Presiden Jokowi, Coret Capim KPK Bermasalah!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.000.


Sudah tau kalau sekarang sedang berlangsung proses pemilihan Pimpinan KPK? Ini penting banget loh, harus kita awasin bener-bener!

Apa jadinya kalau orang yang punya rekam jejak buruk terpilih jadi pemimpin KPK? Nanti koruptor nggak bisa lagi ditangkap KPK karena Pimpinannya bisa kongkalikong sama koruptor.

Nggak cuma itu, kalau korupsi gagal diberantas KPK, yang rugi ya rakyat. Uang negara yang harusnya digunakan untuk bikin bagus pendidikan, layanan kesehatan, dan layanan publik lainnya, bisa-bisa nggak bisa lagi dinikmati rakyat karena habis dikorupsi.

Namun sayangnya proses pemilihan Pimpinan KPK kali ini menyisakan banyak persoalan serius. Mulai dari Panitia Seleksi nya hingga para calon yang mendaftar.

Pertama, Pansel KPK tidak mempertimbangkan rekam jejak para calon pimpinan KPK. Ini dikarenakan dalam nama-nama yang masih dinyatakan lolos seleksi, masih terdapat nama-nama yang punya rekam jejak buruk di masa lalunya.

Ada yang sempat dilaporkan atas dugaan pelanggaran etik sampai ada yang diduga pernah menerima gratifikasi tapi tidak melaporkan pada KPK!

Bahkan nggak nutup kemungkinan ada yang punya konflik kepentingan sehingga akan menyulitkan kerja-kerja pemberantasan korupsi ke depan.

Kalau para Pimpinan KPK punya rekam jejak buruk dan punya konflik kepentingan, semakin lama publik nggak akan percaya KPK bisa bertindak secara objektif lagi. Apa itu baik bagi KPK dan pemberantasan korupsi?

Kedua, mayoritas calon pimpinan KPK yang berasal dari penyelenggara negara maupun penegak hukum nggak patuh dalam melaporkan harta kekayaannya pada KPK. Kalau calon Pimpinan KPK sendiri nggak patuh untuk laporkan harta kekayaannya, apa kabar pejabat negara lainnya?

Terus kenapa juga Pansel KPK ngelolosin calon pimpinan KPK yang nggak patuh laporkan harta kekayaannya? Jika para calon pimpinan KPK dibiarkan dan diloloskan saat tidak taat aturan, maka mimpi kita memiliki seorang pimpinan KPK yang bersih dan berintegritas tidak akan pernah terjadi.

Ketiga, salah seorang anggota Pansel bilang kalau calon pimpinan KPK harus berasal dari sebuah lembaga penegak hukum konvensional. Padahal dibentuknya KPK karena lembaga penegak hukum konvensional belum mampu memberantas korupsi secara maksimal. Jadi kenapa mesti dipaksakan untuk mengisi kursi pimpinan KPK?

Komitmen Presiden dalam pemberantasan korupsi di Indonesia bakal kita lihat dari sikapnya soal seleksi calon pimpinan KPK sekarang. Kalau Presiden tetap membiarkan calon pimpinan KPK yang bermasalah lolos dalam seleksi, artinya Presiden membiarkan KPK dipimpin oleh orang-orang yang nggak berintegritas. Yang pada akhirnya akan bikin pemberantasan korupsi di Indonesia jadi mundur.

Sehingga melalui petisi ini, kami meminta:

Presiden Joko Widodo segera perintahkan Pansel KPK untuk tidak meloloskan calon pimpinan KPK yang terbukti tidak berkualitas maupun berintegritas.

Paling nggak, para calon pimpinan KPK yang tidak melaporkan harta kekayaannya, punya konflik kepentingan, dan rekam jejak buruk di masa lalu tidak diloloskan dalam seleksi.

Kami ajak teman-teman semua yang peduli soal pemberantasan korupsi untuk tandatangani dan sebarkan petisi ini. Agar lembaga yang selama ini kita percaya, tetap bisa kuat dipimpin oleh orang-orang yang berkualitas dan berintegritas.

Petisi ini diinisiasi oleh:

Koalisi Kawal Capim KPK

1. Indonesia Corruption Watch

2. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia

3. Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi

4. Pusat Kajian Anti Korupsi UGM

5. Pusat Studi Konstitusi Universitas Andalas

6. Pusat Studi Hukum dan Kebijakan

7. Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama