Selamatkan studi dosen!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Ribuan dosen yang menempuh studi lanjut dalam negeri pada tahun 2018 tidak pernah menyangka bahwa Dikti tidak membuka skema beasiswa untuk angkatan ini, bahkan sekadar beasiswa on going (yang diberikan pada tahun berjalan). Tanpa sebab dan tanpa pemberitahuan lebih awal. Dikti memang dikenal konsisten membiayai studi S-3 para dosen sejak angkatan 1976 hingga 2019, tapi hanya angkatan 2018 pengecualiannya. Andai dosen-dosen ini tahu bahwa BPPDN tidak akan dibuka pada tahun 2018, tentu mereka akan mengurungkan niat lanjut studi.

Gaji tidak seberapa, tunjangan sertifikasi diputus karena status tugas belajar, tapi sudah telanjur kuliah dengan biaya sendiri, bahkan berhutang ke sana-sini hanya demi studi. 

Tanggal 17 September 2019 Dikti akhirnya menandatangani surat keputusan memberikan bantuan karena didemonstrasi Asosiasi Mahasiswa Doktor Indonesia (AMDI) pada hari yang sama, tapi hanya 901 dosen yang beruntung, bantuannya pun sempat harus dikawal AMDI pada bulan Desember dengan demonstrasi lagi. Bantuannya pun hanya 1 (satu) semester, tanpa tidak ada keberlanjutannya sampai saat ini. 

Sekarang sudah semester kelima, ancaman Drop Out karena tidak mampu membayar UKT terbayang di depan mata. Belum dihitung pula biaya hidup di luar daerah bahkan luar pulau, yang menjadikan profesi driver ojol pun dosen lakoni meski kondisi sedang pandemi. Tapi Dikti sampai kini belum seserius itu untuk peduli, padahal Dikti sendiri yang mendorong para dosen untuk lanjut studi karena memang Indonesia kekurangan jumlah lulusan doktoral

Beberapa bulan lalu Dikti meminta bantuan LPDP untuk mengurusi. Prosesnya berbelit dan panjang (hingga kini belum selesai), tak transparan, persyaratannya sangat banyak, hasil seleksi yang diragukan objektivitasnya, tapi yang lolos sangat sedikit. Bentuknya hanya 2x UKT, tanpa tambahan komponen biaya hidup, dan tanpa ada opsi perpanjangan. 

Mari dukung petisi ini agar Dikti serius mengurusi dosen angkatan 2018 yang terkatung-katung nasib studinya, agar para dosen ini segera kembali mengabdi di kampus, dengan lebih profesional dan lebih berilmu tentunya.

Terima kasih.