Selamatkan Gunung Ciremai dari Komersialisasi Ilegal Berkedok Zona Tradisional

Masalahnya

๐—๐˜‚๐—ฑ๐˜‚๐—น ๐—ฃ๐—ฒ๐˜๐—ถ๐˜€๐—ถ:

๐—ฆ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—š๐˜‚๐—ป๐˜‚๐—ป๐—ด ๐—–๐—ถ๐—ฟ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ž๐—ผ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ถ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—œ๐—น๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—น ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ธ๐—ฒ๐—ฑ๐—ผ๐—ธ ๐—ญ๐—ผ๐—ป๐—ฎ ๐—ง๐—ฟ๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ๐˜€๐—ถ๐—ผ๐—ป๐—ฎ๐—น

๐—ง๐—ฎ๐—ฟ๐—ด๐—ฒ๐˜:

Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Gakkum Kemenhut, dan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH)

๐—ง๐—ฒ๐—ธ๐˜€ ๐—ฃ๐—ฒ๐˜๐—ถ๐˜€๐—ถ:

Tahukah Anda bahwa Gunung Ciremai bukan sekadar tempat rekreasi atau pendakian? Gunung ini adalah "menara air" raksasa, hulu sekaligus kawasan tangkapan air bagi Daerah Aliran Sungai (DAS) makro seperti ๐——๐—”๐—ฆ ๐—–๐—ถ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐˜‚๐—ธ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐——๐—”๐—ฆ ๐—–๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚๐—ป๐—ด. Ekosistem inilah yang menjadi urat nadi penghidupan bagi jutaan nyawa di hamparan Majalengka, Kuningan, Cirebon, Indramayu, hingga Brebes.

Namun hari ini, benteng ekologis kebanggaan kita sedang dirampok. Sebuah skandal manipulasi zonasi dan eksploitasi komersial masif tengah terjadi di dalam Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), berlindung di balik kedok "Zona Tradisional" dan narasi palsu pemberdayaan masyarakat. Berdasarkan dokumen paparan resmi TNGC, pihak Balai sendiri mengakui bahwa aktivitas penyadapan getah pinus yang terjadi saat ini adalah ILEGAL dan MERUSAK.

๐—”๐—ฝ๐—ฎ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฆ๐—ฒ๐—ฏ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฑ๐—ถ ๐—–๐—ถ๐—ฟ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ถ?

๐Ÿญ. ๐— ๐—ฎ๐—ป๐—ถ๐—ฝ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ญ๐—ผ๐—ป๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐˜‚๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ž๐—ฟ๐—ถ๐˜๐—ถ๐˜€

Pada tahun 2018, zonasi TNGC sama sekali tidak memiliki entitas "Zona Tradisional". Ajaibnya, pada revisi SK tahun 2022, zona ini tiba-tiba menyusup masuk, mencaplok area yang sebelumnya adalah Zona Rehabilitasi, bahkan merangsek ke Zona Rimba. Agenda aslinya sangat gamblang: melegalkan ekstraksi ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ง getah pinus sisa peninggalan era Perhutani (sebelum Gunung Ciremai ditetapkan sebagai taman nasional). Sejak tahun 2022, kelompok masyarakat sipil di Kuningan sepertiย LSM AKAR telah menyuarakan penolakan keras terhadap perubahan zonasi dan rencana penyadapan getah pinus ini, namun suara mereka diabaikan begitu saja demi memuluskan zona pesanan.ย 

๐Ÿฎ. ๐—ง๐—ถ๐—ด๐—ฎ ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ถ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐—˜๐—ธ๐˜€๐—ฝ๐—น๐—ผ๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—œ๐—น๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—น ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ฑ๐—ผ๐—ธ๐˜€ ๐—”๐˜๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐—ป

Sesuai undang-undang, pemanfaatan Zona Tradisional hanya boleh untuk kebutuhan bertahan hidup sehari-hari (๐˜ด๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ด๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ), bukan untuk dikomersialkan secara masif. Nyatanya, selama kurang lebih 3 tahun terakhir, ratusan petani dibiarkan menyadap getah pinus berskala industri tanpa adanya Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sah. Ketiadaan PKS berarti tidak ada Rencana Pelaksanaan Program (RPP) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang mengatur kuota, teknik penyadapan, dan evaluasi ekologisnya. Ini adalah aktivitas yang ugal-ugalan dan ilegal di dalam kawasan konservasi!

