Selamatkan Artina, mari berikan tempat dan kesempatan bagi perkembangan seni rupa!
Selamatkan Artina, mari berikan tempat dan kesempatan bagi perkembangan seni rupa!
Masalahnya
Heri Pemad menyampaikan kabar ini kemarin siang: "Saya ingin menyampaikan kabar buruk: artina - Sarinah telah ditutup oleh manajemen/direksi Sarinah.
Saya tidak terima dengan cara mereka yang seperti ini. Sejatinya, artina - Sarinah juga menjadi tanggung jawab Sarinah, karena dua pameran terakhir yang kami buat di lantai 6 Sarinah itu jelas-jelas membawa nama mereka juga: "artina - Sarinah". Jajaran direksi Sarinah pernah menjanjikan akan membantu, ikut menanggung biaya kegiatan dengan mencarikan sponsor. Sponsor memang didapatkan, tapi jumlah dukungan mereka tidak bisa menutup angka yang mereka tagihkan sebagai biaya sewa ruangan. Kami, pengelola kegiatan, jelas-jelas dirugikan bahkan merasa diperas, karena direksi Sarinah malah lepas tangan dari tanggung jawab mereka atas artina - Sarinah.
Saya sedang melawan keputusan yang menyakitkan ini. Sungguh, saya merasa terhina, dan saya tidak terima, karena ternyata semudah itu direksi Sarinah memperlakukan artina seperti kegiatan yang dikerjakan oleh tenant (penyewa) yang ngemplang. Mereka lupa bahwa keberadaan kegiatan seni di lantai 6 (dari pameran Distrik Seni 1 dan 2, lalu hingga artina #1 dan #2) berawal dari permintaan mereka sendiri. Merekalah yang menghubungi saya berkali-kali, meminta saya untuk membuat pameran/festival di lantai 6 yang semula mereka sebut sebagai 'cultural zone'. Mereka juga menjanjikan bantuan untuk pembiayaan kegiatan seni rupa yang saya gagas bersama teman-teman.
Yang terjadi sekarang adalah penutupan paksa. Manajemen Sarinah telah mengeblok akses pengunjung menuju lantai 6, ruang pamer artina, dengan mematikan lift dan eskalator. Ini seperti pemberangusan.
Kami menggagas artina sebagai seri pameran yang melibatkan para perupa, arsitek, desainer dan pembuat film--para maestro dan sosok-sosok penting--yang punya kepedulian pada pelestarian, kemajuan dan pengembangan kebudayaan Nusantara. Penutupan paksa artina di lantai 6 Sarinah sama sekali tidak sejalan misi dan visi Sarinah yang digagas Sukarno.
Dan sekarang saya mau tanya: Tanpa Distrik Seni atau artina, punya apa Sarinah dengan slogan 'panggung karya Indonesia'???
Sungguh ironis...
Soboman, 15 April 2023
Heri Pemad"
Mari kita bantu Pemad menolak pemutusan sepihak ini, agar ia dan rekan-rekannya dapat tetap melanjutkan kegiatannya melalui Artina kembali..
Teguh Ostenrik mengatakan: "kegiatan seni yang dipimpin oleh Heri Pemad dengan nama Distrik Seni Sarinah, kemudian berganti nama menjadi ARTINA - Sarinah, telah sangat membantu "REBRANDING" gedung Sarinah yang dulunya terlihat kumuh.
Kegiatan seni ini membantu menarik minat masyarakat untuk mengunjungi Sarinah, sehingga kita dapat merasakan perbedaan antara Sarinah dengan mal-mal yang berada di sekitar jalan Thamrin.
Namun, mengapa ARTINA tiba-tiba ditutup? Mungkin karena para pengelola gedung tidak melihat adanya keuntungan secara tunai yang masuk dari lantai 6. Tetapi, apakah mereka tidak bisa melihat nilai keuntungan dari PR yang dilakukan oleh kegiatan seni ini terhadap keberadaan Gedung Sarinah, sudah pasti sangat tinggi, terlepas dari sudut pandang Pendidikan Apresiasi Seni pada Masyarakat Luas, ARTINA telah berjasa membangun apresiasi seni masyarakat."
Sebagaimana dikatakan Irene Agrivina Widyaningrum: "Seni harus diberikan ruang yang dapat diakses oleh publik dan tidak hanya berpihak kepada pemilik kapital."

