PETISI UNTUK MELINDUNGI RUMAH SAKIT INDONESIA DI GAZA UTARA


PETISI UNTUK MELINDUNGI RUMAH SAKIT INDONESIA DI GAZA UTARA
The Issue
Ketika petisi ini ditulis, Israel tengah melakukan penyerangan ke Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara. Satu-satunya rumah sakit yang masih menerima pasien di Gaza Utara. Terdapat sekitar 700 pasien dirumah sakit, 5000 warga Palestina, dokter dan perawat, termasuk tiga warga negara Indonesia yang merupakan relawan MER-C Indonesia berlindung disana.
Setelah berhasil menginvasi Rumah Sakit Al-Shifa, Israel terang-terangan menyerang Rumah Sakit Indonesia dengan alasan yang sama: bahwa Rumah Sakit Indonesia memiliki tunnel yang digunakan sebagai pusat komando Hamas, sebuah klaim yang sampai sekarang tidak terbukti dan masih dipertanyakan oleh semua pihak, termasuk Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) yang menyatakan kemungkinan tidak adanya justifikasi terhadap agresi militer ke rumah sakit di Gaza utara. Israel kini tengah memblokade akses ke Rumah Sakit Indonesia, menembaki Rumah Sakit Indonesia dari luar dan mengebom sekitaran and beberapa bagian dari rumah sakit tersebut dan membunuh setidaknya 12 orang disana.
Ada alasan mengapa Rumah Sakit Indonesia adalah rumah sakit terakhir yang belum di invasi oleh Israel: Karena mereka juga tahu bahwa ini adalah rumah sakit yang dibangun oleh warga negara Indonesia, dan mereka menyadari serangan ke rumah sakit ini merupakan serangan secara tidak langsung ke warga negara dan pemerintah Indonesia. Bangsa besar yang mempunyai kurang lebih 270 juta penduduk dan pasukan militer 15 terkuat di dunia. Akan tetapi Israel tetap melanjutkan agresi militernya ke Rumah Sakit Indonesia dan kami yakin mereka juga menunggu dan melihat response dari pemerintah Indonesia itu sendiri atas agresi ini.
Ketika petisi ini ditulis, kami memahami kendala-kendala yang dialami oleh jalur diplomasi, termasuk aturan hukum internasional yang menyatakan bahwa: 1) Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara tidak berada di wilayah yurisdiksi Indonesia, dan 2) Intervensi Peacekeeping Troops harus melalui konsen occupying power yang dalam hal ini Israel. Jalur diplomasi melalui prinsip R2P (Responsibility to Protect) di PBB juga menemukan jalan buntu setelah terus di veto oleh beberapa anggota UN Security Council. TAPI, semua kendala diplomasi tersebut tidak mengubah fakta bahwa pembunuhan keji, terutama terhadap anak-anak dan wanita, termasuk upaya invasi ke Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara terus berlangsung. Pemerintah Indonesia harus melakukan suatu inisiatif dan tindakan yang lebih berarti daripada yang sudah kita lihat sejauh ini.
Melalui petisi ini, kami meminta pemerintah Indonesia untuk:
1. Membuat pernyataan dan posisi yang jelas bahwa “Serangan Israel dalam bentuk apapun ke Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara merupakan serangan secara tidak langsung ke warga negara dan Pemerintah Republik Indonesia”.
2. Segera memiliki akses ke rumah sakit Indonesia untuk memastikan keamanan Rumah Sakit Indonesia. Apabila serangan terus berlanjut, kami meminta langkah konkrit untuk memastikan proteksi kedaulatan dan harga diri pemerintah dan rakyat Indonesia.
3. Mengumpulkan bukti-bukti serangan Israel ke Rumah Sakit Indonesia dan membawa bukti-bukti tersebut ke International Criminal Court untuk menjunjung keadilan dan transparansi hukum internasional.
Tanda tangani petisi ini jika kamu mendukung gerakan dan isi pesan yang ingin kami sampaikan ke pemerintah Indonesia. Tag Pak @jokowi dan Ibu @retno_marsudi melalui social media kalian sehingga pesan ini sampai ke mereka. Bagikan petisi ini ke lingkaran pertemananmu sehingga mereka mendapatkan informasi dan dapat turut mendukung gerakan ini.
Free Palestine!
Oxford Indonesian Society for Palestine Solidarity
- - - English Translation - - -
PETITION TO PROTECT THE INDONESIAN HOSPITAL IN NORTH GAZA
When this petition was written, Israel was carrying out an attack on the Indonesian Hospital in North Gaza, the only hospital that still accepting patients in North Gaza. There are around 700 patients in the hospital, 5000 Palestinians, doctors and nurses, including three Indonesian citizens who are Indonesian MER-C volunteers taking refuge there.