Lebih parah lagi, jika otoritas Balai TNGC sampai menerbitkan PKS untuk melegalkan komersialisasi di zona tersebut, maka mereka secara terang-terangan melanggar aturan konservasiย (๐—จ๐—จ ๐—ก๐—ผ. ๐Ÿฏ๐Ÿฎ ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฐ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—น ๐Ÿฏ๐Ÿญ ๐—”๐˜†๐—ฎ๐˜ ๐Ÿญ ๐—ต๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ณย ๐—ฐ). Demikian juga PermenLHK No. 43/2017 dirancang sebagai "katup pengaman" untuk masyarakat lokal yang secara historis dan ekonomi bergantung pada pola subsisten, bukan untuk eksploitasi memasok industri.

๐Ÿฏ. ๐— ๐˜‚๐—ณ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐˜ ๐—๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜ ๐—๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—˜๐—น๐—ถ๐˜ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ผ๐—ฟ๐—ฝ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ถ

Ini bukan tentang petani kecil, melainkan sindikasi jaringan oknum birokrat, oknum legislator, dan kelompok pragmatis tertentu. Mereka diduga memberi karpet merah bagi entitas korporasi (seperti PT RSD pada 2021 dan PT MAS pada 2024). Pola kotor seperti ini bukanlah hal baru di Jawa Barat. Ini adalah ๐˜ฃ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต (cetak biru) usang yang sebelumnya sukses mencengkeram kawasan konservasi Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi. Masyarakat di lapangan hanyalah dijadikan tameng hidup.

๐Ÿฐ. ๐—•๐—ผ๐—บ ๐—ช๐—ฎ๐—ธ๐˜๐˜‚ ๐—•๐—ฒ๐—ป๐—ฐ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐˜๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ

Menyadap pinus secara serampangan akan membunuh sistem perakaran pohon. Kerusakan di hulu ini akan berdampak langsung secara destruktif, mengundang bencana ganda: kekeringan ekstrem bagi irigasi pesisir di musim kemarau, dan ancaman banjir bandang di Pantura saat musim hujan. Belum lagi pencemaran zat kimia perangsang getah yang meracuni mata air, serta ceceran getah dan terpentin yang sangat mudah terbakar sehingga memicu ancaman serius kebakaran hutan. Ditambah lagi, ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ฒ๐˜€ ke dalam kawasan hutan akibat aktivitas ekstraktif yang masif ini sangat mengganggu mobilitas dan reproduksi satwa liar yang dilindungi.

๐Ÿฑ. ๐—›๐˜‚๐—ธ๐˜‚๐—บ ๐—ž๐—ผ๐—ป๐˜€๐—ฒ๐—ฟ๐˜ƒ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐——๐—ถ๐—ถ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ธ-๐—ถ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ธ

Guru Besar Hukum Universitas Kuningan, Prof. Dr. Suwari Akhmaddhian S.H., M.H., menegaskan: tanpa PKS, seluruh penyadapan di sana adalah perusakan hutan yang diancam pidana berat! Bandingkan dengan Taman Nasional lain: Suku Anak Dalam di TN Bukit Duabelas (Jambi) atau Suku Dayak di TN Kayan Mentarang (Kaltara) memanfaatkan zona tradisional murni untuk kearifan lokal dan bertahan hidup, bukan untuk menyuplai pasar industri yang rakus.

