Neuigkeit zur PetitionPresiden, aku memilihmu untuk HAM. Tolong jangan bunuh korban perdagangan manusia. Selamatkan #MaryJane!
Terima kasih, dan sebuah update dari kunjungan ke penjara pada 26 April 2015

Ruli ManurungJakarta, Indonesien
26.04.2015
Kepada semua rekan yang telah menandatangani petisi ini, saya ucapkan terima kasih untuk dukungannya. Per saat ini, jam 21:00 WIB, sekitar 12 jam setelah petisi ini saya mulai di change.org, sudah ada 4.882 pendukung.
Jujur saja, ketika saya memulai petisi ini, saya tidak punya rencana yang matang mengenai apa langkah berikutnya. Saya hanyalah seorang warganegara biasa yang ingin menyuarakan aspirasi saya mengenai ketidakadilan yang luar biasa ini. Namun, dalam 12 jam terakhir ini, saya telah melihat respon yang begitu mengharukan dari rekan-rekan semua. Mohon kiranya rekan-rekan bisa terus membagikan berita mengenai petisi ini, supaya ia memiliki dampak yang lebih kuat.
Saya juga perlu berterima kasih kepada Sdr. Iwan Meulia Pirous, yang telah banyak membantu dengan membuat draft naskah petisi ini, dan kepada Sdr. Arief Aziz dari change.org, yang telah membantu mempublikasikan petisi ini.
Batas waktu semakin mendekat, namun janganlah kita kehilangan harapan. Kita harus percaya bahwa masih ada kesempatan untuk memberikan pengampunan kepada Mary Jane.
Bersama ini saya juga ingin berbagi informasi yang barusan saya peroleh dari tim bantuan hukum Mary Jane dari NUPL (National Union of Peoples' Lawyers), yang terdiri dari Atty. Edre U.Olalia dan Atty. Minnie Lopez. Berita ini saya terima dalam bahasa Inggris, dan barusan saya terjemahkan:
------------------------------------------------
Mary Jane Veloso
Laporan perkembangan: Kunjungan Penjara Kedua
26 April 2015
Penjara Nusakambangan
Cilacap, Indonesia
1. Keluarga Mary Jane (orangtua, kedua putra, saudara, suami), pengacara dari Filipina dan Indonesia, penasehat spiritual, serta perwakilan dari kedubes Filipina mengunjungi Mary Jane hari ini, dengan mengantisipasi bahwa ini akan menjadi kunjungan yang dipenuhi rasa suram dan mencekam.
2. Telah dikonfirmasikan oleh pihak pengacara Indonesia dari Mary Jane bahwa hukuman mati dengan cara regu tembak dapat diberlakukan PALING CEPAT hari Selasa 28 April, jam 17:00, kecuali ada keputusan hakim atau grasi untuk menunda atau membatalkannya.
3. Selain momen pertemuan yang sangat emosional dengan satu-satunya saudara lelakinya, Mary Jane tampak ceria dan tenang seperti biasanya, menunjukkan ia dipenuhi oleh rasa damai dan keyakinan dari dalam dirinya. Dia terlihat sangat disukai dan dihormati oleh para petugas di penjara, para penjaga, dan juga sesama tahanan.
4. Pertemuan reuni berlangsung dari jam 10.30 sampai dengan jam 16.30 dengan semua pihak duduk, jongkok, atau berbaring pada sebuah tikar yang telah digelar oleh petugas penjara khusus untuk pertemuan ini: sebuah potret yang sangat indah -- sebuah keluarga yang sederhana menghabiskan hari Minggu bersama-sama secara sederhana. Setelah misa kebaktian, waktu mereka dihabiskan dengan penuh canda tawa dan diskusi ringan. Mereka semua bersantap bersama dengan hidangan makanan yang sederhana, menggunakan tangan. Sebuah momen yang terlihat dan terasa surreal.
5. Mary Jane mengatakan rindu akan dua saudara perempuan lainnya yang berada di Filipina dan Bahrain, dan berharap bisa berkomunikasi dengan mereka melalui panggilan audio/video call.
6. Sekali lagi dia menyatakan di depan semua yang hadir bahwa ia tidak bersalah. Ia juga mengkonfirmasikan bahwa pihak kepolisianlah, dan bukan kedutaan besar Filipina, yang memberikan bantuan hukum pada saat pemeriksaan pengadilan. Ia juga setuju bahwa perjuangannya belum selesai, dan berharap bahwa keluarganya tidak kehilangan harapan.
7. Mary Jane tidak habis percaya bagaimana mungkin saudara jauhnya, Cristina Sergio, masih menyangkal keterlibatannya, sampai-sampai mengarang cerita untuk menutup-nutupi langkah jahatnya bersama-sama dengan pasangannya, Julius Lacanilao, untuk menjerumuskan Mary Jane. Ia mengharapkan NUPL akan terus menindaklanjuti kasus melawan mereka, bukan hanya untuk memberikan keadilan untuk Mary Jane, namun juga untuk menyelamatkan kemungkinan adanya korban di masa depan.
8. Mary Jane mengklarifikasikan bahwa empat surat yang telah ia kirimkan kemarin sebetulnya telah ditulis pada bulan Januari 2015 ketika ia mulai merasa -- setelah 5 tahun -- bahwa pemerintah Filipina akhirnya memulai untuk memberikan bantuan kepadanya.
9. Sebuah kunjungan akan dilakukan lagi besok, tanggal 27 April, oleh seluruh keluarga, pengacara, dan pihak-pihak lainnya.
Kontak:
Atty. Edre U.Olalia
Atty. Minnie Lopez
Pengacara Filipina pribadi dari Mary Jane dan keluarga Veloso
NUPL (National Union of Peoples' Lawyers)
Indonesia number:
+62 81283603953
Link kopieren
WhatsApp
Facebook
E-Mail
X