Penuhi Keadilan bagi Perempuan Korban Persekusi dan Kekerasan Seksual di Pesisir Selatan!

Masalahnya

KOALISI SUMBAR BERAGAM

“Persekusi dan kekerasan seksual atas nama apapun merupakan kejahatan berat yang melanggar hak asasi manusia dan agama.”

 

kronologi persekusi dan pelecehan seksual 2 korban perempuan di Pesisir Selatan

Persekusi dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh sekelompok laki-laki terhadap dua orang perempuan pengunjung kafe di Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menambah rentetan panjang kasus kekerasan terhadap perempuan yang beririsan dengan moralitas keagamaan. Dari video yang beredar luas, kedua korban diintimidasi, ditendang, diseret dan diceburkan ke laut. Korban juga dihina, dicaci bahkan diancam akan dibakar. Tidak hanya itu, mereka beramai-ramai menelanjangi korban dan melakukan pencabulan. Aksi bejat itu mereka videokan lantas menyebarluaskannya.

Polisi mengungkap bahwa kemarahan massa dikarenakan kafe tersebut masih buka selama bulan Ramadan. Korban dibawa ke Polsek Lengayang dan membuat surat perdamaian. Isi dalam surat itu tidak terbukti adanya perbuatan asusila yang dituduhkan kepada korban.

Mediasi mempertemukan para pelaku dengan korban persekusi dan kekerasan seksual harusnya tidak dilakukan oleh aparat karena hanya akan memperburuk trauma korban. Justru, para pelaku harusnya langsung ditangkap polisi, sebab tindakan persekusi dan kekerasan seksual merupakan bentuk maksiat yang paling besar, kejahatan yang harus ditindak tegas oleh para penegak hukum.

Terlebih, berdasarkan keterangan pendamping korban, kedua korban ternyata hanya pengunjung yang datang bersama teman-temannya.Jadi kedua korban bukan pemandu karaoke. 

Namun kedua perempuan ini yang menjadi sasaran persekusi. Tanpa ada kesalahan apapun mereka langsung diserang tubuh, kehormatan dan martabat dirinya oleh massa. 

Kasus serupa sebelumnya pernah terjadi di tahun 2020. Seorang perempuan di Pasaman yang dituduh mesum ditelanjangi dan diarak segerombolan laki-laki keliling kampung. Kejadian itu divideokan dan disebar ke media sosial. Pada kondisi seperti ini, perempuan yang cenderung menjadi korban untuk direndahkan sedangkan pihak laki-laki terkesan ‘aman’.

Mempersekusi perempuan atas nama moralitas agama adalah tindakan yang menginjak-injak kemanusiaan. Padahal tidak satu pun agama yang mengajarkan setiap manusia untuk menyakiti sesamanya. Tindakan tersebut terjadi karena pemahaman keagamaan yang dangkal dan misoginis, yang memandang perempuan sebagai sumber aib dan fitnah. Menguatnya pandangan misoginis di masyarakat membuat banyak orang mudah memusuhi, merendahkan harkat dan martabat perempuan sehingga berujung pada pelecehan terhadap perempuan.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, baik di pembukaan maupun batang tubuh, khususnya Pasal 27 ayat 1, Pasal 28 H ayat 2 dan Pasal 28 I ayat 2 secara tegas menyatakan tentang prinsip non-diskriminasi.  Karenanya, persekusi dan kekerasan seksual merupakan kejahatan berat yang tidak bisa ditolerir. Selain itu, tindakan persekusi dengan mempermalukan atau merendahkan martabat atas dasar diskriminasi seksual, yang seksis dan misoginis adalah bentuk penyiksaan seksual sebagaimana diatur pada Pasal 11 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

 

Oleh karena itu, kami dari Koalisi Sumbar Beragam menyatakan sikap:

