TOLAK RENCANA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT DI HUTAN ADAT KAMI (KEBAR - SENOPI) TAMBRAUW PAPUA BARAT.

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


SURAT TERBUKA DARI TANAH MPUR.

Kepada : YTH
Persiden RI.
Di Tempat.
Assalamualaikum wrwb....
Salam sejahtra bagi kita Semua.
kiranya yang maha kuasa melindungi Bpk dalam aktifitas kesehariannya sebagai Kepala Negara Republik indonesia.

Sehubungan Dengan surat ini saya atas nama Pemuda Kabupaten Tambrauw Provinsi papua Barat.
Menyampaikan Persoalan yang Terjadi di Tanah adat kami yang rencana
Pengembangan Perkebunan Sawit di Kebar oleh. PT Bintuni Agro Prima Perkasa yang Mengancam Ekosistem di Papua Barat.

Adapun Rencana Pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit berlokasi di Distrik Kebar - Senopi Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat, akan menjadi awal bencana bagi Masyarakat dan Lingkungan di Papau Barat. Mengapa demikian, karena lokasi pengembangan kelapa sawit berada pada kawasan yang cukup stategis untuk mendukung keberlangsungan ekosistem di wilayah kepala burung Provinsi Papua Barat.
Rencana pembukaan Perkebunan Kelapa Sawit di Kebar berdasarkan SK Menteri Kehutanan Republik Indonesia Nomor : 873/ Menhut-II/2014 tentang Pelepasan Kawasan Hutan Produksi yang dapat dikonversi untuk perkebunan Kelapa Sawit atas nama PT. Bintuni Agro Prima Perkasa di Kabupaten Tambrauw Provinsi Papua Barat seluas 19,368,77 ha. Dimana utuk penerbitan izin Perkebunan Kelapa Sawit mengacu pada Surat Keputusan Bupati Tambrauw Nomor 551/296/2015 kepada PT. Bintuni Agro Prima Perkasa untuk pengembangan Budidaya Tanaman Pangan dan Pengolahan.
Surat Keputusan Mentri kehutanan tahun 2014 .
diatas telah menjadi awal bencana jangka panjang bagi masyarakat dan lingkungan di Kabupaten Tambrauw yang dijuluki sebagai kabupaten Konservasi. Dan juga Surat Keputusan yang teleh dikeluarkan bermaslah sejak awal karena masyarakat tidak dilibatkan proses pemberian izin. Selain itu bila dicermati dengan baik antara Rekomendasi Bupati dan SK Menteri Kehutan tidak sesuai antara tahun penerbitan izin dan komoditas yang dikembangkan dan yang lebih parah lagi dalam pemberian izin tidak memperhatikan aspek lingkungan. dengan kondisi ini maka masyarakat merasa di tipu oleh Pemerintah pusat dan perusahan karena penjelasan yang diberikan kepada masyarakat tidak sesuai dengan SK yang sudah diberikan kepada perusahaan untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit. Maka kami (masyarakat Adat) dengan tegas menolak perkebunan kelapa sawit dilembah kebar, kami tidak sudi tanah dan air kami dirusaki oleh perkebunan kelapa sawit sampai kapan pun kami akan terus melawan penanaman kelapa .
Adapun alasan kami Karena lembah kebar merupakan dataran yang terletak di atas pegunungan di kepala burung papua yang mempunyai fungsi strategis sebagai kawasan konservasi. Wilayah ini diapit oleh kawasan konservasi Tambrauw utara dan kawasan konservasi tambrauw selatan dengan fungsi utama daerah perlindungan air dimana dialiri oleh sungai kamundan yang merupakan sungai terpanjang di papua barat yang melewati kabupaten Tambrauw, Maybrat, Sorong Selatan dan Teluk Bintuni. Dengan kondisi ini, jika Lembah Kebar tetap dipaksakan untuk pengembangan perkebunan kelapa sawit maka akan menimbulkan dampak buruk bagi bagi kelangsungan ekosistem di wilayah kepala burung papua.
Untuk itu sebelum banyak dampak negative yang dihasilkan bertambah besar, maka diharapkan pemerintah segera mengeluarkan surat pencabutan izin perusahaan kelapa sawit yang akan beroperasi di lembah kebar .

Demikin surat saya.

WaAssalamualaikum wrwb....
Salam sejahtra Tuhan memberkati kita Semua..
Manokwari 16 , 11 , 2017.
Tertanda Hugo Asrouw

tembusan
- Staf Khusus Presiden RI ,
-Kementrian Kehutanan RI.
-pemerinta provinsi papua Barat
-pemerintah kab Tambrauw.



Hari ini: HUGO ASROUW mengandalkanmu

HUGO ASROUW Hugo membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "PERSIDEN REPUBLIK INDONESIA: TOLAK KELAPA SAWIT DI HUTAN TAMBRAUW PAPUA BARAT.". Bergabunglah dengan HUGO ASROUW dan 25 pendukung lainnya hari ini.