Kang Emil, Kawal dan Prioritaskan Pembangunan Jalur Khusus Tambang di Parungpanjang Bogor!


Kang Emil, Kawal dan Prioritaskan Pembangunan Jalur Khusus Tambang di Parungpanjang Bogor!
Masalahnya
Dulu udara pagi di Bogor seger banget. Orang Jakarta aja biasanya lari pagi di Bogor untuk dapat udara bersih. Tapi sekarang, tiap hirup udara Bogor rasanya sesak.
Saya dan ribuan warga Bogor lainnya terpaksa menghirup udara penuh debu. Saya saja sampai kena ISPA (infeksi saluran pernapasan akut)!
Udara penuh debu itu datang dari truk yang melintas, membawa bahan tambang. Semua masyarakat di Kecamatan Parungpanjang dan Rumpin pun sudah resah.
Data UPT Kecamatan Rumpin menunjukkan di tahun 2016 - 2017, ada 126 orang kena pneumonia, 2.517 balita dan 3.912 orang dewasa mengidap ISPA. Di Kecamatan Parungpanjang, 5.858 orang mengalami nasofaringitis akut dan 6.549 orang mengidap ISPA.
Bayangkan, bertahun-tahun belasan ribu orang harus mengidap penyakit pernapasan karena truk tambang lewat.
Sebenarnya tahun 2018, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bilang akan bangun jalur khusus tambang. Tapi, sampai hari ini, jalur itu belum ada. Bahkan, ada kabar yang menyatakan bahwa pembangunan jalur khusus tambang ini akan diundur sampai tahun 2022.
Apa perlu sampai jutaan orang mengalami penyakit pernapasan, baru jalur ini akan dibangun?
Oleh karena itu, saya minta bantuan kamu untuk dukung petisi ini agar Pak Ridwan Kamil segera bangun jalur khusus tambang di Kabupaten Bogor. Kami sudah tidak bisa menunggu lagi!
Kalau petisi ini didukung oleh puluhan ribu orang dan viral di media sosial, mungkin Pak Ridwan Kamil yang aktif di medsos jadi mau mendengarkan permintaan kita.
Keadaan masyarakat sudah buruk. Ada pandemi, ada lingkungan yang rusak karena tambang, ada penyakit pernapasan karena tambang.
Ayo kita kawal bersama pembangunan jalur khusus tambang agar secepatnya terlaksana. Jalur khusus tambang adalah solusi satu-satunya!
#jalurtambangbogor
#saveparungpanjang
Salam,
Indah Kholifah

Masalahnya
Dulu udara pagi di Bogor seger banget. Orang Jakarta aja biasanya lari pagi di Bogor untuk dapat udara bersih. Tapi sekarang, tiap hirup udara Bogor rasanya sesak.
Saya dan ribuan warga Bogor lainnya terpaksa menghirup udara penuh debu. Saya saja sampai kena ISPA (infeksi saluran pernapasan akut)!
Udara penuh debu itu datang dari truk yang melintas, membawa bahan tambang. Semua masyarakat di Kecamatan Parungpanjang dan Rumpin pun sudah resah.
Data UPT Kecamatan Rumpin menunjukkan di tahun 2016 - 2017, ada 126 orang kena pneumonia, 2.517 balita dan 3.912 orang dewasa mengidap ISPA. Di Kecamatan Parungpanjang, 5.858 orang mengalami nasofaringitis akut dan 6.549 orang mengidap ISPA.
Bayangkan, bertahun-tahun belasan ribu orang harus mengidap penyakit pernapasan karena truk tambang lewat.
Sebenarnya tahun 2018, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bilang akan bangun jalur khusus tambang. Tapi, sampai hari ini, jalur itu belum ada. Bahkan, ada kabar yang menyatakan bahwa pembangunan jalur khusus tambang ini akan diundur sampai tahun 2022.
Apa perlu sampai jutaan orang mengalami penyakit pernapasan, baru jalur ini akan dibangun?
Oleh karena itu, saya minta bantuan kamu untuk dukung petisi ini agar Pak Ridwan Kamil segera bangun jalur khusus tambang di Kabupaten Bogor. Kami sudah tidak bisa menunggu lagi!
Kalau petisi ini didukung oleh puluhan ribu orang dan viral di media sosial, mungkin Pak Ridwan Kamil yang aktif di medsos jadi mau mendengarkan permintaan kita.
Keadaan masyarakat sudah buruk. Ada pandemi, ada lingkungan yang rusak karena tambang, ada penyakit pernapasan karena tambang.
Ayo kita kawal bersama pembangunan jalur khusus tambang agar secepatnya terlaksana. Jalur khusus tambang adalah solusi satu-satunya!
#jalurtambangbogor
#saveparungpanjang
Salam,
Indah Kholifah

Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Pengambil Keputusan
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 23 Januari 2021