6. Terungkap di Hadapan Penasehat Menteri: Balai TNGC Akui Penyadapan Ilegal Masif, Namun Tak Berdaya

Dokumen paparan resmi Balai TNGC dalam kunjungan Penasehat Utama Menteri Kehutanan Februari ini menjadi ๐™—๐™ช๐™ ๐™ฉ๐™ž ๐™ ๐™ช๐™ฃ๐™˜๐™ž yang menelanjangi ๐™จ๐™ ๐™–๐™ฃ๐™™๐™–๐™ก di atap Jawa Barat. Pihak Balai mengaku telah melapor ke kepolisian dan memasang plang larangan, namun anehnya, ribuan ton getah tetap mengalir keluar dengan mulus sejak awal 2023. Siapa ๐™—๐™š๐™ ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™ ๐™ช๐™–๐™ฉ yang mampu menyandera aparat dan mematikan fungsi pengawasan negara ini?

Lebih mengerikan lagi, dokumen tersebut mengonfirmasi penggunaan bahan kimia berbahaya (๐™ƒโ‚‚๐™Ž๐™Šโ‚„) untuk memacu getah secara paksa, serta adanya perambahan hutan untuk ladang (kopi, jahe, kapulaga) yang telah menerobos batas Zona Tradisional.

Tertulis jelas: konflik ini melibatkan ๐™ฅ๐™š๐™ง๐™ช๐™จ๐™–๐™๐™–๐˜ข๐˜ฏ ๐™—๐™–๐™ง๐˜ถ ๐™ข๐™š๐™ก๐™–๐™ฌ๐™–๐™ฃ ๐™ฅ๐™–๐™œ๐™ช๐™ฎ๐™ช๐™—๐™–๐™ฃ. Ini murni perang bisnis raksasa yang menumbalkan kelestarian Ciremai! Narasi "demi perut warga desa" hanyalah kedok, karena faktanya para penyadap justru ๐™™๐™ž๐™™๐™–๐™ฉ๐™–๐™ฃ๐™œ๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™™๐™–๐™ง๐˜ช ๐™ก๐™ช๐™–๐™ง dan dijerat sistem utang (ijon) oleh pemodal. Ini adalah praktik ๐™ฅ๐™š๐™ง๐™—๐™ช๐™™๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ข๐™ค๐™™๐™š๐™ง๐™ฃ yang menjadikan rakyat kecil sebagai tameng kejahatan lingkungan.

๐—ž๐—ฎ๐—บ๐—ถ ๐— ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐˜ ๐—ง๐—ถ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ก๐˜†๐—ฎ๐˜๐—ฎ!

Pemerintah tidak boleh kalah oleh kejahatan kehutanan terorganisir. Melalui petisi ini, kami mendesak Menteri Kehutanan RI untuk segera:

๐Ÿญ. ๐—›๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐—ผ๐˜๐—ฎ๐—น ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป ๐—œ๐—น๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—น ๐—ฆ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—๐˜‚๐—ด๐—ฎ! Direktoral Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan (Gakkum Kemenhut) harus turun tangan menutup praktik tanpa PKS ini.

๐Ÿฎ. ๐—๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜ ๐—”๐—ธ๐˜๐—ผ๐—ฟ ๐—œ๐—ป๐˜๐—ฒ๐—น๐—ฒ๐—ธ๐˜๐˜‚๐—ฎ๐—น ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐—ง๐—ถ๐—ฝ๐—ถ๐˜๐—ฒ๐—ฟ. Jangan jadikan petani sebagai kambing hitam. Polri dan Kejaksaan harus memburu oknum birokrat, legislator, pemodal, dan korporasi penadah getah haram tersebut.

๐Ÿฏ. ๐—ง๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ป๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐—ฎ๐˜๐˜‚๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐˜‚๐—ด๐—ฎ๐˜€ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐—›๐˜‚๐˜๐—ฎ๐—ป (๐—ฆ๐—ฎ๐˜๐—ด๐—ฎ๐˜€ ๐—ฃ๐—ž๐—›) ๐—•๐—ฒ๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฟ๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป! Satgas ini sudah terbukti berani menertibkan tambang ilegal di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Ciremai butuh ketegasan yang sama untuk membersihkan jaringan elit perusak ekosistem ini.

Jangan biarkan Ciremai hancur. Jangan gadaikan keselamatan jutaan nyawa di Jawa Barat dan Jawa Tengah demi keuntungan segelintir elit!

๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ ๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฟ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐˜๐—ถ๐˜€๐—ถ ๐—ถ๐—ป๐—ถ ๐˜€๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด! ๐—ฆ๐—˜๐—Ÿ๐—”๐— ๐—”๐—ง๐—ž๐—”๐—ก ๐—”๐—ง๐—”๐—ฃ ๐—๐—”๐—ช๐—” ๐—•๐—”๐—ฅ๐—”๐—ง!

Salam Lestari,

Bandung, 26 Februari 2026

๐—ง๐—ฎ๐˜‚๐—ณ๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ผ

โ€ข Inisiator Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) tahun 2001

โ€ข Mantan Direktur Eksekutif WALHI Jawa Barat periode 1999 - 2002

โ€ข Mantan Ketua Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Jawa Barat periode 1996 - 1999

ย 

ย 

ย 

ย 

ย 

ย 

avatar of the starter
Taufan SurantoPembuka Petisi

24.383

Masalahnya

๐—๐˜‚๐—ฑ๐˜‚๐—น ๐—ฃ๐—ฒ๐˜๐—ถ๐˜€๐—ถ:

๐—ฆ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—š๐˜‚๐—ป๐˜‚๐—ป๐—ด ๐—–๐—ถ๐—ฟ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐—ž๐—ผ๐—บ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ถ๐—ฎ๐—น๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—œ๐—น๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—น ๐—•๐—ฒ๐—ฟ๐—ธ๐—ฒ๐—ฑ๐—ผ๐—ธ ๐—ญ๐—ผ๐—ป๐—ฎ ๐—ง๐—ฟ๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ๐˜€๐—ถ๐—ผ๐—ป๐—ฎ๐—น

๐—ง๐—ฎ๐—ฟ๐—ด๐—ฒ๐˜:

Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Gakkum Kemenhut, dan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH)

๐—ง๐—ฒ๐—ธ๐˜€ ๐—ฃ๐—ฒ๐˜๐—ถ๐˜€๐—ถ:

Tahukah Anda bahwa Gunung Ciremai bukan sekadar tempat rekreasi atau pendakian? Gunung ini adalah "menara air" raksasa, hulu sekaligus kawasan tangkapan air bagi Daerah Aliran Sungai (DAS) makro seperti ๐——๐—”๐—ฆ ๐—–๐—ถ๐—บ๐—ฎ๐—ป๐˜‚๐—ธ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐——๐—”๐—ฆ ๐—–๐—ถ๐˜€๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ด๐—ฎ๐—ฟ๐˜‚๐—ป๐—ด. Ekosistem inilah yang menjadi urat nadi penghidupan bagi jutaan nyawa di hamparan Majalengka, Kuningan, Cirebon, Indramayu, hingga Brebes.

Namun hari ini, benteng ekologis kebanggaan kita sedang dirampok. Sebuah skandal manipulasi zonasi dan eksploitasi komersial masif tengah terjadi di dalam Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), berlindung di balik kedok "Zona Tradisional" dan narasi palsu pemberdayaan masyarakat. Berdasarkan dokumen paparan resmi TNGC, pihak Balai sendiri mengakui bahwa aktivitas penyadapan getah pinus yang terjadi saat ini adalah ILEGAL dan MERUSAK.

๐—”๐—ฝ๐—ฎ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ฆ๐—ฒ๐—ฏ๐—ฒ๐—ป๐—ฎ๐—ฟ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐—ท๐—ฎ๐—ฑ๐—ถ ๐—ฑ๐—ถ ๐—–๐—ถ๐—ฟ๐—ฒ๐—บ๐—ฎ๐—ถ?

