Peringatan Satu Abad Kelahiran Pramoedya Ananta Toer Sastrawan Besar Indonesia


Peringatan Satu Abad Kelahiran Pramoedya Ananta Toer Sastrawan Besar Indonesia
Masalahnya
Setiap bangsa memiliki khazanah sastra sendiri di dalam bahasa nasionalnya. Keseluruhan sastra nasional, bersama seni lainnya, mengandung dan mencerminkan sejarah perkembangan kepribadian nasional sebuah bangsa dan pertarungan-pertarungan yang terjadi dalam sejarah tersebut. Sebuah bangsa mengenal perjalanan pembentukan kepribadian nasional melalui membaca dan mempelajari karya-karya sastranya yang terbaik, dari aliran ideologis apapun. Membaca, mempelajari, memperdebatkan, mengkritisi, dan berupaya menghayati sastra sejak muda adalah syarat untuk sebuah bangsa berkembang sekuat-kuatnya.
Mempelajari sastra, dan juga seni lainnya, mulai sejak muda juga berperan penting dalam membangkitkan bakat-bakat seni yang ada dalam semua orang. Adalah sebuah kewajiban negara untuk mengatur sekolah supaya setiap anak selama di sekolah mempelajari sastra nasional dan sejarahnya, memperdebatkannya dan mengkritisinya.
Cinta membaca dan cinta seni adalah salah satu tujuan pendidikan. Di hampir seluruh negeri di dunia sastra nasional masing-masing negeri diajarkan di sekolah.
Dalam rangka ini, petisi ini menuntut hal-hal sebagai berikut:
1.Negara mengadakan Sastra Nasional Indonesia sebagai mata pelajaran wajib di semua sekolah menengah Indonesia (SMP dan SMA/SMK).
2.Kurikulum disusun oleh sebuah komisi yang terdiri dari kepala-kepala jurusan Sastra Indonesia di universitas-universitas Indonesia dan luar negeri.
3.Sebuah Program Pendidikan Darurat untuk Calon Guru mata pelajaran Sastra Indonesia diselenggarakan secepatnya di kampus-kampus negeri yang mendidik kaum guru. Tidak boleh ada sensor ideologis dalam menyusun daftar bacaan wajib.
Jakarta, 8 Februari 2025
Pendukung Petisi :
1.Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI),
2.Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI),
3.Konfederasi Pergerakan Rakyat Indonesia (KPRI),
4.Kesatuan Perjuangan Rakyat (KPR),
5.Konfederasi Serikat Nasional (KSN),
6.Serikat Pekerja Kampus (SPK),
7.Sekolah Mahasiswa Progresif (SEMPRO),
8.Solidaritas.net
9.Koreksi.org
665
Masalahnya
Setiap bangsa memiliki khazanah sastra sendiri di dalam bahasa nasionalnya. Keseluruhan sastra nasional, bersama seni lainnya, mengandung dan mencerminkan sejarah perkembangan kepribadian nasional sebuah bangsa dan pertarungan-pertarungan yang terjadi dalam sejarah tersebut. Sebuah bangsa mengenal perjalanan pembentukan kepribadian nasional melalui membaca dan mempelajari karya-karya sastranya yang terbaik, dari aliran ideologis apapun. Membaca, mempelajari, memperdebatkan, mengkritisi, dan berupaya menghayati sastra sejak muda adalah syarat untuk sebuah bangsa berkembang sekuat-kuatnya.
Mempelajari sastra, dan juga seni lainnya, mulai sejak muda juga berperan penting dalam membangkitkan bakat-bakat seni yang ada dalam semua orang. Adalah sebuah kewajiban negara untuk mengatur sekolah supaya setiap anak selama di sekolah mempelajari sastra nasional dan sejarahnya, memperdebatkannya dan mengkritisinya.
Cinta membaca dan cinta seni adalah salah satu tujuan pendidikan. Di hampir seluruh negeri di dunia sastra nasional masing-masing negeri diajarkan di sekolah.
Dalam rangka ini, petisi ini menuntut hal-hal sebagai berikut:
1.Negara mengadakan Sastra Nasional Indonesia sebagai mata pelajaran wajib di semua sekolah menengah Indonesia (SMP dan SMA/SMK).
2.Kurikulum disusun oleh sebuah komisi yang terdiri dari kepala-kepala jurusan Sastra Indonesia di universitas-universitas Indonesia dan luar negeri.
3.Sebuah Program Pendidikan Darurat untuk Calon Guru mata pelajaran Sastra Indonesia diselenggarakan secepatnya di kampus-kampus negeri yang mendidik kaum guru. Tidak boleh ada sensor ideologis dalam menyusun daftar bacaan wajib.
Jakarta, 8 Februari 2025
Pendukung Petisi :
1.Serikat Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI),
2.Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI),
3.Konfederasi Pergerakan Rakyat Indonesia (KPRI),
4.Kesatuan Perjuangan Rakyat (KPR),
5.Konfederasi Serikat Nasional (KSN),
6.Serikat Pekerja Kampus (SPK),
7.Sekolah Mahasiswa Progresif (SEMPRO),
8.Solidaritas.net
9.Koreksi.org
665
Pengambil Keputusan
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 7 Februari 2025