Petition updateTolak Kebun yang Hancurkan Tanah Adat Kami di Kebar, Tambrauw, Papua Barat!TOLAK KELAPA SAWIT DI KEBAR KAB TAMBRAUW PAPUA BARAT
Jan SedikIndonesia
Nov 25, 2017
Surat Keputusan Kementrian Kehutanan Republik Indonesia Nomor 873/Menhut-II/2014 tentang pelepasan kawasan hutan Produksi yang dapat dikonversikan untuk perkebunan kepala sawit PT. BINTUNI AGRO PRIMA PERKASA di Kab. TAMBRAUW PAPUA BARAT seluas 19.368,77 Ha. Tentu ini tidak dengan serta merta dikeluarkan dari kemhut. Tetapi tentu telah mendapatkan rekomendasi dari kepala daerah dengan Nomor 551/296/2015. Tentang izin lokasi budidaya tanaman pangan dan pengolahan seluas 19.368,77 Ha di distrik kebar dan distrik senopi kepada PT. BINTUNI AGRO PRIMA PERKASA. Tentu dapat dikaji ulang karena kehadiran perusahan ini baru diketahui oleh masyarakat umum sejak beberapa bulan terakhir. Dan sudah beberapa tahun berlalu pihak perusahan dan pemerintah daerah tidak open cominication dengan publik. Masyarakat Mpur,Meyah,Karoon,Madik,Yembun,ambun dan lain sebagianya sebagai pemilik hak tanah adat yang telah mendiami lembah kebar dan sekitarnya ratus ribu tahun sebelumnya. Mereka sebagai masyatakat harus tahu dan mempunyai hak tunggal untuk memutuskan apakah perusahan itu boleh beroperasi diatas tanahnya mereka atau tidak. Pemerintah dan segala elemen harus tahu bahwa masyarakat adat adalah pemegang hak tunggal dan memiliki kebebasan penuh untuk memilih dan memutuskan,menerima dan menolak.Jangan ada simpang siur dalam hal ini. Masayarakat sendiri juga harus tahu itu. Masyarakat adat baru mengetahui itu dua bulan lalu. Akan tetapi pihakperusahan bersikeras dengan mengatakan bahwa hanya menanam jagung dan tidak lebih dari itu. Akan tetapi setelah surat keputusan kementrian ada. Maka sudah jelas bahwa bukan kebun jagung melainkan perkebunan kelapa sawit. Semua elemen harus dengan tegas menolak perkebunan kelapa sawit. Banyak tanah adat yang telah dijarah habis demi kepala sawit. Masyarakat adat dan pemilik hak ulayat dibeberapa daerah seperti Kalimantan,Sumatra,Sulawesi,Sumatra,Papua sebagian dan belahan dunia lain. Mereka telah menjadi korban darinkehadiran kelapa sawit. Oleh karena itu,kami mengajak semua elemen untuk dengan tegas menolak perkebunan kelapa sawit di kebar. Save Lembah Kebar Salam kompak
Copy link
WhatsApp
Facebook
Nextdoor
Email
X