Ancaman penyebaran COVID-19 yang lebih luas

0 telah menandatangani. Mari kita ke 50.000.


Kepada Yth. 

Bapak Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo 

di Tempat

Dengan hormat, 

Sehubungan dengan petisi lalu ter tanggal 17 Maret 2020 poin 10 mengenai pembatasan bepergian ke luar daerah/ luar negeri dan pembatasan aktivitas keluar rumah. (link petisi asli) Kami menyampaikan surat ini terkait berita terbaru bahwa akan terjadi lonjakan pemudik dari kota wabah tinggi COVID-19 ke daerah Indonesia lainnya. (1)(2)(3)(4)(5)(6)

Mobilitas penduduk ini akan mengancam daerah-daerah lain yang sebelumnya memiliki angka rendah kasus COVID-19 kemudian dapat melonjak tinggi karena transmisi yang didatangkan dari daerah wabah tinggi COVID-19.

Skrining kesehatan yang dilakukan di bandara atau area pemberangkatan penumpang transportasi umum belum mampu menyeleksi apakah penumpang tersebut memiliki COVID-19 atau tidak.

Hal ini terjadi karena orang yang terinfeksi COVID-19 tapi belum dinyatakan positif karena belum diperiksa dengan alat diagnostik COVID-19, masih memungkinkan dirinya tidak bergejala dan tidak menunjukkan demam ketika dilakukan skrining kesehatan dengan alat pemindai suhu saat pemberangkatan ke kota lain. Hal ini terjadi karena dibutuhkan waktu antara 2 hingga 10 hari (rata-rata 5 hari) sebelum orang yang terinfeksi menjadi sakit dan mengalami demam. (7)(8)

Penelitian oleh Quilty dkk. menunjukkan bahwa estimasi 46% penumpang yang memang terinfeksi tidak dapat terdeteksi oleh skrining kesehatan melalui pemindai suhu.

Hal ini menunjukkan bahwa penyaringan penumpang keluar atau masuk bandara melalui pemindai suhu atau sejenis tidak dapat mencegah penularan infeksi ke negara atau wilayah yang akan dikunjungi yang kemudian dapat mengakibatkan sumber penularan baru yang bersifat transmisi lokal.(9) 

Pren dkk. dalam artikel ilmiahnya dalam jurnal The Lancet menyampaikan bahwa kombinasi antara penjagaan jarak fisik antar sesama (physical distancing) dan pembatasan perjalanan (traveling restriction) dinilai menekan angka penyebaran COVID-19 di wilayah outbreak Wuhan. (10)

Rocklöv dkk. dalam tulisan ilmiahnya mengenai penyebaran COVID-19 di kapal pesiar Diamond Princess menyatakan bahwa pemisahan penumpang terkonfirmasi COVID-19 dengan  penumpang lain yang dikarantinakan menunjukkan jumlah kasus baru COVID-19 sebanyak 17%. Hal ini berbeda bila tidak dilakukan intervensi karantina yang diperkirakan akan menunjukkan estimasi sebesar 79% angka kasus baru.(11)

Kami harap isi surat ini dapat menjadi pertimbangan Bapak Presiden dalam memutuskan kebijakan baru terkait penekanan penyebaran COVID-19 ini. Kami harap tindak lanjut cepat Bapak Presiden agar penekanan penyebaran COVID-19 dapat dilakukan dengan cepat dan banyak nyawa yang terselamatkan dari ancaman virus COVID-19 ini.

Pembatasan perjalanan telah dianggap sukses secara ilmiah menekan penyebaran transmisi ini.(12) 

Penanganan wabah ini perlu ditangani dengan pendekatan kesehatan terfokus dan tidak bisa dilakukan dengan pendekatan lain karena pada dasarnya wabah ini ditimbulkan karena penyakit. Dalam ilmu kedokteran, penanganan terhadap penyakit kegawatdaruratan didasarkan pada pertaruhan waktu.

Semakin cepat kegawatdaruratan ditangani, semakin tinggi keberhasilan pengobatannya.

Saran konkrit yang bisa kami berikan kepada Bapak Presiden dalam memberikan kebijakan adalah menghentikan semua akses transportasi dari dalam dan keluar kota wabah tinggi untuk sementara waktu (mungkin 1-2 hari) hingga pemerintah dapat memikirkan solusi paling tepat untuk masalah ini. Kami yakin bahwa Indonesia dapat mengatasi wabah COVID-19 ini dengan kebijakan pemerintah yang cepat dan tepat. Terima kasih.

Amerika Serikat, 27 Maret 2020

dr. Dike Hanurafinova Afifi dan teman-teman

didukung oleh: dr. Andi Khomeini Takdir Haruni, SpPD, K-Psi

Atas nama putra-putri bangsa Indonesia yang khawatir.

Catatan:

Revisi surat dengan penambahan kalimat terakhir ter tanggal 28 Maret 2020

(...) angka yang dituliskan dalam kurung merupakan sumber referensi yang kami kutip dan dapat diakses via internet dengan menekan angka dalam kurung tersebut.

Kurva gambar dikutip dari : (13)(14)(15)