Petition updateBentuk Satuan Tugas Anti Mafia NarkobaMengapa Tim Independen Harus Dibentuk Presiden?
Puri Kencana PutriIndonesia

Aug 14, 2016
Kawan-kawan, selamat pagi, selamat Hari Senin.
Berikut adalah catatan penting yang layak dibagi dan didukung oleh kita semua terkait relasi bagaimana membongkar alur uang narkoba dan mengapa tim independen harus dibentuk Presiden Joko Widodo?
1. Dr. Yenti Ganarsih (Dosen TPPU Trisakti)
Penegakan hukum soal narkoba, semestinya tidak berhenti pada tindak peredarannya saja, tetapi juga harus dilihat tindak pidana pencucian uangnya. Kita mengetahui, harga narkoba di Indonesia cukup tinggi, tetapi belum ada penanganan kasus narkoba yang komprehensif menyangkut masalah money laundering.
Tim investigasi harusnya memberi perhatian khusus, apakah dalam penanganan kasus narkoba ada pencucian uang atau tidak? Tim investigasi bentukan tiga lembaga negara ini semestinya tidak bekerja parsial. Presiden harus membentuk tim independen yang efektif dan kredibel. Tim ini nantinya tidak hanya identifikasi pidana saja, tetapi mencari alur peredaran uang ke mana saja aliran uang narkoba itu mengalir.
2. Sugeng Bahagijo (INFID)
Ada tiga alasan mengapa tim independen di bawah presiden harus dibuat; pertama, masalah yang dihadapi lintas institusi; kedua, memerlukan keahlian yang kompleks; ketiga, merupakan interaksi yang rumit. Sehingga tim independen ini akan bekerja lebih baik sebab memiliki wewenang yang cukup. Kemudian, ada legitimasi status di tim independen. Jika parsial, akan sulit sebab masing-masing memiliki kewenangan.
Organized crime semacam alur peredaran narkoba, harus ditangani dengan organized group. Momentum soal testimoni Haris Azhar ini penting untuk serius menangani narkoba. Organized group ini nantinya menjadi tugas bersama untuk memberantas narkoba sampai ke akar-akarnya. Kalau organized group ini berhasil, kepercayaan masyarakat terhadap aparat akan meningkat. Penyelesaian kasus ini juga menjadi komitmen negara soal illicit flows dan UN Convention war on drugs.
3. A.H. Maftuchan (Prakarsa)
UNODC sudah menegaskan bahwa Indonesia menjadi traffic drug route atau jalur penyeberangan terbesar. Ada sekiranya 300-350 USD billion menurut illicit drug flows. Kita harus peka terhadap angka-angka yang cukup besar itu. pencucian uang pada bisnis narkotika harus digarisbawahi karena bisnis ilegal identik dengan pencucian uang.
Ke mana alur uang tersebut? Permasalahan penanganan narkoba selama ini selalu berhenti di hilir. Tidak menyentuh ke hulu. Investigasi yang dilakukan ke hulu belum sekeras hilir. Harus ada systematic cooperation dengan komunitas internasional dalam pencegahan peredaran narkotika.
KontraS
#MelawanGelap
Copy link
WhatsApp
Facebook
Nextdoor
Email
X