STOP PERDAGANGAN DAGING ANJING DI SUMATERA

STOP PERDAGANGAN DAGING ANJING DI SUMATERA

Masalahnya

Kami mengajak Anda untuk melihat kenyataan yang mengerikan ini: anjing dimasukkan ke dalam karung dengan mulut terikat rapat. Tubuh mereka dipajang setelah dibakar. Mereka adalah makhluk hidup, tetapi diperlakukan seperti benda mati. Mereka menderita di dalam kandang yang kotor dan penuh sesak.

Inilah fakta kejam yang ditemukan oleh tim investigasi gabungan Lady Freethinker dan Toba Animal Friends di Sumatra, Indonesia:

  •  Di Medan, sekitar 200 anjing dibunuh setiap minggunya—hanya di kota ini saja, belum termasuk daerah lain di Sumatera Utara. Sementara itu, di Pekanbaru, sekitar 100 anjing dibunuh setiap minggu, juga tidak termasuk daerah lain di Provinsi Riau. Dan di Bandar Lampung, sekitar 100 anjing dibunuh setiap minggu, tidak termasuk daerah lain di Provinsi Lampung. Angka-angka ini menunjukkan skala kekejaman yang tak terbayangkan.
  • Pencurian dan Pengiriman yang Kejam: Anjing-anjing, yang sebagian besar dicuri dari rumah atau ditangkap dari jalanan, dikirim dalam perjalanan panjang yang brutal. Banyak dari mereka mati karena stres, kelelahan, dan kepanasan bahkan sebelum sampai di tempat penyembelihan.
  • Penyiksaan Saat Penyembelihan: Penyembelihan dilakukan dengan cara yang sangat kejam. Anjing-anjing digorok lehernya, ditusuk jantungnya, atau bahkan dibakar hidup-hidup, semuanya saat mereka masih sadar dan merasakan sakit yang luar biasa.


Meskipun Wali Kota Medan SUDAH MENGELUARKAN SURAT EDARAN HIMBAUAN UNTUK TIDAK MENGKONSUMSI ANJING, praktik perdagangan daging anjing tetap berlanjut di kota ini. Aturan itu tidak ditegakkan, dan hewan-hewan terus dibunuh secara terbuka.


Kami mendesak Pemerintah Sumatra untuk bertindak sekarang juga:

  1.  Larang perdagangan daging anjing di seluruh wilayah Sumatra.
  2. Pastikan pemerintahan di seluruh wilayah Sumatera menegakkan larangan perdagangan daging anjing tanpa kompromi, serta Gubernur dan Wali Kota Padang menghentikan pengiriman anjing dari Padang.

Setiap hari yang berlalu tanpa tindakan adalah hari di mana penderitaan dan risiko terus bertambah, baik bagi hewan maupun manusia.


👉 Mari bersatu suarakan penolakan kita untuk mengakhiri kekejaman ini sekarang juga!


English Version

We invite you to witness this horrifying reality: dogs are stuffed into sacks with their mouths tightly bound. Their bodies are displayed after being burned. They are living beings, yet treated like lifeless objects. They suffer in filthy, overcrowded cages.

These are the brutal facts uncovered by the joint investigative team of Lady Freethinker and Toba Animal Friends in Sumatra, Indonesia:

  • In Medan, around 200 dogs are killed every week—and this is just in the city itself, not counting other areas in North Sumatra. In Pekanbaru, around 100 dogs are killed every week, also not counting other areas in Riau Province. In Bandar Lampung, around 100 dogs are killed every week, not counting other areas in Lampung Province. These numbers reveal an unimaginable scale of cruelty.
  • Cruel Theft and Transport:
    Most of the dogs are stolen from homes or captured from the streets, then transported on a long, brutal journey. Many of them die from stress, exhaustion, and overheating even before reaching the slaughterhouses.
  • Torture During Slaughter: The killing is done in extremely cruel ways. Dogs have their throats slit, their hearts stabbed, or are even burned alive—all while they are still conscious and experiencing excruciating pain.

Even though the Mayor of Medan HAS ISSUED AN OFFICIAL NOTICE urging people not to consume dog meat, the dog meat trade continues in the city. The rule is not enforced, and animals continue to be slaughtered openly.

We urge the Sumatra government to take immediate action:

1. Ban the dog meat trade throughout Sumatra.

2. Ensure that governments across all regions of Sumatra strictly enforce the ban, without compromise, and that the Governor and Mayor of Padang stop the shipment of dogs from Padang.

Every day without action is another day of increasing suffering and danger—for both animals and humans.

