

Selamatkan nasib BIM 4
Masalahnya
Pelaksanaan program Beasiswa Indonesia Maju program persiapan sudah berjalan 11 bulan lamanya semenjak desember 2023. Para siswa sudah mencurahkan pengorbanan waktu, tenaga dan harta sejak awal pendaftaran hingga selama pelaksanaan program ini. Untuk menjemput peluang beasiswa persiapan yang bermanfaat untuk menunjang generasi berprestasi di Indonesia untuk membantu berkontribusi terhadap kemajuan negeri Indonesia tercinta ini.Tak terhitung banyaknya waktu siswa yang dikorbankan untuk mengikuti serangkaian program BIM ini, banyaknya biaya yang sudah pemerintah melalui puspresnas dikeluarkan untuk membina dan membentuk siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju untuk menjadi siswa unggulan yang dipersiapkan untuk berkuliah di luar negeri dan berkarya di bidang keahlian setiap siswa dan mengembangkan diri sebaik mungkin untuk menghasilkan karya yang akan menunjang visi besar Indonesia emas 2045 yang penyokong utamanya adalah siswa berprestasi di Indonesia. Sayangnya, ada banyak praktik wanprestasi/cidera janji yang dilakukan oleh puspresnas terhadap program BIM ini. Dampak yang dirasakan karena praktik wanprestasi ini tidak hanya dirasakan oleh penerima Beasiswa Indonesia Maju saja tetapi juga anak bangsa berprestasi yang akan datang. Praktik wanprestasi/cidera janji tersebut menyebabkan beberapa program-program Beasiswa Indonesia Maju tidak terlaksana dengan baik, tidak optimal dan tidak transparan antara lain:
Keseriusan dalam membina proses pendaftaran universitas siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju yang tidak dieksekusi dengan baik dengan meniadakan program college counseling, tidak disediakan letter of sponsorship yang dapat membuat siswa BIM dengan mudah di notice oleh universitas, dan juga reimbursement biaya pendaftaran universitas yang berdampak sangat buruk terhadap performa dan kualitas pendaftaran universitas luar negeri yang dilakukan siswa BIM. Dengan praktik wanprestasi di bidang ini saja sudah menyebabkan banyak siswa BIM kesusahan untuk mendaftar dikarenakan harus mengurusi banyak aspek-aspek pendaftaran kampus luar negeri di negara yang berbeda-beda tanpa ada bimbingan pihak expert dalam pendaftaran universitas yang dapat membantu melewati kesulitan selama pendaftaran. Bukan hanya itu saja, juga BIM seperti membiarkan siswanya mendaftar universitas tanpa adanya jaminan dana dari mereka yang menyebabkan banyak siswa BIM keberatan dengan biaya pendaftaran universitas luar negeri yang wajib dibayarkan dengan nominal yang sangat tinggi. Tanpa adanya letter of sponsorship juga akan membuat siswa BIM mendaftar seperti biasa tanpa ada suplemen penguat pendaftaran untuk menunjang profil mereka di hadapan petugas penerimaan universitas. Dengan tiga hal yang dicederai ini apakah puspresnas lepas tangan terhadap tanggung jawab untuk membina siswa BIM ini untuk masuk ke universitas yang diinginkan? Apakah puspresnas hanya akan membiarkan 350 siswa ini tidak dapat melanjutkan kuliah s1 nya ke luar negeri? Apakah puspresnas hanya akan membiarkan program ini terbengkalai tanpa ada akhir yang baik bagi penerima BIM ini?
2.Poin kedua ini berhubungan dengan keberlanjutan program BIM untuk tahun-tahun selanjutnya dan juga transparansi aspek penilaian dan proses seleksi BIM tahun 2024. Raport BIM adalah laporan setiap siswa mengenai performa mereka selama melaksanakan program BIM ini dari awal hingga akhir dan juga hasil skor tes SAT dan IELTS mereka. Dengan raport ini akan mempermudah siswa BIM persiapan untuk mendaftar ke BIM bergelar s1. Sayangnya, hal ini tidak diberi kejelasan mengenai signifikansinya oleh puspresnas dan aspek apa saja yang dinilai selama seleksi juga tidak diberi kejelasan. Apakah puspresnas membiarkan siswa BIM persiapan ini untuk tidak menerima BIM bergelar? Padahal di zoom sosialisasi awal puspresnas menyebutkan bahwa akan mengutamakan siswa penerima BIM persiapan ini. Apa tindak lanjut BIM untuk keberlanjutan program ini selanjutnya?
Dengan 2 poin besar di atas bagaimana pertanggungjawaban puspresnas terhadap program BIM yang di akhir jalan dilaksanakan ini? Mengapa puspresnas melakukan praktik wanprestasi ini yang berdampak sangat negatif terhadap siswa penerima BIM yang sangat berharap program BIM ini? Kami menuntut dari pihak orang tua dan juga siswa BIM terhadap puspresnas untuk melakukan:
Penindaklanjutan segera program pembinaan daftar universitas yang ditiadakan ini.
Diberikan reimbursement untuk biaya pendaftaran universitas.
Memberikan kejelasan tentang raport BIM dan signifikansinya.
Kembali memperhatikan dan mengutamakan siswa BIM untuk mendaftar program BIM bergelar
Memberikan keterangan sejelas jelasnya untuk semua program BIM yang dilaksanakan dari awal tanpa ada yang disembunyikan sedikit pun.