Masalahnya
Heri Pemad menyampaikan kabar ini kemarin siang: "Saya ingin menyampaikan kabar buruk: artina - Sarinah telah ditutup oleh manajemen/direksi Sarinah.
Saya tidak terima dengan cara mereka yang seperti ini. Sejatinya, artina - Sarinah juga menjadi tanggung jawab Sarinah, karena dua pameran terakhir yang kami buat di lantai 6 Sarinah itu jelas-jelas membawa nama mereka juga: "artina - Sarinah". Jajaran direksi Sarinah pernah menjanjikan akan membantu, ikut menanggung biaya kegiatan dengan mencarikan sponsor. Sponsor memang didapatkan, tapi jumlah dukungan mereka tidak bisa menutup angka yang mereka tagihkan sebagai biaya sewa ruangan. Kami, pengelola kegiatan, jelas-jelas dirugikan bahkan merasa diperas, karena direksi Sarinah malah lepas tangan dari tanggung jawab mereka atas artina - Sarinah.
Saya sedang melawan keputusan yang menyakitkan ini. Sungguh, saya merasa terhina, dan saya tidak terima, karena ternyata semudah itu direksi Sarinah memperlakukan artina seperti kegiatan yang dikerjakan oleh tenant (penyewa) yang ngemplang. Mereka lupa bahwa keberadaan kegiatan seni di lantai 6 (dari pameran Distrik Seni 1 dan 2, lalu hingga artina #1 dan #2) berawal dari permintaan mereka sendiri. Merekalah yang menghubungi saya berkali-kali, meminta saya untuk membuat pameran/festival di lantai 6 yang semula mereka sebut sebagai 'cultural zone'. Mereka juga menjanjikan bantuan untuk pembiayaan kegiatan seni rupa yang saya gagas bersama teman-teman.
Yang terjadi sekarang adalah penutupan paksa. Manajemen Sarinah telah mengeblok akses pengunjung menuju lantai 6, ruang pamer artina, dengan mematikan lift dan eskalator. Ini seperti pemberangusan.
Kami menggagas artina sebagai seri pameran yang melibatkan para perupa, arsitek, desainer dan pembuat film--para maestro dan sosok-sosok penting--yang punya kepedulian pada pelestarian, kemajuan dan pengembangan kebudayaan Nusantara. Penutupan paksa artina di lantai 6 Sarinah sama sekali tidak sejalan misi dan visi Sarinah yang digagas Sukarno.
Dan sekarang saya mau tanya: Tanpa Distrik Seni atau artina, punya apa Sarinah dengan slogan 'panggung karya Indonesia'???
Sungguh ironis...
Soboman, 15 April 2023
Heri Pemad"
Mari kita bantu Pemad menolak pemutusan sepihak ini, agar ia dan rekan-rekannya dapat tetap melanjutkan kegiatannya melalui Artina kembali..
Teguh Ostenrik mengatakan: "kegiatan seni yang dipimpin oleh Heri Pemad dengan nama Distrik Seni Sarinah, kemudian berganti nama menjadi ARTINA - Sarinah, telah sangat membantu "REBRANDING" gedung Sarinah yang dulunya terlihat kumuh.
Kegiatan seni ini membantu menarik minat masyarakat untuk mengunjungi Sarinah, sehingga kita dapat merasakan perbedaan antara Sarinah dengan mal-mal yang berada di sekitar jalan Thamrin.
Namun, mengapa ARTINA tiba-tiba ditutup? Mungkin karena para pengelola gedung tidak melihat adanya keuntungan secara tunai yang masuk dari lantai 6. Tetapi, apakah mereka tidak bisa melihat nilai keuntungan dari PR yang dilakukan oleh kegiatan seni ini terhadap keberadaan Gedung Sarinah, sudah pasti sangat tinggi, terlepas dari sudut pandang Pendidikan Apresiasi Seni pada Masyarakat Luas, ARTINA telah berjasa membangun apresiasi seni masyarakat."
Sebagaimana dikatakan Irene Agrivina Widyaningrum: "Seni harus diberikan ruang yang dapat diakses oleh publik dan tidak hanya berpihak kepada pemilik kapital."

Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 15 April 2023