After successfully invading Al-Shifa Hospital, Israel openly attacked the Indonesian Hospital for the same reason: that the Indonesian Hospital has a tunnel that was used as a Hamas command centre, a claim that is currently unproven and is still being questioned by all parties, including The United Nations (UN) that stated that there was no justification for the military aggression against hospitals in northern Gaza. Israel is currently blocking access to the Indonesian Hospital, shooting at the Indonesian Hospital from the outside, bombing the surroundings and several parts of the hospital and killing at least twelve people there.
There could be a reason why the Indonesian Hospital is the last hospital that has not been invaded by the Government of Israel: They know that this is a hospital built by Indonesian citizens, and they realize that the attack on this hospital is an indirect attack on the citizens and the Government of Indonesia, a nation with approximately 270 million inhabitants and the top 15th strongest military force in the world. However, Israel continues its military aggression against the Indonesian Hospital and we believe they are also waiting to see the response to this aggression from the Indonesian government before proceeding further.
When this petition was written, we understood the obstacles experienced by the diplomatic pathway, including international rules which stipulate that: 1) the Indonesian Hospital in North Gaza is not within Indonesia's jurisdiction, and 2) Peacekeeping Troops' intervention must be through the consent of the occupying power, which in this case is the government of Israel. The diplomatic route through the R2P (Responsibility to Protect) principle at the UN also found a "dead end" after being continuously vetoed by several members of the UN Security Council. BUT, all these diplomatic obstacles do not change the fact that heinous murders, especially of children and women, including an attempted invasion of the Indonesian Hospital in North Gaza, continue. The Indonesian government must undertake more meaningful initiatives and actions than taken so far.
Through this petition, we demand the Indonesian government to:
1. Makes a clear statement that "Israel's attack in any form on the Indonesian Hospital in North Gaza is an indirect attack on the citizens and the Government of the Republic of Indonesia".
2. Gains immediate access to the Indonesian hospital to ensure its safety. If attacks continue, we demand that concrete steps are taken to ensure the protection of the sovereignty and dignity of the Indonesian Government and its people.
3. Collects evidence of the Israeli attack on the Indonesian Hospital and bring it to the International Criminal Court to uphold justice and transparency of international law.
Sign this petition if you support the movement and the message we want to convey to the Indonesian government. Tag Mr @jokowi and Mrs @retno_marsudi via your social media so that this message reaches them. Share this petition with your circle of friends so that they get information and can support this movement.
Free Palestine!
Oxford Indonesian Society for Palestine Solidarity
58,401
The Issue
Ketika petisi ini ditulis, Israel tengah melakukan penyerangan ke Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara. Satu-satunya rumah sakit yang masih menerima pasien di Gaza Utara. Terdapat sekitar 700 pasien dirumah sakit, 5000 warga Palestina, dokter dan perawat, termasuk tiga warga negara Indonesia yang merupakan relawan MER-C Indonesia berlindung disana.
Setelah berhasil menginvasi Rumah Sakit Al-Shifa, Israel terang-terangan menyerang Rumah Sakit Indonesia dengan alasan yang sama: bahwa Rumah Sakit Indonesia memiliki tunnel yang digunakan sebagai pusat komando Hamas, sebuah klaim yang sampai sekarang tidak terbukti dan masih dipertanyakan oleh semua pihak, termasuk Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) yang menyatakan kemungkinan tidak adanya justifikasi terhadap agresi militer ke rumah sakit di Gaza utara. Israel kini tengah memblokade akses ke Rumah Sakit Indonesia, menembaki Rumah Sakit Indonesia dari luar dan mengebom sekitaran and beberapa bagian dari rumah sakit tersebut dan membunuh setidaknya 12 orang disana.
Ada alasan mengapa Rumah Sakit Indonesia adalah rumah sakit terakhir yang belum di invasi oleh Israel: Karena mereka juga tahu bahwa ini adalah rumah sakit yang dibangun oleh warga negara Indonesia, dan mereka menyadari serangan ke rumah sakit ini merupakan serangan secara tidak langsung ke warga negara dan pemerintah Indonesia. Bangsa besar yang mempunyai kurang lebih 270 juta penduduk dan pasukan militer 15 terkuat di dunia. Akan tetapi Israel tetap melanjutkan agresi militernya ke Rumah Sakit Indonesia dan kami yakin mereka juga menunggu dan melihat response dari pemerintah Indonesia itu sendiri atas agresi ini.
