Mohon segera adakan "duduk bersama" untuk mencari solusi permanen untuk bencana kabut asap

Mohon segera adakan "duduk bersama" untuk mencari solusi permanen untuk bencana kabut asap

Masalahnya

"Setiap tahun siswa di Jambi dan Riau khususnya mendapatkan libur tambahan untuk merayakan festival tahunan. Ya festival tersebut adalah festival Kabut Asap.Festival ini dirayakan seperti pesta topeng ataupun film-film horor dimana semua orang memakai masker dan pandangan kabur karena kabut. Kebakaran lahan gambut dan pembakaran hutan berguna untuk memberi kesan horor dari festival ini. Bahkan Puskemas dan Rumah sakit juga dipenuhi para pasien ISPA dan gangguan saluran pernafasan. Perayaan ini selalu berjalan meriah setiap tahun bahkan bandara pun menutup aktifitas mereka demi perayaan ini."

Assalmualaykum Wr.Wb

#PrayforJambi #PrayForRiau #TuntaskanKabutAsap

Sodara-sodara sebangsa dan Setanah Air yang Baik Hati

Tulisan di atas merupakan ekspresi kekecewaan kami terhadap penanganan bencana kabut asap yang selalu saja berulang setiap tahun dan tahun ini dikatakan yang paling parah. Berulangnya bencana ini memberi kesan seolah pemerintah lalai dalam menangani kabut asap. Bagaimana tidak, di Jambi sekolah terpaksa diliburkan hingga hari Senin untuk menghindari bahaya kabut asap (telah mengganggu jalannya pendidikan). Aktifitas bandara terhenti sejak kemarin (telah mengganggu perekonomian). Serta yang paling menyedihkan adalah puluhan ribu orang mengalami gangguan pernafasan.

Sementara itu di Jakarta orang-orang sibuk membicarakan masuknya PAN ke KIH. Relokasi Kampung Pulo yang masih bermasalah. Ataupun soal fluktuasi nilai dolar yang semakin melambung tinggi. Lantas mana ruang untuk kami untuk menyampaikan keluh kesah. Mungkinkah kami harus mati tersedak terlebih dahulu agar bisa menarik perhatian seluruh Indonesia? Beginikah cara Indonesia memperlakukan kami?

Oleh karena itu kami memohon dengan segala kerendahan hati kepada seluruh Rakyat Indonesia untuk saling membantu mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Kami butuh udara segar. Kami ingin kabut asap ini tidak terjadi lagi atau paling tidak, tidak bisa diminimalisir agar tidak berdampak bahaya bagi kesehatan masyarakt Jambi dan Riau. 

Kami juga mengajak Sodara-sodara semua untuk membantu dengan meramaikan #PrayforJambi #PrayForRiau #TuntaskanKabutAsap

Agar masalah ini dapat menjadi perhatian kita bersama. Dan segera dicarikan solusi permanen oleh pemerintah paling tidak untuk meminimalisir dampak buruk dengan mencari metode pencegahan yang lebih baik serius.

Terima Kasih

#PrayforJambi #PrayForRiau #TuntaskanKabutAsap

Assalamualaykum Wr.Wb

 

****Gambar dari Jambi Independent****

avatar of the starter
Amri MushlihPembuka Petisi
Petisi ini mencapai 937 pendukung

Masalahnya

"Setiap tahun siswa di Jambi dan Riau khususnya mendapatkan libur tambahan untuk merayakan festival tahunan. Ya festival tersebut adalah festival Kabut Asap.Festival ini dirayakan seperti pesta topeng ataupun film-film horor dimana semua orang memakai masker dan pandangan kabur karena kabut. Kebakaran lahan gambut dan pembakaran hutan berguna untuk memberi kesan horor dari festival ini. Bahkan Puskemas dan Rumah sakit juga dipenuhi para pasien ISPA dan gangguan saluran pernafasan. Perayaan ini selalu berjalan meriah setiap tahun bahkan bandara pun menutup aktifitas mereka demi perayaan ini."