๐Ÿญ. ๐— ๐—ฎ๐—ป๐—ถ๐—ฝ๐˜‚๐—น๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ญ๐—ผ๐—ป๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ฏ๐—ฎ๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐˜‚๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ ๐—ž๐—ฟ๐—ถ๐˜๐—ถ๐˜€

Pada tahun 2018, zonasi TNGC sama sekali tidak memiliki entitas "Zona Tradisional". Ajaibnya, pada revisi SK tahun 2022, zona ini tiba-tiba menyusup masuk, mencaplok area yang sebelumnya adalah Zona Rehabilitasi, bahkan merangsek ke Zona Rimba. Agenda aslinya sangat gamblang: melegalkan ekstraksi ๐˜ฌ๐˜ฐ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ด๐˜ช๐˜ข๐˜ญ ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ด๐˜ช๐˜ง getah pinus sisa peninggalan era Perhutani (sebelum Gunung Ciremai ditetapkan sebagai taman nasional). Sejak tahun 2022, kelompok masyarakat sipil di Kuningan sepertiย LSM AKAR telah menyuarakan penolakan keras terhadap perubahan zonasi dan rencana penyadapan getah pinus ini, namun suara mereka diabaikan begitu saja demi memuluskan zona pesanan.ย 

๐Ÿฎ. ๐—ง๐—ถ๐—ด๐—ฎ ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ถ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐—˜๐—ธ๐˜€๐—ฝ๐—น๐—ผ๐—ถ๐˜๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—œ๐—น๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—น ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ฑ๐—ผ๐—ธ๐˜€ ๐—”๐˜๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐—ป

Sesuai undang-undang, pemanfaatan Zona Tradisional hanya boleh untuk kebutuhan bertahan hidup sehari-hari (๐˜ด๐˜ถ๐˜ฃ๐˜ด๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ฆ๐˜ฏ), bukan untuk dikomersialkan secara masif. Nyatanya, selama kurang lebih 3 tahun terakhir, ratusan petani dibiarkan menyadap getah pinus berskala industri tanpa adanya Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sah. Ketiadaan PKS berarti tidak ada Rencana Pelaksanaan Program (RPP) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) yang mengatur kuota, teknik penyadapan, dan evaluasi ekologisnya. Ini adalah aktivitas yang ugal-ugalan dan ilegal di dalam kawasan konservasi!

Lebih parah lagi, jika otoritas Balai TNGC sampai menerbitkan PKS untuk melegalkan komersialisasi di zona tersebut, maka mereka secara terang-terangan melanggar aturan konservasiย (๐—จ๐—จ ๐—ก๐—ผ. ๐Ÿฏ๐Ÿฎ ๐—ง๐—ฎ๐—ต๐˜‚๐—ป ๐Ÿฎ๐Ÿฌ๐Ÿฎ๐Ÿฐ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ท๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—น ๐Ÿฏ๐Ÿญ ๐—”๐˜†๐—ฎ๐˜ ๐Ÿญ ๐—ต๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ณย ๐—ฐ). Demikian juga PermenLHK No. 43/2017 dirancang sebagai "katup pengaman" untuk masyarakat lokal yang secara historis dan ekonomi bergantung pada pola subsisten, bukan untuk eksploitasi memasok industri.

๐Ÿฏ. ๐— ๐˜‚๐—ณ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐˜ ๐—๐—ฎ๐—ต๐—ฎ๐˜ ๐—๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—˜๐—น๐—ถ๐˜ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ผ๐—ฟ๐—ฝ๐—ผ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐—ถ

Ini bukan tentang petani kecil, melainkan sindikasi jaringan oknum birokrat, oknum legislator, dan kelompok pragmatis tertentu. Mereka diduga memberi karpet merah bagi entitas korporasi (seperti PT RSD pada 2021 dan PT MAS pada 2024). Pola kotor seperti ini bukanlah hal baru di Jawa Barat. Ini adalah ๐˜ฃ๐˜ญ๐˜ถ๐˜ฆ๐˜ฑ๐˜ณ๐˜ช๐˜ฏ๐˜ต (cetak biru) usang yang sebelumnya sukses mencengkeram kawasan konservasi Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi. Masyarakat di lapangan hanyalah dijadikan tameng hidup.

