Petition Closed
Petitioning Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono and 2 others

Presiden @SBYudhoyono; ribuan TKI menunggu Anda di Saudi. #RibuanMenungguSBY

10.000 lebih warga Indonesia di Saudi Arabia berjejalan di Tarhil Sumaisyi, kamp imigrasi yang dulunya bekas penjara. Belum bisa pulang, dan tidak bisa keluar. Ribuan lainnya, gelandangan di jalanan, dengan cuaca yang dingin dan hujan.

Miris saya, melihat wanitanya melahirkan tanpa perawatan memadai; bayi sulit dapat susu, kalaupun ada dibuat dengan air yang tidak steril. Kemarin ini, Didin Jainuddin, TKI asal Sukabumi, meninggal dalam keadaan yang menyedihkan. 

Mereka adalah TKI yang diusir majikannya sejak amnesti berakhir (masa pengampunan bagi TKI tidak berdokumen) 3 November lalu. Dari 101.067 TKI yang berupaya mendapatkan amnesti, hanya 17.306 yang berhasil mendapatkan, dan 6.700 mendapatkan exit permit untuk pulang ke Indonesia. Dan kini baru 484 orang yang bisa dipulangkan ke Indonesia karena sulitnya birokrasi untuk mendapatkan exit permit.

Puluhan ribu TKI lain yang tak dapat ditampung Tarhil Sumaisyi hanya bisa berkeliaran di jalan. Menunggu nasib yang tak pasti. Sebagian tidur di pinggir jalan di sepanjang Tarhil Matar Qadim di Jeddah Arab Saudi. KBRI dan KJRI di Saudi tak punya kapasitas untuk menampung mereka. 

Berlakunya sistem kaffala di Arab Saudi, menjerat TKI dalam perangkap perbudakan modern. Sistem Kaffala mengharuskan pekerja asing untuk menyerahkan paspor kepada majikannya dan saat akan keluar Arab harus mendapat ijin dari majikan untuk legalisasi exit permit di imigrasi.

Saya membuat petisi ini karena TIDAK TAHAN melihat kondisi yang memilukan. 

Satu-satunya cara, adalah lobi tingkat tinggi! 

Pak SBY, ribuan pahlawan devisa Anda menggelandang di negeri orang! Mereka terlantar dan tidak diperlakukan manusiawi. Mereka butuh Anda turun tangan! Datanglah ke Arab Saudi. Percepat exit permit biar ribuan anak dan perempuan biar segera bisa pulang ke Indonesia. 

Keadaan semakin memprihatinkan, anak-anak mulai sakit,jangan biarkan mereka menderita terlalu lama. Yang terpaksa tinggal di pinggir jalan juga perlu perlindungan, apalagi cuaca sedang buruk di Arab, dingin dan mulai turun hujan.

Teman-teman di Indonesia, bantu saya menyampaikan ini pada Pak Presiden.

Letter to
Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono
Kementrian Luar Negeri RI
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Muhaimin Iskandar (Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI)
Percepat Exit Permit Puluhan Ribu TKI di Saudi Arabia

10.000 lebih warga Indonesia di Saudi Arabia berjejalan di Tarhil Sumaisyi, kamp imigrasi yang dulunya bekas penjara. Belum bisa pulang, dan tidak bisa keluar. Ribuan lainnya, gelandangan di jalanan, dengan cuaca yang dingin dan hujan.

Miris saya, melihat wanitanya melahirkan tanpa perawatan memadai; bayi sulit dapat susu, kalaupun ada dibuat dengan air yang tidak steril. Kemarin ini, Didin Jainuddin, TKI asal Sukabumi, meninggal dalam keadaan yang menyedihkan.

Mereka adalah TKI yang diusir majikannya sejak amnesti berakhir (masa pengampunan bagi TKI tidak berdokumen) 3 November lalu. Dari 101.067 TKI yang berupaya mendapatkan amnesti, hanya 17.306 yang berhasil mendapatkan, dan 6.700 mendapatkan exit permit untuk pulang ke Indonesia. Dan kini baru 484 orang yang bisa dipulangkan ke Indonesia karena sulitnya birokrasi untuk mendapatkan exit permit.

Puluhan ribu TKI lain yang tak dapat ditampung Tarhil Sumaisyi hanya bisa berkeliaran di jalan. Menunggu nasib yang tak pasti. Sebagian tidur di pinggir jalan di sepanjang Tarhil Matar Qadim di Jeddah Arab Saudi. KBRI dan KJRI di Saudi tak punya kapasitas untuk menampung mereka.

Berlakunya sistem kaffala di Arab Saudi, menjerat TKI dalam perangkap perbudakan modern. Sistem Kaffala mengharuskan pekerja asing untuk menyerahkan paspor kepada majikannya dan saat akan keluar Arab harus mendapat ijin dari majikan untuk legalisasi exit permit di imigrasi.

Saya membuat petisi ini karena TIDAK TAHAN melihat kondisi yang memilukan.

Satu-satunya cara, adalah lobi tingkat tinggi!

Pak SBY, ribuan pahlawan devisa Anda menggelandang di negeri orang! Mereka terlantar dan tidak diperlakukan manusiawi. Mereka butuh Anda turun tangan! Datanglah ke Arab Saudi. Percepat exit permit biar ribuan anak dan perempuan biar segera bisa pulang ke Indonesia.

Keadaan semakin memprihatinkan, anak-anak mulai sakit,jangan biarkan mereka menderita terlalu lama. Yang terpaksa tinggal di pinggir jalan juga perlu perlindungan, apalagi cuaca sedang buruk di Arab, dingin dan mulai turun hujan.

Salam,


Thobibudin