Melaksanakan kelima tuntutan di atas dengan sebaik-baiknya dan sejelas jelasnya
Demikian tuntutan kami dan harap dilaksanakan sebaik baiknya. Terimakasih
288
Masalahnya
Pelaksanaan program Beasiswa Indonesia Maju program persiapan sudah berjalan 11 bulan lamanya semenjak desember 2023. Para siswa sudah mencurahkan pengorbanan waktu, tenaga dan harta sejak awal pendaftaran hingga selama pelaksanaan program ini. Untuk menjemput peluang beasiswa persiapan yang bermanfaat untuk menunjang generasi berprestasi di Indonesia untuk membantu berkontribusi terhadap kemajuan negeri Indonesia tercinta ini.Tak terhitung banyaknya waktu siswa yang dikorbankan untuk mengikuti serangkaian program BIM ini, banyaknya biaya yang sudah pemerintah melalui puspresnas dikeluarkan untuk membina dan membentuk siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju untuk menjadi siswa unggulan yang dipersiapkan untuk berkuliah di luar negeri dan berkarya di bidang keahlian setiap siswa dan mengembangkan diri sebaik mungkin untuk menghasilkan karya yang akan menunjang visi besar Indonesia emas 2045 yang penyokong utamanya adalah siswa berprestasi di Indonesia. Sayangnya, ada banyak praktik wanprestasi/cidera janji yang dilakukan oleh puspresnas terhadap program BIM ini. Dampak yang dirasakan karena praktik wanprestasi ini tidak hanya dirasakan oleh penerima Beasiswa Indonesia Maju saja tetapi juga anak bangsa berprestasi yang akan datang. Praktik wanprestasi/cidera janji tersebut menyebabkan beberapa program-program Beasiswa Indonesia Maju tidak terlaksana dengan baik, tidak optimal dan tidak transparan antara lain:
Keseriusan dalam membina proses pendaftaran universitas siswa penerima Beasiswa Indonesia Maju yang tidak dieksekusi dengan baik dengan meniadakan program college counseling, tidak disediakan letter of sponsorship yang dapat membuat siswa BIM dengan mudah di notice oleh universitas, dan juga reimbursement biaya pendaftaran universitas yang berdampak sangat buruk terhadap performa dan kualitas pendaftaran universitas luar negeri yang dilakukan siswa BIM. Dengan praktik wanprestasi di bidang ini saja sudah menyebabkan banyak siswa BIM kesusahan untuk mendaftar dikarenakan harus mengurusi banyak aspek-aspek pendaftaran kampus luar negeri di negara yang berbeda-beda tanpa ada bimbingan pihak expert dalam pendaftaran universitas yang dapat membantu melewati kesulitan selama pendaftaran. Bukan hanya itu saja, juga BIM seperti membiarkan siswanya mendaftar universitas tanpa adanya jaminan dana dari mereka yang menyebabkan banyak siswa BIM keberatan dengan biaya pendaftaran universitas luar negeri yang wajib dibayarkan dengan nominal yang sangat tinggi. Tanpa adanya letter of sponsorship juga akan membuat siswa BIM mendaftar seperti biasa tanpa ada suplemen penguat pendaftaran untuk menunjang profil mereka di hadapan petugas penerimaan universitas. Dengan tiga hal yang dicederai ini apakah puspresnas lepas tangan terhadap tanggung jawab untuk membina siswa BIM ini untuk masuk ke universitas yang diinginkan? Apakah puspresnas hanya akan membiarkan 350 siswa ini tidak dapat melanjutkan kuliah s1 nya ke luar negeri? Apakah puspresnas hanya akan membiarkan program ini terbengkalai tanpa ada akhir yang baik bagi penerima BIM ini?
2.Poin kedua ini berhubungan dengan keberlanjutan program BIM untuk tahun-tahun selanjutnya dan juga transparansi aspek penilaian dan proses seleksi BIM tahun 2024. Raport BIM adalah laporan setiap siswa mengenai performa mereka selama melaksanakan program BIM ini dari awal hingga akhir dan juga hasil skor tes SAT dan IELTS mereka. Dengan raport ini akan mempermudah siswa BIM persiapan untuk mendaftar ke BIM bergelar s1. Sayangnya, hal ini tidak diberi kejelasan mengenai signifikansinya oleh puspresnas dan aspek apa saja yang dinilai selama seleksi juga tidak diberi kejelasan. Apakah puspresnas membiarkan siswa BIM persiapan ini untuk tidak menerima BIM bergelar? Padahal di zoom sosialisasi awal puspresnas menyebutkan bahwa akan mengutamakan siswa penerima BIM persiapan ini. Apa tindak lanjut BIM untuk keberlanjutan program ini selanjutnya?
Dengan 2 poin besar di atas bagaimana pertanggungjawaban puspresnas terhadap program BIM yang di akhir jalan dilaksanakan ini? Mengapa puspresnas melakukan praktik wanprestasi ini yang berdampak sangat negatif terhadap siswa penerima BIM yang sangat berharap program BIM ini? Kami menuntut dari pihak orang tua dan juga siswa BIM terhadap puspresnas untuk melakukan:
Penindaklanjutan segera program pembinaan daftar universitas yang ditiadakan ini.
Diberikan reimbursement untuk biaya pendaftaran universitas.
Memberikan kejelasan tentang raport BIM dan signifikansinya.
Kembali memperhatikan dan mengutamakan siswa BIM untuk mendaftar program BIM bergelar
Memberikan keterangan sejelas jelasnya untuk semua program BIM yang dilaksanakan dari awal tanpa ada yang disembunyikan sedikit pun.
Melaksanakan kelima tuntutan di atas dengan sebaik-baiknya dan sejelas jelasnya
Demikian tuntutan kami dan harap dilaksanakan sebaik baiknya. Terimakasih
Pengambil Keputusan
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 24 Oktober 2024