Petition Closed
Petitioning Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI Serikat Tani Nasional (STN)

Serikat Tani Nasional (STN): Kembalikan Tanah Milik Rakyat Jambi

Sejak Sabtu, 17 November lalu, 250-an petani dari Jambi tiba di Ibukota Republik Indonesia, Jakarta. Mereka bertekad melakukan aksi pendudukan tanpa batas waktu di depan Kantor Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Para petani ini ingin menagih Janji Menteri Kehutan RI, Zulkifli Hasan, terkait kesepakatan tanggal 16 Desember 2011, yakni proses enclave lahan seluas 8000 ha milik petani Kunangan Jaya II (Batanghari) dan lahan seluas 3550 ha milik petani Mekar Jaya (Sorolangun).

Selain itu, petani ini juga menuntut pengembalian tanah adat milik Suku Anak Dalam (SAD) seluas 3550 hektar yang dirampas oleh PT. Asiatic Persada.

Sampai sekarang ini, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan belum merespon tuntutan petani. Ia bahkan menyangkal kesepakatan yang sudah dibuat dengan petani tanggal 16 Desember 2011. Lebih jauh lagi, sang Menteri menuding petani tersebut sebagai "perambah hutan".

Perlu kami ceritakan secara singkat kronologis kasus ini. Petani ini berasal dari tiga tempat: Suku Anak Dalam 113, Petani Dusun Kunangan Jaya II (Batanghari), dan petani Dusun Mekar Jaya (Sarolangun).

Untuk petani SAD, sejak tahun 1986 tanah adat mereka dirampas oleh PT. Bangun Desa Utama (BDU). Tiga pemukiman SAD dihancurkan. Akibatnya, petani SAD hidup tersebar dan hidup terlunta-lunta. Lalu, pada tahun 2007, kepemilikan lahan itu beralih ke PT. Asiatic Persada, anak perusahaan dari Wilmar Group (Malaysia).

Untuk petani Kunangan Jaya II (Batanghari), pada tahun 1990 PT. Asialog mendapat ijin HPH seluas 72 ribu Ha. Namun, areal HPH tersebut juga menindis lahan warga. Bahkan, perusahaan membabat hutan hingga ke lahan-lahan dan pemukiman warga.

Lalu, pada tahun 2009, datang lagi PT. Agronusa Alam Sejahtera (AAS). Perusahaan itu mendapat ijin HTI seluas 22.525 hektar. Namun, ijin HTI PT. AAS itu turut mencaplok 8000 ha lahan milik warga.

Hal serupa dialami petani dari Mekar Jaya (Sarolangun), yang tanahnya dirampas oleh PT. AAS dan PT. Wanaskita Nusantara.

Perjuangan petani SAD 113, Kunangan Jaya II (Batanghari), dan Mekar Jaya (Sarolangun) membutuhkan dukungan saudara-saudara semua, untuk:

1. Mendesak Menteri Kehutanan RI Zulkifli Hasan segera melaksanakan kesepakatan tanggal 16 Desember 2011 terkait enclave lahan seluas 8000 ha milik petani Kunangan Jaya II (Batanghari) dan lahan seluas 3550 ha milik petani Mekar Jaya (Sorolangun).

2. Menuntut pengembalian Tanah Adat Suku Anak Dalam (SAD) 113 seluas 3550 ha.

3. Menghentikah fitnah terhadap petani dengan menyebut mereka sebagai "Perambah Hutan".

4. Menghentikan Intimidasi, teror, dan represi untuk menggusur paksa petani dari desa-pemukimannya.

5. Kembalikan tanah untuk rakyat dan Tegakkan Pasal 33 UUD 1945!

Letter to
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI Serikat Tani Nasional (STN)
Kembalikan Tanah Milik Rakyat Jambi