

STOP NORMALISASI RUBEN ONSU: BOIKOT FIGUR PUBLIK BERMASALAH DI TELEVISI
Masalahnya
Kami sebagai masyarakat dan penonton memiliki hak untuk menentukan siapa yang ingin kami dukung dan siapa yang tidak lagi ingin kami lihat mendapatkan panggung.
Ruben Onsu merupakan figur publik yang belakangan menjadi sorotan karena berbagai persoalan dan kontroversi, termasuk proses hukum yang sedang berjalan. Namun, di tengah situasi tersebut, dirinya masih mendapatkan ruang di layar televisi.
Kami mempertanyakan: sampai kapan popularitas dan rating menjadi alasan untuk terus memberikan panggung kepada figur publik yang sedang menghadapi persoalan serius?
Petisi ini bukanlah pengadilan dan bukan pula upaya untuk menggantikan proses hukum. Boikot adalah bentuk sikap publik.
Kami memilih untuk tidak memberikan perhatian, engagement, dukungan, maupun daya beli kepada figur publik yang menurut kami sudah tidak layak dinormalisasi seperti tidak terjadi apa-apa.
Kami meminta televisi dan brand mendengarkan suara penontonnya.
Kami menyerukan boikot publik terhadap Ruben Onsu sebagai bentuk aspirasi konsumen.
Boikot yang dimaksud bukan kekerasan, ancaman, atau tindakan melawan hukum. Boikot adalah hak masyarakat untuk memilih siapa yang ingin mereka tonton, ikuti, dukung, dan berikan engagement.
Kami meminta:
Trans TV dan stasiun televisi lainnya mengevaluasi penampilan Ruben Onsu.
Production house dan program televisi mempertimbangkan kembali pemberian panggung kepadanya.
Brand mempertimbangkan kembali kerja sama yang menggunakan Ruben Onsu sebagai figur promosi.
Media tidak menjadikan popularitas dan rating sebagai satu-satunya pertimbangan.
Publik menggunakan haknya sebagai penonton dan konsumen untuk tidak memberikan dukungan kepada figur yang dianggap tidak lagi merepresentasikan nilai yang ingin mereka dukung.
Kami bukan hakim. Kami adalah penonton.
Kami tidak bisa menentukan siapa yang menjadi tersangka atau siapa yang nantinya dinyatakan bersalah. Itu adalah kewenangan hukum.
Tetapi kami bisa menentukan siapa yang kami tonton.
Kami bisa menentukan siapa yang kami dukung.
Kami bisa menentukan kepada siapa kami memberikan engagement.
Dan kami bisa mengatakan: CUKUP.
Jangan normalisasi kontroversi hanya karena rating.
Jangan berikan panggung hanya karena popularitas.
Dengarkan suara penonton.
STOP NORMALISASI RUBEN ONSU.
BOIKOT FIGUR PUBLIK BERMASALAH DI TELEVISI.
755
Masalahnya
Kami sebagai masyarakat dan penonton memiliki hak untuk menentukan siapa yang ingin kami dukung dan siapa yang tidak lagi ingin kami lihat mendapatkan panggung.
Ruben Onsu merupakan figur publik yang belakangan menjadi sorotan karena berbagai persoalan dan kontroversi, termasuk proses hukum yang sedang berjalan. Namun, di tengah situasi tersebut, dirinya masih mendapatkan ruang di layar televisi.
Kami mempertanyakan: sampai kapan popularitas dan rating menjadi alasan untuk terus memberikan panggung kepada figur publik yang sedang menghadapi persoalan serius?
Petisi ini bukanlah pengadilan dan bukan pula upaya untuk menggantikan proses hukum. Boikot adalah bentuk sikap publik.
Kami memilih untuk tidak memberikan perhatian, engagement, dukungan, maupun daya beli kepada figur publik yang menurut kami sudah tidak layak dinormalisasi seperti tidak terjadi apa-apa.
Kami meminta televisi dan brand mendengarkan suara penontonnya.
Kami menyerukan boikot publik terhadap Ruben Onsu sebagai bentuk aspirasi konsumen.
Boikot yang dimaksud bukan kekerasan, ancaman, atau tindakan melawan hukum. Boikot adalah hak masyarakat untuk memilih siapa yang ingin mereka tonton, ikuti, dukung, dan berikan engagement.
Kami meminta:
Trans TV dan stasiun televisi lainnya mengevaluasi penampilan Ruben Onsu.
Production house dan program televisi mempertimbangkan kembali pemberian panggung kepadanya.
Brand mempertimbangkan kembali kerja sama yang menggunakan Ruben Onsu sebagai figur promosi.
Media tidak menjadikan popularitas dan rating sebagai satu-satunya pertimbangan.
Publik menggunakan haknya sebagai penonton dan konsumen untuk tidak memberikan dukungan kepada figur yang dianggap tidak lagi merepresentasikan nilai yang ingin mereka dukung.
Kami bukan hakim. Kami adalah penonton.
Kami tidak bisa menentukan siapa yang menjadi tersangka atau siapa yang nantinya dinyatakan bersalah. Itu adalah kewenangan hukum.
Tetapi kami bisa menentukan siapa yang kami tonton.
Kami bisa menentukan siapa yang kami dukung.
Kami bisa menentukan kepada siapa kami memberikan engagement.
Dan kami bisa mengatakan: CUKUP.
Jangan normalisasi kontroversi hanya karena rating.
Jangan berikan panggung hanya karena popularitas.
Dengarkan suara penonton.
STOP NORMALISASI RUBEN ONSU.
BOIKOT FIGUR PUBLIK BERMASALAH DI TELEVISI.
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 23 Agustus 2026