Tolak Wisuda Online/Daring Dengan Biaya Mahal

Masalahnya

Pandemi covid-19 berdampak besar pada krisis ekonomi di masyarakat, banyak pekerja dirumahkan, menganggur oleh sebab PHK massal dan lain sebagainya. Angka perceraian juga meningkat drastis dari sebelumnya, penyebabnya adalah faktor ekonomi salah satunya.

Hal tersebut berdampak pula pada kondisi pendidikan kita, beberapa mahasiswa memutuskan untuk mundur dari proses studi-nya, dengan alasan merasa keberatan membayar biaya kuliah yang tetap berjalan, meskipun hampir 1 semester (6 bulan) diawal Pandemi tidak ada perkuliahan dan  atau perkuliahan belangsung secara daring, sebagian juga dikarenakan  memilih untuk mencari kerja guna menopang kebutuhan ekonomi keluarga.

Universitas Pekalongan, pada periode Maret 2021 akan melaksanakan Wisuda Universitas yang ke-54  secara daring/online dengan biaya yang dibebankan kepada mahasiswa yaitu sebesar Rp. 740.000. Hal tersebut dirasa sangat memberatkan bagi para calon wisudawan, padahal di beberapa kampus lain juga melaksanakan wisuda secara online/daring namun dengan biaya yang tidak sebesar itu.

Belum lagi persoalan fasilitas pendukung & jaringan, beberapa tempat tinggal mahasiswa (calon wisudawan) mengalami kesulitan soal jaringan dan keterbatasan fasilitas pendukung untuk dilakukannya prosesi wisuda secara daring atau online, sebagian rumah calon wisudawan juga ada yang masih terdampak banjir akibat curah hujan yang tinggi dan banjir rob beberapa hari lalu.

Petisi ini bertujuan untuk meminta dukungan seluruh elemen masyarakat pada umumnya dan Mahasiswa pada khususnya untuk Menolak Wisuda Universitas Pekalongan Yang Ke-54 Periode Maret 2021 secara online/daring dengan biaya yang sangat tidak manusiawi

Terlebih dimasa krisis sekarang ini.

ttd

Calon Wisudawan Ke-54 Universitas Pekalongan Periode Maret 2021

avatar of the starter
Mahasiswa BangkitPembuka Petisi
Petisi ini mencapai 754 pendukung

Masalahnya

Pandemi covid-19 berdampak besar pada krisis ekonomi di masyarakat, banyak pekerja dirumahkan, menganggur oleh sebab PHK massal dan lain sebagainya. Angka perceraian juga meningkat drastis dari sebelumnya, penyebabnya adalah faktor ekonomi salah satunya.

Hal tersebut berdampak pula pada kondisi pendidikan kita, beberapa mahasiswa memutuskan untuk mundur dari proses studi-nya, dengan alasan merasa keberatan membayar biaya kuliah yang tetap berjalan, meskipun hampir 1 semester (6 bulan) diawal Pandemi tidak ada perkuliahan dan  atau perkuliahan belangsung secara daring, sebagian juga dikarenakan  memilih untuk mencari kerja guna menopang kebutuhan ekonomi keluarga.

Universitas Pekalongan, pada periode Maret 2021 akan melaksanakan Wisuda Universitas yang ke-54  secara daring/online dengan biaya yang dibebankan kepada mahasiswa yaitu sebesar Rp. 740.000. Hal tersebut dirasa sangat memberatkan bagi para calon wisudawan, padahal di beberapa kampus lain juga melaksanakan wisuda secara online/daring namun dengan biaya yang tidak sebesar itu.

Belum lagi persoalan fasilitas pendukung & jaringan, beberapa tempat tinggal mahasiswa (calon wisudawan) mengalami kesulitan soal jaringan dan keterbatasan fasilitas pendukung untuk dilakukannya prosesi wisuda secara daring atau online, sebagian rumah calon wisudawan juga ada yang masih terdampak banjir akibat curah hujan yang tinggi dan banjir rob beberapa hari lalu.

Petisi ini bertujuan untuk meminta dukungan seluruh elemen masyarakat pada umumnya dan Mahasiswa pada khususnya untuk Menolak Wisuda Universitas Pekalongan Yang Ke-54 Periode Maret 2021 secara online/daring dengan biaya yang sangat tidak manusiawi

Terlebih dimasa krisis sekarang ini.

ttd

Calon Wisudawan Ke-54 Universitas Pekalongan Periode Maret 2021

avatar of the starter
Mahasiswa BangkitPembuka Petisi

Pengambil Keputusan

Rektor universitas pekalongan
Rektor universitas pekalongan

Perkembangan Terakhir Petisi

Bagikan petisi ini

Petisi dibuat pada 27 Februari 2021