Kami sudah sampaikan tanda tanganmu ke Paus Fransiskus!


Halo teman-teman! Kemarin, 27 Maret, saya sudah sampaikan 655 RIBU tanda tangan yang ada di petisi ini dari seluruh dunia, ke Paus Fransiskus.
Awalnya, kami dijanjikan bertemu dengan Sri Paus di Lapangan Santo Petrus. Tapi, tiba-tiba kami diajak untuk bertemu Sri Paus secara langsung dan pribadi. Sri Paus bilang beliau gak punya banyak waktu, tapi ingin bertemu di Ruangan Santa Marta sebelum tengah hari.
Pertemuan kami memang singkat, teman-teman, tapi penuh dengan solidaritas untuk kemanusiaan. Gak banyak formalitas. Setelah melalui upacara keagamaan, Sri Paus datang sendiri. Sekitar setelah jam 12 siang, Sri Paus datang tanpa basa basi, sama seperti kalau kita bertemu dengan teman saja.
Kami saling menatap, kemudian Uskup Zani mempersilakan saya berbicara ke Sri Paus. Langsung saya bilang, “Sri Paus, terima kasih atas segala usahamu untuk mencegah perang yang mengerikan ini. Terima kasih.”
Balasan dari Sri Paus benar-benar merangkum perasaan saya terkait dengan segala bentrokan global yang terjadi dan kekukuhan penerus Santo Petrus.
Kepada Sri Paus, kami berikan sebuah surat, USB dengan tanda tangan petisi, serta seruan Pawai Luar Biasa untuk Perdamaian dan Persaudaraan Perugia-Assisi yang hendak kami adakan 24 April nanti.
Kemudian, dua orang anak-anak dari Istituto Comprensivo Fiume Giallo di Roma datang untuk memberikan surat dukungan kepada Sri Paus. “Sri Paus,” kata Francesco, umur 12 tahun, menulis surat panjang untuk Paus. Miriam, 11 tahun, memberikan Paus buku tentang perdamaian, yang isinya adalah gambar dari teman-teman sekelasnya.
Paus Fransiskus mendengar mereka, berterima kasih dan memberi salam sambil berjanji untuk bertemu lagi dengan mereka. “Sekarang mau foto bareng, dong?” kata Paus. Saya mengeluarkan handphone, dan kami difoto sebanyak 12 kali.
“Jangan lupa doakan saya, ya!” kata Sri Paus. Tentu saja langsung kami balas, “Pastinya, Sri Paus. Tapi ingat juga bahwa kami pun butuh doamu!”
Flavio Lotti
Kordinator Nasional Pawai Perugia-Assisi.