  1. Mengecam tindakan persekusi dan kekerasan seksual yang dilakukan para pelaku di Pasir Putih Kambang terhadap dua orang korban perempuan. Perbuatan ini sangat bertentangan dengan hak asasi perempuan, hukum, adat dan ajaran agama manapun.
  2. Mendesak kepolisian melakukan upaya paksa terhadap para pelaku. Sejak 15/4/2023 Polres Pesisir Selatan telah menetapkan tiga orang tersangka, namun sampai hari ini tidak ada satu pun pelaku yang ditangkap. Tanpa adanya penegakan hukum yang berkeadilan, kejadian serupa akan berpotensi terulang kembali.
  3. Menuntut Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menjamin perlindungan dan pemenuhan hak serta pemulihan korban, saksi, dan keluarganya, baik berupa materil maupun imateril.
  4. Mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh publik lainnya atau influencer untuk ikut mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menghormati dan menjunjung tinggi harkat dan martabat perempuan.

 

Padang, 18 April 2023

Yang menyatakan sikap:

 

Lembaga

1.       Pelita Padang

2.       Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) 

3.       Koalisi Perempuan Indonesia Wilayah Sumatera Barat

4.       Solidaritas Korban Tindak Pelanggaran Kebebasan Beragama Bekepercayaan (Sobat KBB)

5.       Gusdurian Padang

6.       Serikat Jurnalis Untuk Keberagaman (SEJUK)

7.       PKBI Sumatera Barat

8.       LBH Padang

9.       WCC Nurani Perempuan 

10.   Yayasan Citra Mandiri Mentawai (YCMM)

11.   Rumah Moderasi Beragama (RMB) UIN Imam Bonjol Padang

12.   Garak.id

13.   Prodi Ilmu Politik FISIPOL UM Sumbar

14.   Philo Sufi Institute

15.   OPSI Sumbar 

16.   Peace Leader Indonesia 

17.   Yayasan Srikandi Sejati

18.   Perkumpulan Qbar madani

19.   PBHI Sumbar

20.   Aliansi Mentawai Bersatu

21.   Forum Mahasiswa Mentawai (FORMMA) Sumatera Barat

22.   Korps HmIWati Cabang Takalar

23.   Lembaga Antar Iman (LAIM) Maluku

24.   FORHATI Kota Ambon

25.   PWAG Indonesia

26.   Artsforwomen

27.   SAJAJAR Tasikmalaya 

28.   GMNI Cab.Padang 

29.   Pemuda Katolik Cab.Padang

30.   Balad Kawid Seja

31.   Pemuda Katolik Cab. Padang

32.   Yayasan Akbar Sumatera Barat

33.   GP Ansor Kota Padang

34.   Perkumpulan PEDULI-Dharmasraya

35.   Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Padang

36.   Perempuan antar umat Beragama Jember (Permata)

37.   Save NKRI Jember

38.   SEKOLAH Perempuan Perdamaian Pondok Bambu Jakarta Timur

39.   Yayasan Radjo Radjo Aur Duri

40.   LBH Pers Padang

41.   YLBHI

42.   LBH Aceh

43.   LBH Medan

44.   LBH Palembang

45.   LBH Pekanbaru

46.   LBH Lampung

47.   LBH Jakarta

48.   LBH Bandung

49.   LBH Yogyakarta

50.   LBH Semarang

51.   LBH Surabaya

52.   LBH Samarinda

53.   LBH Palangkaraya

54.   LBH Bali

55.   LBH Makassar

56.   LBH Manado

57.   LBH Papua

58.   Yayasan Satu Keadilan (YSK)

59.   Yayasan Cahaya Guru (YCG)

60.   Pusat Studi Konstitusi (Pusako Unand) 

61.   Yayasan Srikandi Lestari

62.   Indonesia Women Center YHI Kowani

63.   SETARA Institute

64.   Pusat Studi Konstitusi (Pusako Unand)

65.   Kantor Hukum NEHEMIA ROBINSON ELIM, SH & Rekan (Kupang)

66.   Yayasan Suar Asa Khatulistiwa (Pontianak)

67.   Human Right Working Group (HRWG)

68.   LAPAR SULSEL

69.   Interfidei

70.   BASOLIA

71.   Yayasan Inklusif

72.   Nurcholish Madjid Society (NCMS)

73.   Paguyuban Lintas Masyarakat

74.   Komunitas Sastra Sarangtampuo

75.   Yayasan Pemberdayaan Komunitas (YPK) ELSA

76.   Trade Union Right Center (TURC)

77.   Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) Jawa Timur

78.   Muda Mudi Lintas Agama Nusa Tenggara Barat (MULIA NTB)

79.   Barisan Anti Kekerasan (Baskara) 

80.   JPIT

81.   Gerakan Perempuan Sulut

82.   Swara Parangpuan Sulut

83.   Forum Berbagi

84.   Organisasi BPPRI

85.   Commitment for Change 

86.   Aliansi Sumut Bersatu - Medan 

87.   Gerakan Perempuan SULUT

88.   Reading Buya Syafii

89.   AMLA Indonesia

 

Individu:

1.       Angelique Maria Cuaca (Padang)

2.       Ramadhaniati (Padang)

3.       Tanty Herida (Padang)

4.       Alem Maulana WF (Padang)

5.       Silmi Novita Nurman (Padang)

6.       Muhammad Taufik (Padang)

7.       Heru Joni Putra (Padang)

8.       Devi Adiryanti (Padang)

9.       Didi Rahmadi (Padang)

10.   Lani Verayanti (Padang 

11.   T.Muhammad Ja'far Sulaiman (Aceh)

12.   Zelfeni Wimra

13.   Nola Fatma Nita

14.   Siti Lutfi Latifa

15.   Redi Saputro

16.   Yusuf Kurniawan 

17.   Lusi Herlina

18.   Nuraini

19.   Rezki Khainidar 

20.   Pdt. Palti Panjaitan

21.   Selviana Yolanda

22.   Asro Sikumbang (Padang/Padang Panjang)

23.   Rita Fitri (Silungkang/Sawahlunto)

24.   Camelia (Pesisir Selatan)

25.   Ivy Sudjana

26.   Susi Susanti (Takalar)

27.   Nur Ibrahim (Ambon)

28.   Biuty Fidya Nurshofa (Tasikmalaya)

29.   Abdik Maulana (Lamongan)

30.   Usama Ahmad Rizal (Jawa Barat)

31.   Mega Tugas Tika (Jember)

32.   M.Horif (Bondowoso)

33.   Onriza (Padang) 

34.   Olin Monteiro (Cibubur, Bogor, Jawa Barat)

35.   Aditya Oza Pratama (Pesisir Selatan)

36.   Andi Desmon (Dosen UNES)

37.   Rhaka Katresna (Bandung)

38.   Nicky (Padang)

39.   Anjali Sabna

40.   Karen Karista

41.   Ais Jauhira Fahira

42.   Daffa Benny 

43.   David Andespin 

44.   Bang Bek (Padang)

45.   Pandong Spenra

46.   Je Wanggay (Padang)

47.   Agidia Oktavia

48.   Dian Ihkwan (Padang)

49.   Cahaya Harahap (Lampung)

50.   Joshua Soedaryo (Cilacap)

51.   Sarah Azmi 

52.   Arrafi

53.   Ka'bati

54.   Asfinawati

55.   AD Eridani

56.   Mukhlis Muis

57.   Andreas Mazland

58.   Fitria Sumarni

59.   Syamsul Alam Agus

60.   Damairia Pakpahan

61.   Leonard C Epafras

62.   Fitriawati

63.   Reni Dian Anggraini

64.   Martalia

65.   Nurma Sari Sihombing

66.   Guido Alvin

67.   Daniel Awigra

68.   Nina Nayoan

69.   Minerfa Sibarani-jemaat HKBP Betlehem Bogor

70.   Benny Sitompul Bogor

71.   A. Elga J. Sarapung

72.   Juandi Gultom

73.   Demsi Salmon Tamunu (Nganjuk, Jatim)

74.   Sonny JP. Pardede (Kota Jambi)

75.   Ellya Soraya

76.   Pipit Aidul Fitria

77.   Ahmad Gaus AF (CSRC UIN Jakarta)

78.   Rif’an Fauzi

79.   Yati Andriyani

80.   Meylan Runtu (GPS- Manado, Sulawesi Utara)

81.   Manneke Budiman (UI)

82.   Rachma Laksanto Utomo (Ketua APHA Indonesia)

83.   Poppy Ismalina, FEB UGM

84.   Selly Riawanti (Asosiasi Antropologi Indonesia, dosen Unpad)

85.   Dian Noeswantari (Pusham Ubaya Surabaya)

86.   Prof. Sulistyowati Irianto (UI)

87.   Herlambang Perdana Wiratraman (FH UGM)

88.   Majda El Muhtaj (Pusham Universitas Negeri Medan)

89.   Wiwiek Awiati (FH UI)

90.   Andri Gunawan Wibisana (FH UI)

91.   Feri Amsari

92.   Nehemia Robinson Elim

93.   Oktovianus O.B. Ariana

94.   Marthen Salu

95.   Abd. Kadir Djailani, Presiden Mahasiswa IAI Hamzanwadi Pancor

96.   Venda (TURC)

97.   Aan Anshori

