Cabut Izin Pembangunan Investor Asing (Swasta) di Kawasan Taman Nasional Pulau Komodo

0 telah menandatangani. Mari kita ke 150.000.


Ini lahan KONSERVASI bukan Lahan INVESTASI!

"Kami menolak pembukaan lahan di Taman Nasional ini!"

Pak (@jokowi) kami sangat menghargai bapak karena engkau Presiden kami, dengan rendah hati kami Masyarakat Indonesia meminta kembalikan lahan ini, kami mohon perintahkan kepada Pemda untuk pemutusan izin INVESTOR ASING (Swasta) di kawsan Taman Nasional Pulau Komodo. Kami rasa Perusahaan Swasta ini tidak akan pernah layak! dan bahkan tidak pantas membeli tanah di lahan Taman Nasional ini!


300 hektar di Pulau Padar mau di kelola Perusahaan SWASTA, 22,1 hektar di Pulau Rinca pas di puncak tempat Komodo biasa lewat. Please help protect Komodo dari tangan investor, jangan bebani punggung Komodo dengan bangunan investor.


"Perlu diketahui Komodo (Varanus komodoensis) termasuk spesies kadal terbesar di dunia yang hidup di pulau Komodo sekaligus satu-satunya di dunia (Komodo juga merupakan warisan dari zaman purbakala, karena Komodo termasuk dalam Hewan Purba yang telah hidup jutaan tahun lalu di Indonesia) habitat aslinya di Taman Nasional Komodo termasuk di Rinca, Flores, Gili Motang, dan Gili Dasami di Nusa Tenggara Timur".

Tidak rela rasanya jika habitanya semakin menipis karena investor!



Hari ini: INDO mengandalkanmu

INDO FLASHLIGHT membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Presiden Negera Republik Indonesia 2018: Cabut Izin Pembangunan Investor Asing (Swasta) di Kawasan Taman Nasional Pulau Komodo". Bergabunglah dengan INDO dan 75.929 pendukung lainnya hari ini.