👉 Let’s unite and raise our voices to end this cruelty now!

 

 

15.232

Masalahnya

Kami mengajak Anda untuk melihat kenyataan yang mengerikan ini: anjing dimasukkan ke dalam karung dengan mulut terikat rapat. Tubuh mereka dipajang setelah dibakar. Mereka adalah makhluk hidup, tetapi diperlakukan seperti benda mati. Mereka menderita di dalam kandang yang kotor dan penuh sesak.

Inilah fakta kejam yang ditemukan oleh tim investigasi gabungan Lady Freethinker dan Toba Animal Friends di Sumatra, Indonesia:

  •  Di Medan, sekitar 200 anjing dibunuh setiap minggunya—hanya di kota ini saja, belum termasuk daerah lain di Sumatera Utara. Sementara itu, di Pekanbaru, sekitar 100 anjing dibunuh setiap minggu, juga tidak termasuk daerah lain di Provinsi Riau. Dan di Bandar Lampung, sekitar 100 anjing dibunuh setiap minggu, tidak termasuk daerah lain di Provinsi Lampung. Angka-angka ini menunjukkan skala kekejaman yang tak terbayangkan.
  • Pencurian dan Pengiriman yang Kejam: Anjing-anjing, yang sebagian besar dicuri dari rumah atau ditangkap dari jalanan, dikirim dalam perjalanan panjang yang brutal. Banyak dari mereka mati karena stres, kelelahan, dan kepanasan bahkan sebelum sampai di tempat penyembelihan.
  • Penyiksaan Saat Penyembelihan: Penyembelihan dilakukan dengan cara yang sangat kejam. Anjing-anjing digorok lehernya, ditusuk jantungnya, atau bahkan dibakar hidup-hidup, semuanya saat mereka masih sadar dan merasakan sakit yang luar biasa.


Meskipun Wali Kota Medan SUDAH MENGELUARKAN SURAT EDARAN HIMBAUAN UNTUK TIDAK MENGKONSUMSI ANJING, praktik perdagangan daging anjing tetap berlanjut di kota ini. Aturan itu tidak ditegakkan, dan hewan-hewan terus dibunuh secara terbuka.


Kami mendesak Pemerintah Sumatra untuk bertindak sekarang juga:

  1.  Larang perdagangan daging anjing di seluruh wilayah Sumatra.
  2. Pastikan pemerintahan di seluruh wilayah Sumatera menegakkan larangan perdagangan daging anjing tanpa kompromi, serta Gubernur dan Wali Kota Padang menghentikan pengiriman anjing dari Padang.

Setiap hari yang berlalu tanpa tindakan adalah hari di mana penderitaan dan risiko terus bertambah, baik bagi hewan maupun manusia.


👉 Mari bersatu suarakan penolakan kita untuk mengakhiri kekejaman ini sekarang juga!


English Version

We invite you to witness this horrifying reality: dogs are stuffed into sacks with their mouths tightly bound. Their bodies are displayed after being burned. They are living beings, yet treated like lifeless objects. They suffer in filthy, overcrowded cages.

These are the brutal facts uncovered by the joint investigative team of Lady Freethinker and Toba Animal Friends in Sumatra, Indonesia:

  • In Medan, around 200 dogs are killed every week—and this is just in the city itself, not counting other areas in North Sumatra. In Pekanbaru, around 100 dogs are killed every week, also not counting other areas in Riau Province. In Bandar Lampung, around 100 dogs are killed every week, not counting other areas in Lampung Province. These numbers reveal an unimaginable scale of cruelty.
  • Cruel Theft and Transport:
    Most of the dogs are stolen from homes or captured from the streets, then transported on a long, brutal journey. Many of them die from stress, exhaustion, and overheating even before reaching the slaughterhouses.
  • Torture During Slaughter: The killing is done in extremely cruel ways. Dogs have their throats slit, their hearts stabbed, or are even burned alive—all while they are still conscious and experiencing excruciating pain.

Even though the Mayor of Medan HAS ISSUED AN OFFICIAL NOTICE urging people not to consume dog meat, the dog meat trade continues in the city. The rule is not enforced, and animals continue to be slaughtered openly.

We urge the Sumatra government to take immediate action:

1. Ban the dog meat trade throughout Sumatra.

2. Ensure that governments across all regions of Sumatra strictly enforce the ban, without compromise, and that the Governor and Mayor of Padang stop the shipment of dogs from Padang.

Every day without action is another day of increasing suffering and danger—for both animals and humans.

👉 Let’s unite and raise our voices to end this cruelty now!

 

 

Perkembangan Terakhir Petisi