Assalmualaykum Wr.Wb

#PrayforJambi #PrayForRiau #TuntaskanKabutAsap

Sodara-sodara sebangsa dan Setanah Air yang Baik Hati

Tulisan di atas merupakan ekspresi kekecewaan kami terhadap penanganan bencana kabut asap yang selalu saja berulang setiap tahun dan tahun ini dikatakan yang paling parah. Berulangnya bencana ini memberi kesan seolah pemerintah lalai dalam menangani kabut asap. Bagaimana tidak, di Jambi sekolah terpaksa diliburkan hingga hari Senin untuk menghindari bahaya kabut asap (telah mengganggu jalannya pendidikan). Aktifitas bandara terhenti sejak kemarin (telah mengganggu perekonomian). Serta yang paling menyedihkan adalah puluhan ribu orang mengalami gangguan pernafasan.

Sementara itu di Jakarta orang-orang sibuk membicarakan masuknya PAN ke KIH. Relokasi Kampung Pulo yang masih bermasalah. Ataupun soal fluktuasi nilai dolar yang semakin melambung tinggi. Lantas mana ruang untuk kami untuk menyampaikan keluh kesah. Mungkinkah kami harus mati tersedak terlebih dahulu agar bisa menarik perhatian seluruh Indonesia? Beginikah cara Indonesia memperlakukan kami?

Oleh karena itu kami memohon dengan segala kerendahan hati kepada seluruh Rakyat Indonesia untuk saling membantu mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Kami butuh udara segar. Kami ingin kabut asap ini tidak terjadi lagi atau paling tidak, tidak bisa diminimalisir agar tidak berdampak bahaya bagi kesehatan masyarakt Jambi dan Riau. 

Kami juga mengajak Sodara-sodara semua untuk membantu dengan meramaikan #PrayforJambi #PrayForRiau #TuntaskanKabutAsap

Agar masalah ini dapat menjadi perhatian kita bersama. Dan segera dicarikan solusi permanen oleh pemerintah paling tidak untuk meminimalisir dampak buruk dengan mencari metode pencegahan yang lebih baik serius.

Terima Kasih

#PrayforJambi #PrayForRiau #TuntaskanKabutAsap

Assalamualaykum Wr.Wb

 

****Gambar dari Jambi Independent****

avatar of the starter
Amri MushlihPembuka Petisi

Pengambil Keputusan

Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Telah ditanggapi
Teman-teman, Terima kasih telah terus mengawal kami melalui petisi mengenai isu darurat asap ini. Saya menulis ini dari Kalimantan Selatan dan setelah ini ke Sumatera Utara dan Jambi untuk memantau keadaan di lapangan dan terus mencari solusi. Area kebakaran mencapai 190 ribu ha lebih dibandingkan dengan tahun lalu sekitar 40 ribu saja. Saat ini, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sudah meneliti 139 perusahaan terkait hutan atau kebun dari pelepasan kawasan. Dari situ, ada 26 perusahaan yang kami sedang teliti kemungkinan pidana. Hal itu juga dilakukan oleh POLRI dan diantaranya telah ditetapkan tersangka. Solusi jangka panjang yang sedang dikembangkan adalah tata kelola gambut dan penggunaan lahan yang tepat, kekuatan kelembagaan masyarakat dalam pemadaman secara partisipatif, dan tentunya yang sangat penting: ketaatan hukum bersama dunia usaha para pemegang konsesi lahan. Sekian update dari saya sejauh ini. Terima kasih atas perhatian dan kerjasama yang baik. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia
Joko Widodo
Presiden Republik Indonesia
Ir Joko Widodo
Ir Joko Widodo
Presiden Republik Indonesia
Siti Nurbaya Bakar
Siti Nurbaya Bakar
Menteri Linkungan Hidup dan Kehutanan RI
Tokoh Politik dan Masyarakat Jambi
Tokoh Politik dan Masyarakat Jambi

Perkembangan Terakhir Petisi