Petisi ditutup

Menayangkan turnamen DOTA 2

Petisi ini mencapai 17.122 pendukung


Tak ada yang menyangka, jika sebuah game berubah menjadi semacam gaya hidup. DOTA 2, game bergenre MOBA ini telah bertransformasi dengan sangat baik. Menjadikan dirinya sebagai salah satu game paling ramai dimainkan. Hal ini tak terlepas dari Valve, yang menjadikan DOTA 2 lebih baik dengan segala hal dan fitur yang membuat DOTA 2 lebih komersil tapi juga masih menjaga dirinya sebagai game free to play yang tetap mengandalkan skill pemainnya untuk memenangkan game. Sejak event pertama di tahun 2011, The International, yang mana prizepool masih di angka $ 1,600,000 sampai yang terakhir Agustus kemarin The International 2015 dengan prizepool $18,429,613 dan menjadikan DOTA 2 sebagai olahraga dengan hadiah terbesar no 2 tahun ini setelah World Series of Poker (video bisa dicek di sini) para penikmat game satu ini belum pernah menyaksikan para tim kesayangannya di layar kaca.

Ya, DOTA 2 juga memiliki tim-tim sama seperti olah raga lain seperti sepak bola, basket, dsb. Ada banyak tim yang bukan sekedar bermain game, tapi juga hidup di dalam game ini. Seperti Natus Vincere, The Alliance, Evil Geniuses, LGD, Vici Gaming, dll, mereka bahkan juga melakukan bongkar pasang pemain untuk mencari gaya permainan terkini yang dapat membuat mereka memenangkan banyak kejuaraan.

Apakah hanya tim luar negeri yang menarik perhatian? Tentu tidak. Banyak tim lokal yang mulai menunjukkan tajinya, meskipun baru sebatas kawasan Asia Tenggara. Seperti yang baru-baru ini, tim asal Indonesia, Rex Regum Qeon berhasil menghempaskan tim asal Malaysia, Who2Bet di Southeast Asia Dota 2 Championship 2015 dengan skor 3-2 (keuntungan 1 game untuk Who2Bet).

Bicara soal komentator, DOTA 2 juga memiliki banyak komentator yang sangat diidolai, seperti TobiWan, LD, Merlini, Purge, GoDz, dkk. Bahkan, Indonesia pun memiliki cukup banyak tim caster seperti DTVI, LIGA, ECHO, dan masih banyak lagi yang berisikan caster-caster yang cukup banyak memberikan kontribusi untuk kemajuan e-sport di Indonesia seperti Yota, Justincase, Melondoto, AlvinDAD, Miguel, dll.

Selama ini, banyak para penikmat hanya bisa menyaksikan turnamen-turnamen bergengsi via stream entah Twitch, Hitbox, Azubu, atau Youtube. Mereka sebenarnya bisa menyaksikan turnamen-turnamen tersebut via in game, tapi sistem tiket yang harus dibeli membuat beberapa orang harus kehilangan akses menyaksikan tim-tim idola mereka bertanding.

Saya mewakili komunitas DOTA 2 di Indonesia, dengan kerendahan hati, meminta PT. Net Mediatama Indonesia via Net. TV untuk menayangkan turnamen-turnamen kelas dunia yang diadakan Valve, dimulai pada musim gugur pada November tahun ini, dimana Valve akan mengadakan turnamen pertama mereka sejak mengumumkan DOTA Major Championship beberapa waktu lalu. 

Menurut data dari SteamSpy, ternyata angka pemain game DOTA 2 di Indonesia cukup besar, sekitar 4,79 juta pemain, menjadikan Indonesia dengan negara penyumbang pemain terbanyak ke 6 di dunia. Dan Melihat Net. TV sebagai salah satu stasiun televisi yang banyak memberikan acara-acara yang dinamis dan masa kini, tentunya dengan menayangkan turnamen e-sport satu ini akan membawa warna baru bagi tayangan televisi yang ada, karena bukan suatu hal yang mustahil untuk melihat DOTA 2 ada di televisi. Setelah ESPN juga pernah menayangkan The International 4 pada 2014 lalu.

Akhir kata, Salam Rampage dan maju terus e-sport Indonesia!



Hari ini: Higsweart mengandalkanmu

Higsweart Benetz membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "PT. Net mediatama Indonesia: Menayangkan turnamen DOTA 2 @NetTv_MediaTama". Bergabunglah dengan Higsweart dan 17.121 pendukung lainnya hari ini.