Ketika petisi ini ditulis, kami memahami kendala-kendala yang dialami oleh jalur diplomasi, termasuk aturan hukum internasional yang menyatakan bahwa: 1) Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara tidak berada di wilayah yurisdiksi Indonesia, dan 2) Intervensi Peacekeeping Troops harus melalui konsen occupying power yang dalam hal ini Israel. Jalur diplomasi melalui prinsip R2P (Responsibility to Protect) di PBB juga menemukan jalan buntu setelah terus di veto oleh beberapa anggota UN Security Council. TAPI, semua kendala diplomasi tersebut tidak mengubah fakta bahwa pembunuhan keji, terutama terhadap anak-anak dan wanita, termasuk upaya invasi ke Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara terus berlangsung. Pemerintah Indonesia harus melakukan suatu inisiatif dan tindakan yang lebih berarti daripada yang sudah kita lihat sejauh ini.
Melalui petisi ini, kami meminta pemerintah Indonesia untuk:
1. Membuat pernyataan dan posisi yang jelas bahwa “Serangan Israel dalam bentuk apapun ke Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara merupakan serangan secara tidak langsung ke warga negara dan Pemerintah Republik Indonesia”.
2. Segera memiliki akses ke rumah sakit Indonesia untuk memastikan keamanan Rumah Sakit Indonesia. Apabila serangan terus berlanjut, kami meminta langkah konkrit untuk memastikan proteksi kedaulatan dan harga diri pemerintah dan rakyat Indonesia.
3. Mengumpulkan bukti-bukti serangan Israel ke Rumah Sakit Indonesia dan membawa bukti-bukti tersebut ke International Criminal Court untuk menjunjung keadilan dan transparansi hukum internasional.
Tanda tangani petisi ini jika kamu mendukung gerakan dan isi pesan yang ingin kami sampaikan ke pemerintah Indonesia. Tag Pak @jokowi dan Ibu @retno_marsudi melalui social media kalian sehingga pesan ini sampai ke mereka. Bagikan petisi ini ke lingkaran pertemananmu sehingga mereka mendapatkan informasi dan dapat turut mendukung gerakan ini.
Free Palestine!
Oxford Indonesian Society for Palestine Solidarity
- - - English Translation - - -
PETITION TO PROTECT THE INDONESIAN HOSPITAL IN NORTH GAZA
When this petition was written, Israel was carrying out an attack on the Indonesian Hospital in North Gaza, the only hospital that still accepting patients in North Gaza. There are around 700 patients in the hospital, 5000 Palestinians, doctors and nurses, including three Indonesian citizens who are Indonesian MER-C volunteers taking refuge there.
After successfully invading Al-Shifa Hospital, Israel openly attacked the Indonesian Hospital for the same reason: that the Indonesian Hospital has a tunnel that was used as a Hamas command centre, a claim that is currently unproven and is still being questioned by all parties, including The United Nations (UN) that stated that there was no justification for the military aggression against hospitals in northern Gaza. Israel is currently blocking access to the Indonesian Hospital, shooting at the Indonesian Hospital from the outside, bombing the surroundings and several parts of the hospital and killing at least twelve people there.
There could be a reason why the Indonesian Hospital is the last hospital that has not been invaded by the Government of Israel: They know that this is a hospital built by Indonesian citizens, and they realize that the attack on this hospital is an indirect attack on the citizens and the Government of Indonesia, a nation with approximately 270 million inhabitants and the top 15th strongest military force in the world. However, Israel continues its military aggression against the Indonesian Hospital and we believe they are also waiting to see the response to this aggression from the Indonesian government before proceeding further.
When this petition was written, we understood the obstacles experienced by the diplomatic pathway, including international rules which stipulate that: 1) the Indonesian Hospital in North Gaza is not within Indonesia's jurisdiction, and 2) Peacekeeping Troops' intervention must be through the consent of the occupying power, which in this case is the government of Israel. The diplomatic route through the R2P (Responsibility to Protect) principle at the UN also found a "dead end" after being continuously vetoed by several members of the UN Security Council. BUT, all these diplomatic obstacles do not change the fact that heinous murders, especially of children and women, including an attempted invasion of the Indonesian Hospital in North Gaza, continue. The Indonesian government must undertake more meaningful initiatives and actions than taken so far.
Through this petition, we demand the Indonesian government to:
1. Makes a clear statement that "Israel's attack in any form on the Indonesian Hospital in North Gaza is an indirect attack on the citizens and the Government of the Republic of Indonesia".
2. Gains immediate access to the Indonesian hospital to ensure its safety. If attacks continue, we demand that concrete steps are taken to ensure the protection of the sovereignty and dignity of the Indonesian Government and its people.
3. Collects evidence of the Israeli attack on the Indonesian Hospital and bring it to the International Criminal Court to uphold justice and transparency of international law.
Sign this petition if you support the movement and the message we want to convey to the Indonesian government. Tag Mr @jokowi and Mrs @retno_marsudi via your social media so that this message reaches them. Share this petition with your circle of friends so that they get information and can support this movement.
Free Palestine!
Oxford Indonesian Society for Palestine Solidarity
58,401
Supporter Voices
Petition created on 21 November 2023


