Revisi Kurikulum untuk Mengurangi Beban Siswa


Revisi Kurikulum untuk Mengurangi Beban Siswa
Masalahnya
Sebagai seorang siswa di Jakarta Barat, Indonesia, saya merasakan betapa beratnya beban yang diberikan oleh kurikulum pendidikan kita saat ini. Banyak dari kami pulang sekolah di jam sore, ada yang bahkan malam, seperti jam kerja orang dewasa. Kami dipaksa untuk menjerah dalam segala macam pelajaran, tanpa mempertimbangkan relevansi pelajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari kami.
Pendidikan bukan tentang membebani siswa dengan jam belajar yang panjang, tapi tentang mempersiapkan mereka untuk hidup. Untuk itu, kurikulum sebaiknya direvisi agar jam pelajaran dapat dioptimalkan dengan pelajaran yang menjurus ke implementasi dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), siswa di Indonesia menghabiskan lagi 36,86 jam per minggu di sekolah. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata OECD yaitu 32,43 jam.
Kami siswa di Jakarta Barat, meminta pihak berwenang untuk mendengar suara kami dan merevisi kurikulum. Kami menginginkan pendidikan yang fokus pada kualitas bukan kuantitas, pendidikan yang memberikan kami waktu untuk tumbuh dan belajar sesuai dengan minat dan kebutuhan kami.
Silakan tandatangani petisi ini untuk membantu kami membuat perubahan.
21
Masalahnya
Sebagai seorang siswa di Jakarta Barat, Indonesia, saya merasakan betapa beratnya beban yang diberikan oleh kurikulum pendidikan kita saat ini. Banyak dari kami pulang sekolah di jam sore, ada yang bahkan malam, seperti jam kerja orang dewasa. Kami dipaksa untuk menjerah dalam segala macam pelajaran, tanpa mempertimbangkan relevansi pelajaran tersebut dalam kehidupan sehari-hari kami.
Pendidikan bukan tentang membebani siswa dengan jam belajar yang panjang, tapi tentang mempersiapkan mereka untuk hidup. Untuk itu, kurikulum sebaiknya direvisi agar jam pelajaran dapat dioptimalkan dengan pelajaran yang menjurus ke implementasi dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Organisasi Kerjasama dan Pembangunan Ekonomi (OECD), siswa di Indonesia menghabiskan lagi 36,86 jam per minggu di sekolah. Ini jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata OECD yaitu 32,43 jam.
Kami siswa di Jakarta Barat, meminta pihak berwenang untuk mendengar suara kami dan merevisi kurikulum. Kami menginginkan pendidikan yang fokus pada kualitas bukan kuantitas, pendidikan yang memberikan kami waktu untuk tumbuh dan belajar sesuai dengan minat dan kebutuhan kami.
Silakan tandatangani petisi ini untuk membantu kami membuat perubahan.
21
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 12 Agustus 2024