Pengurangan uang sekolah...penundaan kenaikan uang sekolah ...hapuskan daftar ulang

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Yth. Kepala Yayasan Saint Monica

Saat ini kita semua sedang menghadapi Pandemik Covid 19.Kami yakin, semua pihak terkena dampaknya. Walau dampaknya tentu saja berbeda beda di tiap keluarga.
Tentunya kami sangat berharap keadaan ini cepat segera berlalu. Namun kenyataan berkata lain. Setelah 2 bulan kita #dirumahaja ternyata belum cukup menanggulangi wabah ini.
Keadaan ini membuat kami harus lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang yang ada. Dan memangkas biaya-biaya yang tidak perlu sampai wabah ini berlalu.
Kami juga mencoba untuk memahami kebutuhan sekolah yang tentunya juga besar. Tetapi ada beberapa hal yang menurut kami bisa dinegosiasikan untuk sementara waktu.
1. Penghapusan kenaikan school fee tahun ajaran baru 2020/2021 selama pandemi covid19

2. Discount 30% selama SFH (school from home) berlangsung (dari bulan April bagi yg belum bayar sampai pandemi selesai)

3. Meniadakan uang kegiatan Tahun Ajaran Baru 2020/2021.

4. Pengembalian Uang Fotocopy (dari semester 2 thn ajaran 2019/2020 karena tidak ada lagi berkas fotocopy yg diterima oleh murid)

5. Pengembalian Uang Kegiatan tahun ajaran 2019/2020 (sesuai dengan janji dari kepsek untuk mengembalikan uang tsb)

Menurut kami point – point tersebut bisa dihemat.

Tentu saja kami sudah mencari data pembanding sebelum meminta ini ke pihak sekolah. Dan kami pun terbuka untuk diskusi mencari jalan tengah.
Sebenarnya, bisa dibilang, kami ini keluarga dekat dari Yayasan, hubungan kami dengan kalian sudah terjalin lama. Bukankah sekolah sedang dalam kesulitan mencari murid baru? Kenapa tidak membina hubungan baik dengan kami yang sudah di dalam?
Kami percaya, iklan yang terbaik adalah testimoni orang tua. Bukan sekedar pemanis di sosial media.

Mengingat Saint Monica adalah sekolah yang berbasis katolik, yang seperti sekolah katolik lainnya dapat memahami kondisi kesulitan para orangtua murid.