Petisi ditutup

Preserve Balai Raja Wildlife Sanctuary to Protect 25 Remaining Sumatran Elephants

Petisi ini mencapai 2.607 pendukung


Balai Raja is one of the most important habitat of Sumatran Elephants in Sumatra, Indonesia. The sanctuary houses 25 elephants whose lives are under a great threat as many companies are operating in the sanctuary. Balai Raja possesses a great diversity of flora and fauna. This sanctuary was established under the decree by the Indonesia's Ministry of Forestry no. 173/Kpts-II/1986 issued on 6th June 1986. The size of the sanctuary was, initially, 18.000 hectares (about 44.478 acres) and now the remaining size is 150 hectares (about 370.65 acres). This grave-like situation is worsening as human destructive activities never cease. Locals are continuously cutting down trees, they set up elephant traps which cause the lives of elephants under a greater danger. There have been many cases where elephants are severely wounded due to these traps. The Conservation Agency of Riau Province, Indonesia HAS TO TAKE SERIOUS MEASURES to stop this forest degradation and destruction. Those who violate the laws must be enforced to face legal process and be punished severely. The government of Indonesia has committed to preserve and increase the elephant population by 10%. Therefore, the government must put all of best efforts to the good sake and protect Balai Raja and the elephants under it's care.

Habitat gajah sumatera yg ada dikantong balai raja harus cepat diperbaiki.dan fungsi hutan Suaka Margasatwa harus dikembalikan. Keluarkan semua perusahaan yg ada di dalam kawasan lindung yang dipergunakan untuk kawasan konservasi gajah sumatera tersebut. Kawasan Suaka Margasatwa Balai Raja banyak menyimpan kekayaan alam lainnya, seperti bermacam ragam flora dan fauna. Balai Raja ditetapkan sebagai Suaka Margasatwa menurut SK Menteri Kehutanan no.173/Kpts-II/1986 tanggal 6 Juni 1986, dengan luas kawasan 18000 Ha dan sekarang hanya tersisa 150 Ha. Dalam hutan yang tersisa juga masih saja ada aktifitas manusia yang menebang pohon dan memasang jerat yg telah mengakibatkan kaki-kaki gajah banyak yang terputus dan terluka. BBKSDA Riau harus menindaklanjuti masalah ini. Kalau perlu, masyarakat yang menebang pohon dan memasang jerat di dalam kawasan perlintasan gajah itu harus di proses secara hukum, agar ada efek jera bagi pelaku. Jangan biarkan gajah-gajah yang hanya tersisa 25 ekor ini mati secara perlahan. Pemerintah harus menanggapi dengan serius agar gajah yang ada di Suaka Margasatwa Balai Raja ini tidak mengalami konflik dengan manusia di area jelajahnya. Pemerintah Indonesia harus dapat meningkatkan populasi gajah yg tersisa 10% seperti wacana yg telah disampaikan.  #Save Elephants Maximus Sumatranus



Hari ini: muhammad mengandalkanmu

muhammad arif membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Presiden @Jokowi @bravonur : Preserve Balai Raja Wildlife Sanctuary to Protect 25 Remaining Sumatran Elephants". Bergabunglah dengan muhammad dan 2.606 pendukung lainnya hari ini.