. Ketidakprofesionalan ini bukan hanya mencerminkan buruknya manajemen, tetapi juga membuang waktu dan sumber daya kami.
Kami mendesak pihak imigrasi Indonesia untuk meningkatkan standar profesionalismenya dalam menangani pengajuan SDUWHV di masa depan. Tindakan cepat dan efektif perlu diambil untuk memastikan masalah seperti ini tidak terulang kembali. Kami meminta perhatian segera dari pihak terkait untuk memperbaiki kondisi ini agar ke depannya bisa menjalankan tanggung jawab dengan lebih baik.
Demi kebaikan kita semua, saya mohon dukungan Anda untuk menandatangani petisi ini agar suara kami didengar dan perubahan positif dapat diwujudkan. Tanda tangani petisi ini sekarang dan bantu kami mendorong perubahan ke arah yang lebih baik.
1.966
Masalahnya
Sebagai peserta program Working Holiday Visa (WHV) tahun 2025, saya dan banyak rekan lainnya sangat kecewa dengan ketidakprofesionalan yang diperlihatkan oleh pihak imigrasi Indonesia dalam menangani pengajuan Surat Dukungan Untuk Work & Holiday Visa (SDUWHV) untuk bekerja dan berlibur di Australia. Kami telah melakukan berbagai persiapan dan pengorbanan pribadi demi mengikuti acara tahunan ini.
Para peserta, termasuk saya, sudah mengeluarkan dana pribadi dalam jumlah yang tidak sedikit untuk mempersiapkan diri mengikuti WHV. Kami juga telah mengajukan cuti atau izin dari kantor, berharap bisa mengikuti proses dengan lancar. Selain itu, pihak imigrasi sudah memberikan kode-kode tertentu di Instagram mereka sejak sebulan sebelum acara, menambah antisipasi kami. Bahkan, tanggal acara telah diumumkan dua minggu sebelum 15 Oktober 2025.
Namun, pada hari pelaksanaan yang dijadwalkan pada 15 Oktober, situs web resmi imigrasi yang seharusnya dapat diakses mengalami gangguan sejak pukul 09:00 WIB. Lebih parahnya lagi, pihak imigrasi tidak ada klarifikasi apapun hingga pukul 21:07 WIB, mereka mengeluarkan permintaan maaf, dan menjelaskan bahwa web imigrasi 1,4 juta hit. Sangat mengecewakan dan tidak profesional, karena tidak sedikit dari kami yang mengeluarkan sumber daya nonmateriil, dan materiil untuk dapat melaksanakan war hari itu. Bahkan ada teman kami yang harus keluar kota hanya untuk mendapatkan WarNet (Warung Internet) dengan kecepatan bagus, lebih dari 10 jam kami terbuang sia-sia. Masalah ini menyebabkan seluruh proses tertunda hingga hari ini, 17 Oktober 2025.
pada 17 Oktober 2025 hari ini pun, website kembali tidak bisa diakses, sistem error sehingga pihak imigrasi melakukan perbaikan web dari pukul 12:00 WIB hingga 14:00 WIB. Alih-alih web dapat diakses dengan lancar malah masih sama error-nya. Web masih belum bisa diakses, namun tiba-tiba kami dapat kabar bahwa kuota pengajuan SDUWHV yang semula 3/5420 menjadi 4900/5420 pada sekitar pukul 16:00 yang membuat kami panik dan bingung karena kami sama sekali belum bisa mengakses web tersebut.
Situasi ini sangat merugikan kami sebagai peserta. Harapan kami telah pupus karena ketidakmampuan pihak imigrasi dalam menyelenggarakan acara yang seharusnya sudah menjadi agenda tahunan mereka. Ketidakprofesionalan ini bukan hanya mencerminkan buruknya manajemen, tetapi juga membuang waktu dan sumber daya kami.
Kami mendesak pihak imigrasi Indonesia untuk meningkatkan standar profesionalismenya dalam menangani pengajuan SDUWHV di masa depan. Tindakan cepat dan efektif perlu diambil untuk memastikan masalah seperti ini tidak terulang kembali. Kami meminta perhatian segera dari pihak terkait untuk memperbaiki kondisi ini agar ke depannya bisa menjalankan tanggung jawab dengan lebih baik.
Demi kebaikan kita semua, saya mohon dukungan Anda untuk menandatangani petisi ini agar suara kami didengar dan perubahan positif dapat diwujudkan. Tanda tangani petisi ini sekarang dan bantu kami mendorong perubahan ke arah yang lebih baik.
1.966
Suara Pendukung
Petisi dibuat pada 17 Oktober 2025