Petition updatePresiden @jokowi, tolak tambang di Pulau Bangka – Sulut!Pesisir Bangka Zona Fasilitas Umum, Bos PT MMP Bertandang di Deprov

Kaka SlankJakarta, Indonesia
Feb 9, 2017
MANADOPOST — Akhirnya setelah sempat terjadi tarik menarik, Ranperda Rancangan Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP3K) tuntas, kemarin. Meski masih harus melewati beberapa tahapan, tapi di tingkat panitia khusus (Pansus) sudah memasuki babak final.
Kemarin dibahas beberapa poin yang menjadi catatan sebelumnya. Diantaranya memuat tentang peta pemanfaatan ruang, pasal kemitraan, serta pasal gugatan perwakilan. “Ada tiga hal yang menjadi catatan dalam konsultasi di Kemendagri. Perubahan peta pemanfaatan ruang di Pulau Bangka, pasal kemitraan, serta pasal yang memuat pemberdayaan masyarakat dalam gugatan perwakilan,” kata anggota pansus Amir Liputo.
Yang dibahas pertama adalah mengenai kemitraan. Anggota pansus Cindy Wurangian menekankan, pasal ini tak boleh memunculkan anggapan ada monopoli pemerintah. “Karena dipastikan pihak swasta akan kalah bersaing dengan pemerintah (BUMD). Karena ini akan jadi bumerang bagi pemerintah, ketika pihak swasta di Sulut tidak berjalan,” katanya. Selanjutnya dibahas mengenai gugatan perwakilan.
Poin paling utama mengenai Pulau Bangka dibahas di penghujung rapat. Akhirnya pansus menetapkan pesisir Bangka dijadikan zona fasilitasumum, dari sebelumnya zona industri. “Jadi zona ini diubah dari zona industri dalam RTRW menjadi fasilitas umum, sepanjang tidak menyalahi peraturan perundang-undangan,” katanya. Juga kalau ada yang mau mempertahankan peta sebelumnya (zona industri), silahkan mengusulkan. “Nanti dibawa ke Dirjen Bangda, sehingga akan mendapat penjelasan tentang norma hukum. Agar segera selesai masalah ini,” tambah Ketua Pansus Edwin Lontoh.
Kemudian dijelaskan Sekretaris Pokja Ronald Sorongan, Ranperda RZWP3K tidak hanya mengatur reklamasi. Tapi juga perizinan pemakaian zona laut dan pantai. Menurutnya, ranperda ini masih akan dikonsultasikan ke pemerintah pusat. Belum final.
Yang cukup menarik, bos PT MMP, pertambangan biji besi yang sedang beroperasi di Pulau Bangka, Mr Yang terlihat berada di kantor Deprov, kemarin. Mr Yang yang menggunakan kemeja putih dengan membawa tas warna hitam itu enggan berkomentar pada wartawan. Dari informasi, dirinya sedang mencari pimpinan dewan dan pansus Zonasi.
Copy link
WhatsApp
Facebook
Nextdoor
Email
X