Soal UN Tersebar, Revisi Pertimbangan UN Untuk SNMPTN 2016!

Petisi ditutup

Soal UN Tersebar, Revisi Pertimbangan UN Untuk SNMPTN 2016!

Petisi ini mencapai 16.727 pendukung


Sejak tahun 2015 UN sudah tidak lagi menjadi penentu kelulusan. Kelulusan ditentukan oleh sekolah melalui ujian sekolah, bukan melalui UN. Sayangnya, hal tersebut tidak membuat semua peserta UN 2016 benar-benar berani untuk jujur menghadapi UN. Kecurangan masih tetap terjadi. Banyak siswa yang telah berusaha untuk jujur merasa dicurangi dan kecewa. Walaupun pelaksanaan UN di sebagian sekolah kini berbasis komputer - yang bertujuan agar lebih ramah lingkungan, praktis dan modern - hal ini justru menjadi penyebab terjadinya kecurangan.

Kecurangan terjadi karena tidak serentaknya waktu pelaksanaan UN PBT (Paper Based Test) dan CBT (Computer Based Test), sedangkan soal yang diujikan ternyata sama. Sejak hari pertama sudah terjadi banyak kecurangan. Pada hari pertama pelaksanaan UN (4 April 2016), kami menemukan bocoran soal dari peserta PBT untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Kimia. Soal-soal tersebut difoto atau dicatat oleh peserta PBT kemudian dibocorkan melalui media sosial kepada peserta CBT, yang tentunya merupakan perbuatan ilegal dan menyalahi aturan. Soal yang dibocorkan tersebut ternyata sama persis dengan yang diujikan kepada peserta CBT keesokan harinya, yaitu Kimia. Kecurangan ini juga terulang di hari-hari berikutnya. Perlu digarisbawahi bahwa isi soal-soal PBT dan CBT yang diujikan adalah sama hanya beberapa urutan diacak. Kami tidak habis pikir mengapa bapak menteri serta para penyelenggara UN bersikeras mengatakan bahwa tidak ada kesamaan soal antara soal PBT dan CBT.

Selain itu, pengurangan jumlah paket soal dari 20 paket menjadi 5 paket juga turut mendukung terjadinya kebocoran soal. Dengan semakin sedikitnya paket, peserta yang curang tidak perlu mencari bocoran dengan susah payah. Hal ini juga meningkatkan persentase kesamaan soal, karena jumlah paket semakin sedikit.

Yang justru menyedihkan adalah hal ini dibenarkan oleh pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi DIY. Melalui wawancara dengan Tribun Jogja, Drs. R. Kadarmanta Baskara Aji, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY justru mengatakan, "kalau mengerjakan soal sekalipun dari PBT untuk belajar, boleh saja nggak ada masalah. Ibaratnya sama dengan kalau guru membuatkan soal buat latihan anak-anak."
Perlu digarisbawahi bahwa soal UN adalah Dokumen Negara yang berstatus Sangat Rahasia sehingga tidak seharusnya dibawa keluar ruangan ujian apalagi disebarkan.

Mendengar pengumuman bahwa tahun ini hasil UN akan menjadi komponen penilaian untuk SNMPTN, kami, Pelajar Jujur Indonesia, meminta agar UN tahun ini dievaluasi pelaksanaannya dan agar hasil UN sama sekali tidak digunakan sebagai komponen penilaian untuk SNMPTN dengan maksud memperoleh keadilan untuk teman teman kami yang memiliki integritas diri yang tinggi dan memilih tetap mengerjakan UN dengan jujur.

 

 

Edit (9 April 2016) :

N.B. Cek galeri gambar kami sebagai bukti atas petisi ini :

https://goo.gl/photos/vaUWaBbA1MtPCk6X6



Hari ini: Pelajar Jujur mengandalkanmu

Pelajar Jujur SMA membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Soal UN Tersebar, Revisi Pertimbangan UN Untuk SNMPTN 2016!". Bergabunglah dengan Pelajar Jujur dan 16.726 pendukung lainnya hari ini.