Petition updateTolak Kebun yang Hancurkan Tanah Adat Kami di Kebar, Tambrauw, Papua Barat!TOLAK KELAPA SAWIT DI KEBAR KAB. TAMBRAUW PAPUA BARAT

Jan SedikIndonesia

Nov 24, 2017
Kabupaten Tambrauw adalah Salah satu kabupaten Konservasi Yang ada di Provindi Papua dan Bapua Barat. Jika terus di lindungi dan dirawat dengan baik maka akan menjadi Icon Papua sebagai Kabupaten Konservasi dan dimata dunia akan dihargai sebagai kabupaten yang terus menjaga dan melestarikan lingkungan. Membantu memberikan kontribusi sebagai paru paru dunia. Dimana hadir sebagai panangkal global warming. Amazon menyediakan rainforestnya,Tambrauw juga menyediakan rainforestnya dan menyumbang energi terbarukan yang nol polusi dan ramah lingkungan.
Lembah kebar adalah kawasan Agropolitan. Dimana diperuntukan untuk perkebunan. Akan tetapi bukan perkebunan kelapa sawit. Perkebunan yang dimaksudkan disini adalah memperdayakan masyarakat adat yang telah mendiami lembah lebar dan sekitarnya. Dengan memberi pelatihan dan bimbingan yang berkelanjutan untuk merawat dan membudidayakan perkebunannya mereka seperti kebun kopi dikebar,senopi dan asiti. Kebun Kakao di senopi,kebun kacang tanah dan masih banyak lagi. Selain itu dilembah kebar juga terdapat tumbuhan endemik yang namanya Rumput Kebar yang tumbuh dan tersebar disepanjang lembah kebar. Mempunyai kasiat tersendiri terhadap kesuburan pria wanita dan daya tahan tubuh. Tumbuhan ini hanya tumbuh dibeberpa daerah didunia. Tidak semua tempat bisa tumbuh.
Lembah kebar juga menyimpan beribu pesona yang menawarkan panorama alam yang indah. Padang rumput yang luas. Berada dibawa lindungan pegunungan yang menjulang. Kedepannya bisa dijadikan kawasan agrowisata dan ekowisata yang sangat mahal. Kenapa harus mau ditanami kepala sawit?? Apakah hanya dengan kelapa sawit masyarakat bisa hidup? Saya pikir,tidak. Tanpa sawit masyarakat Tambrauw,masyarakat kebar bisa hidup. Buktinya ratus ribu tahun mereka telah hidup sebelum adanya kelapa sawit. Apa yang kurang dari alam yang disediakan kepada masyarakat adat?? Coba pikirkan itu baik baik. Jika kelapa sawit tetap ada maka ada beberapa hal yang perlu digaris bawahi:
1. Tambrauw bukan lagi sebagai kabupaten Konservasi seperti sedia kala yang di promosikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tambrauw. Dimana,sekarang 80% kawasan konservasi sudah mulai berkurang menjadi 60%. Mungkin 10 tahun lagi akan tinggal 20%. Bahkan tidak ada. Semuanya akan diperuntukan untuk perkebunan,pertambangan dan lahan pemukiman.
2. Dengan kehadiran perkebunan kelapa sawit akan memberikan dampak yang signifikan. Ekosistem akan hancur. Alang alang akan dibabat habis. Rumput kebar akan punah. Rawa apriri akan kering. Babi,rusa,sapi,burung dilembah kebar akan mati kelaparan dan mati kehausan. Sungai sungai kecil akan mengering,sungai besar seperti sungai kamundan akan mengecil jadi sungai kecil. Masyarakat akan kebingungan mencari tempat tinggal. Masih banyak lagi kasus yang akan terjadi setelah kehadiran kepala sawit. Apakah tanpa sawit masyarakat bisa hidup??
3. Tambrauw yang diimpikan sebagai kabupaten konservasi dimana akan menyediakan energi terbarukan untuk beberapa kabupaten yang berada disekelilingnya dengan menyediakan pembangkit listrik tenaga air(PLTH) Akan menjadi mimpi belaka. Karena sungai sungai sebagai suplayer akan kering semua. Daerah aliran sungai(DAS) Telah ditumbuhi pohon sawit yang dimana satu pohon dapat membutuhan asupan air yang tidak sedikit setiap harinya.
4. Kearifan lokal akan meredup dengan sendirinya. Bahasa daerah akan hilang. Karena tergantikan dengan bahasa teknisnya perusahan. Terutama bahasa bahasa sehari hari yang dibicarakan. Kekeluargaan ala orang Papua akan hilang ketika satu kepentingan baru masuk seperti adanya perkebunan kepala sawit.
5. Transmigrasi dan imigran lokal akan menyerobot masuk. Mereka datang untuk menyambung hidup dengan menjadi kuli dan mencari kerja lainnya. Mereka tidak bisa dipersalahkan dikemudian hari. Karena mereka juga membutuhkan pekerjaan untuk menyambung hidup. Tapi yang tersingkir adalah masyarakat adat mpur,karoon,meyah,madik,yembun dan lain sebagainya. Apakah anda mau seperti itu??
Ayoo selamatakan dan kembalikan Kabupaten Tambrauw sebagai Kabupaten Konservasi bukan kabupaten kelapa sawit,kabupaten pertambangan dan lain sebaginya. Tolong beri dukungan dengan menandatangi petisi ini. Sudah 124 orang yang menadatangani petisi ini. Kami membutuhkan kepedulian anda.
Support now
Sign this petition
Copy link
WhatsApp
Facebook
Nextdoor
Email
X