๐Ÿฐ. ๐—•๐—ผ๐—บ ๐—ช๐—ฎ๐—ธ๐˜๐˜‚ ๐—•๐—ฒ๐—ป๐—ฐ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ ๐—ฃ๐—ฎ๐—ป๐˜๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ

Menyadap pinus secara serampangan akan membunuh sistem perakaran pohon. Kerusakan di hulu ini akan berdampak langsung secara destruktif, mengundang bencana ganda: kekeringan ekstrem bagi irigasi pesisir di musim kemarau, dan ancaman banjir bandang di Pantura saat musim hujan. Belum lagi pencemaran zat kimia perangsang getah yang meracuni mata air, serta ceceran getah dan terpentin yang sangat mudah terbakar sehingga memicu ancaman serius kebakaran hutan. Ditambah lagi, ๐˜๐—ฒ๐—ฟ๐—ฏ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐—ฎ๐—ธ๐˜€๐—ฒ๐˜€ ke dalam kawasan hutan akibat aktivitas ekstraktif yang masif ini sangat mengganggu mobilitas dan reproduksi satwa liar yang dilindungi.

๐Ÿฑ. ๐—›๐˜‚๐—ธ๐˜‚๐—บ ๐—ž๐—ผ๐—ป๐˜€๐—ฒ๐—ฟ๐˜ƒ๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐——๐—ถ๐—ถ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ธ-๐—ถ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ธ

Guru Besar Hukum Universitas Kuningan, Prof. Dr. Suwari Akhmaddhian S.H., M.H., menegaskan: tanpa PKS, seluruh penyadapan di sana adalah perusakan hutan yang diancam pidana berat! Bandingkan dengan Taman Nasional lain: Suku Anak Dalam di TN Bukit Duabelas (Jambi) atau Suku Dayak di TN Kayan Mentarang (Kaltara) memanfaatkan zona tradisional murni untuk kearifan lokal dan bertahan hidup, bukan untuk menyuplai pasar industri yang rakus.

6. Terungkap di Hadapan Penasehat Menteri: Balai TNGC Akui Penyadapan Ilegal Masif, Namun Tak Berdaya

Dokumen paparan resmi Balai TNGC dalam kunjungan Penasehat Utama Menteri Kehutanan Februari ini menjadi ๐™—๐™ช๐™ ๐™ฉ๐™ž ๐™ ๐™ช๐™ฃ๐™˜๐™ž yang menelanjangi ๐™จ๐™ ๐™–๐™ฃ๐™™๐™–๐™ก di atap Jawa Barat. Pihak Balai mengaku telah melapor ke kepolisian dan memasang plang larangan, namun anehnya, ribuan ton getah tetap mengalir keluar dengan mulus sejak awal 2023. Siapa ๐™—๐™š๐™ ๐™ž๐™ฃ๐™œ๐™–๐™ฃ ๐™ ๐™ช๐™–๐™ฉ yang mampu menyandera aparat dan mematikan fungsi pengawasan negara ini?

Lebih mengerikan lagi, dokumen tersebut mengonfirmasi penggunaan bahan kimia berbahaya (๐™ƒโ‚‚๐™Ž๐™Šโ‚„) untuk memacu getah secara paksa, serta adanya perambahan hutan untuk ladang (kopi, jahe, kapulaga) yang telah menerobos batas Zona Tradisional.

Tertulis jelas: konflik ini melibatkan ๐™ฅ๐™š๐™ง๐™ช๐™จ๐™–๐™๐™–๐˜ข๐˜ฏ ๐™—๐™–๐™ง๐˜ถ ๐™ข๐™š๐™ก๐™–๐™ฌ๐™–๐™ฃ ๐™ฅ๐™–๐™œ๐™ช๐™ฎ๐™ช๐™—๐™–๐™ฃ. Ini murni perang bisnis raksasa yang menumbalkan kelestarian Ciremai! Narasi "demi perut warga desa" hanyalah kedok, karena faktanya para penyadap justru ๐™™๐™ž๐™™๐™–๐™ฉ๐™–๐™ฃ๐™œ๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™™๐™–๐™ง๐˜ช ๐™ก๐™ช๐™–๐™ง dan dijerat sistem utang (ijon) oleh pemodal. Ini adalah praktik ๐™ฅ๐™š๐™ง๐™—๐™ช๐™™๐™–๐™ ๐™–๐™ฃ ๐™ข๐™ค๐™™๐™š๐™ง๐™ฃ yang menjadikan rakyat kecil sebagai tameng kejahatan lingkungan.