98.   Kamaruddin

99.   Ellya Soraya

100.                        Riswanto Bakhtiar

101.                        Miryan Nainggolan

102.                        Jollyanes Petrecia Leo

103.                        Rina Tiarawaty

104.                        Marhaeni Luciana Mawuntu

105.                        Jean Christine Maengkom

106.                        Alfian Ratu

107.                        Kemal Nazar

108.                        Poppy Louise

109.                        Ida Rosa

110.                        Ifa Hanifah Misbach

111.                        Nina Nayoan

112.                        Ririn Sefsani

113.                        Maria Bernadette Damairia Pakpahan

114.                        Carolina Simanjuntak

115.                        Arifuddin

116.                        Georgerius Baleuma Sakailoat

117.                        Meidella Syahni

118.                        Basilius

119.                        Degorius Saleilei

120.                        Mona Saroinsong

121.                        Yendra Budiana

122.                        Novan Arianto (Pasuruan-Jatim)

123.                        Ana Surahman (Temanggung-Jateng)

124.                        Pdt.Adventus Nadapdap

125.                        Heru Hermanto (Depok)

 

 

avatar of the starter
Sumbar BeragamPembuka PetisiJaringan masyarakat sipil di Sumatera Barat yang bergerak untuk isu keberagaman dan inklusifitas.

316

Masalahnya

KOALISI SUMBAR BERAGAM

“Persekusi dan kekerasan seksual atas nama apapun merupakan kejahatan berat yang melanggar hak asasi manusia dan agama.”

 

kronologi persekusi dan pelecehan seksual 2 korban perempuan di Pesisir Selatan

Persekusi dan kekerasan seksual yang dilakukan oleh sekelompok laki-laki terhadap dua orang perempuan pengunjung kafe di Pesisir Selatan, Sumatera Barat, menambah rentetan panjang kasus kekerasan terhadap perempuan yang beririsan dengan moralitas keagamaan. Dari video yang beredar luas, kedua korban diintimidasi, ditendang, diseret dan diceburkan ke laut. Korban juga dihina, dicaci bahkan diancam akan dibakar. Tidak hanya itu, mereka beramai-ramai menelanjangi korban dan melakukan pencabulan. Aksi bejat itu mereka videokan lantas menyebarluaskannya.

Polisi mengungkap bahwa kemarahan massa dikarenakan kafe tersebut masih buka selama bulan Ramadan. Korban dibawa ke Polsek Lengayang dan membuat surat perdamaian. Isi dalam surat itu tidak terbukti adanya perbuatan asusila yang dituduhkan kepada korban.

Mediasi mempertemukan para pelaku dengan korban persekusi dan kekerasan seksual harusnya tidak dilakukan oleh aparat karena hanya akan memperburuk trauma korban. Justru, para pelaku harusnya langsung ditangkap polisi, sebab tindakan persekusi dan kekerasan seksual merupakan bentuk maksiat yang paling besar, kejahatan yang harus ditindak tegas oleh para penegak hukum.

