Petition update

Publik Figur Ramai-Ramai Dukung Pengusutan Pembunuhan Gajah Bunta di Aceh

Teungku Nurhayati
Indonesia

Jun 12, 2018 — Alhamdulilah, terimakasih saya ucapkan kepada semua yang sudah ikut dukung petisi saya, dan ternyata dukungan juga datang dari sejumlah publik figure memberikan dukungannya agar aparat keamanan bisa mengusut tuntas pembunuhan gajah jinak bernama Bunta di Aceh. Mereka menyatakan kesedihannya karena gajah itu dibunuh dengan sadis dan gadingnya hilang sebelah.
Sejumlah artis seperti Chicco Jerikho, Arifin Putra, Tulus, Wulan Guritno, Baim Wong, Ammar Zoni, Irish Bella, Melly Goeslaw, Putri Marino, Rio Dewanto dan Daniel Mananta memposting dukungannya melalui akun sosial media mereka dengan meminta para fansnya turut mendukung sebuah petisi yang dibuat seorang ulama perempuan dari Aceh bernama Teungku Nurhayati terkait pembunuhan gajah Bunta dari Conservation Response Unit (CRU) Serbajadi di Aceh Timur.
Petisi ini meminta pengusutan kasus pembunuhan gajah Bunta dan meminta Pemerintah Indonesia segera merevisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Keanekaragaman hayati dan Ekosistem terkait penerapan hukuman yang berat bagi pembunuh satwa. Dalam 24 jam petisi yang dikeluarkan di Change.org ini telah mendapat dukungan lebih dari 7000 orang.
Chicco Jerikho adalah salah satu artis yang diketahui sangat peduli dengan gajah. Sejak mendapat berita pembunuhan gajah Bunta pada 9 Juni lalu, dia sudah menulis di akun Instagramnya.
“Buat saya ini tidak bisa dibiarkan, sudah banyak kasus gajah mati dan akhirnya hilang begitu saja, padahal gajah adalah asset negara. Sekarang ini jumlahnya sudah sangat kritis. Perlu ada efek jera bagi para pemburu gading ini. Saya apresiasi kepala BKSDA Aceh yang segera mengambil tindakan dan memberikan hadiah bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi tentang pembunuh Bunta. Saya berharap DPR juga segera merevisi UU No. 5/Tahun 1990 agar tidak ada lagi Bunta-Bunta lain yang mengalami nasib yang sama“ Ujar Chicco Jerikho.
Artis peran Baim Wong juga menyatakan kesedihan. “Sungguh menyedihkan di bulan Ramadhan ini, kita malah mendapat kabar pembunuhan Bunta, dimana seharusnya adalah ajang memperbaiki diri. Saya berharap pembunuh Bunta segera ditemukan, dan mendapatkan hukuman yang setimpal.”
Ammar Zoni dan Irish Bella mengajak masyarakat untuk bersama-sama untuk mengisi petisi yang tersedia di http://bit.ly/UsutPembunuhanBunta agar kasus perburuan satwa dilindungi lebih diperhatikan secara serius oleh pemerintah dan DPR RI.
Jumlah figur publik yang mendukung masih terus bertambah, demikian juga dukungan masyarakat.
Gajah Bunta diketahui ditemukan mati dengan kondisi mengenaskan penuh darah dimana gadingnya telah hilang sebelah. Gajah jantan jinak ini merupakan gajah yang betugas untuk membantu penanggulangan konflik gajah dan manusia di Aceh. Menurut keterangan BKSDA Aceh dugaan sementara Bunta dibunuh dengan cara diracun.
Kasus ini menarik perhatian banyak pihak karena kematian gajah sumatera ini dilakukan dengan cara yang sadis. Peristiwa pembunuhan gajah serupa juga pernah memicu petisi dan mendapat perhatian masyarakat banyak. Tahun 2013 ada pembunuhan gajah bernama Papa Genk, di Sampoinet Kabupaten Aceh Jaya. Tahun 2016 ada pembunuhan gajah bernama Yongki di kamp Flying Squad di Lampung.
Perdagangan gading gajah telah memincu satwa yang terancam punah ini terus diburu. Menurut catatan FKGI selama 10 tahun terakhir lebih 700 gajah mati sebagian sengaja dibunuh untuk dicuri gadingnya.
Yuk, dukung terus petisi saya!


Keep fighting for people power!

Politicians and rich CEOs shouldn't make all the decisions. Today we ask you to help keep Change.org free and independent. Our job as a public benefit company is to help petitions like this one fight back and get heard. If everyone who saw this chipped in monthly we'd secure Change.org's future today. Help us hold the powerful to account. Can you spare a minute to become a member today?

I'll power Change with $5 monthlyPayment method

Discussion

Please enter a comment.

We were unable to post your comment. Please try again.