๐—ž๐—ฎ๐—บ๐—ถ ๐— ๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ป๐˜๐˜‚๐˜ ๐—ง๐—ถ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ก๐˜†๐—ฎ๐˜๐—ฎ!

Pemerintah tidak boleh kalah oleh kejahatan kehutanan terorganisir. Melalui petisi ini, kami mendesak Menteri Kehutanan RI untuk segera:

๐Ÿญ. ๐—›๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ถ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐—ผ๐˜๐—ฎ๐—น ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ๐—ฝ๐—ฎ๐—ป ๐—œ๐—น๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—น ๐—ฆ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—๐˜‚๐—ด๐—ฎ! Direktoral Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan (Gakkum Kemenhut) harus turun tangan menutup praktik tanpa PKS ini.

๐Ÿฎ. ๐—๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜ ๐—”๐—ธ๐˜๐—ผ๐—ฟ ๐—œ๐—ป๐˜๐—ฒ๐—น๐—ฒ๐—ธ๐˜๐˜‚๐—ฎ๐—น ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ถ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป๐—ฎ ๐—ง๐—ถ๐—ฝ๐—ถ๐˜๐—ฒ๐—ฟ. Jangan jadikan petani sebagai kambing hitam. Polri dan Kejaksaan harus memburu oknum birokrat, legislator, pemodal, dan korporasi penadah getah haram tersebut.

๐Ÿฏ. ๐—ง๐˜‚๐—ฟ๐˜‚๐—ป๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐—ฎ๐˜๐˜‚๐—ฎ๐—ป ๐—ง๐˜‚๐—ด๐—ฎ๐˜€ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ฒ๐—ฟ๐˜๐—ถ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ฎ๐˜„๐—ฎ๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐—›๐˜‚๐˜๐—ฎ๐—ป (๐—ฆ๐—ฎ๐˜๐—ด๐—ฎ๐˜€ ๐—ฃ๐—ž๐—›) ๐—•๐—ฒ๐—ป๐˜๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฟ๐—ฒ๐˜€๐—ถ๐—ฑ๐—ฒ๐—ป! Satgas ini sudah terbukti berani menertibkan tambang ilegal di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Ciremai butuh ketegasan yang sama untuk membersihkan jaringan elit perusak ekosistem ini.

Jangan biarkan Ciremai hancur. Jangan gadaikan keselamatan jutaan nyawa di Jawa Barat dan Jawa Tengah demi keuntungan segelintir elit!

๐—ง๐—ฎ๐—ป๐—ฑ๐—ฎ ๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป๐—ถ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐˜€๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐—ฟ๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—ฝ๐—ฒ๐˜๐—ถ๐˜€๐—ถ ๐—ถ๐—ป๐—ถ ๐˜€๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด! ๐—ฆ๐—˜๐—Ÿ๐—”๐— ๐—”๐—ง๐—ž๐—”๐—ก ๐—”๐—ง๐—”๐—ฃ ๐—๐—”๐—ช๐—” ๐—•๐—”๐—ฅ๐—”๐—ง!

Salam Lestari,

Bandung, 26 Februari 2026

๐—ง๐—ฎ๐˜‚๐—ณ๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐˜๐—ผ

โ€ข Inisiator Dewan Pemerhati Kehutanan dan Lingkungan Tatar Sunda (DPKLTS) tahun 2001

โ€ข Mantan Direktur Eksekutif WALHI Jawa Barat periode 1999 - 2002

โ€ข Mantan Ketua Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Jawa Barat periode 1996 - 1999

ย 

ย 

ย 

ย 

ย 

ย 

avatar of the starter
Taufan SurantoPembuka Petisi
446 orang memberi tanda tangan pada minggu ini

24.383


Pengambil Keputusan

MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA
MENTERI KEHUTANAN REPUBLIK INDONESIA
Perkembangan terakhir petisi