Terlebih, berdasarkan keterangan pendamping korban, kedua korban ternyata hanya pengunjung yang datang bersama teman-temannya.Jadi kedua korban bukan pemandu karaoke. 

Namun kedua perempuan ini yang menjadi sasaran persekusi. Tanpa ada kesalahan apapun mereka langsung diserang tubuh, kehormatan dan martabat dirinya oleh massa. 

Kasus serupa sebelumnya pernah terjadi di tahun 2020. Seorang perempuan di Pasaman yang dituduh mesum ditelanjangi dan diarak segerombolan laki-laki keliling kampung. Kejadian itu divideokan dan disebar ke media sosial. Pada kondisi seperti ini, perempuan yang cenderung menjadi korban untuk direndahkan sedangkan pihak laki-laki terkesan ‘aman’.

Mempersekusi perempuan atas nama moralitas agama adalah tindakan yang menginjak-injak kemanusiaan. Padahal tidak satu pun agama yang mengajarkan setiap manusia untuk menyakiti sesamanya. Tindakan tersebut terjadi karena pemahaman keagamaan yang dangkal dan misoginis, yang memandang perempuan sebagai sumber aib dan fitnah. Menguatnya pandangan misoginis di masyarakat membuat banyak orang mudah memusuhi, merendahkan harkat dan martabat perempuan sehingga berujung pada pelecehan terhadap perempuan.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, baik di pembukaan maupun batang tubuh, khususnya Pasal 27 ayat 1, Pasal 28 H ayat 2 dan Pasal 28 I ayat 2 secara tegas menyatakan tentang prinsip non-diskriminasi.  Karenanya, persekusi dan kekerasan seksual merupakan kejahatan berat yang tidak bisa ditolerir. Selain itu, tindakan persekusi dengan mempermalukan atau merendahkan martabat atas dasar diskriminasi seksual, yang seksis dan misoginis adalah bentuk penyiksaan seksual sebagaimana diatur pada Pasal 11 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

 

Oleh karena itu, kami dari Koalisi Sumbar Beragam menyatakan sikap:

  1. Mengecam tindakan persekusi dan kekerasan seksual yang dilakukan para pelaku di Pasir Putih Kambang terhadap dua orang korban perempuan. Perbuatan ini sangat bertentangan dengan hak asasi perempuan, hukum, adat dan ajaran agama manapun.
  2. Mendesak kepolisian melakukan upaya paksa terhadap para pelaku. Sejak 15/4/2023 Polres Pesisir Selatan telah menetapkan tiga orang tersangka, namun sampai hari ini tidak ada satu pun pelaku yang ditangkap. Tanpa adanya penegakan hukum yang berkeadilan, kejadian serupa akan berpotensi terulang kembali.
  3. Menuntut Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menjamin perlindungan dan pemenuhan hak serta pemulihan korban, saksi, dan keluarganya, baik berupa materil maupun imateril.
  4. Mengajak tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh publik lainnya atau influencer untuk ikut mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menghormati dan menjunjung tinggi harkat dan martabat perempuan.

 

Padang, 18 April 2023

Yang menyatakan sikap:

 

Lembaga

1.       Pelita Padang

2.       Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) 

3.       Koalisi Perempuan Indonesia Wilayah Sumatera Barat

4.       Solidaritas Korban Tindak Pelanggaran Kebebasan Beragama Bekepercayaan (Sobat KBB)

5.       Gusdurian Padang

6.       Serikat Jurnalis Untuk Keberagaman (SEJUK)

7.       PKBI Sumatera Barat

8.       LBH Padang

9.       WCC Nurani Perempuan 

10.   Yayasan Citra Mandiri Mentawai (YCMM)

11.   Rumah Moderasi Beragama (RMB) UIN Imam Bonjol Padang

12.   Garak.id

13.   Prodi Ilmu Politik FISIPOL UM Sumbar

14.   Philo Sufi Institute

15.   OPSI Sumbar 

16.   Peace Leader Indonesia 

17.   Yayasan Srikandi Sejati

18.   Perkumpulan Qbar madani

19.   PBHI Sumbar

20.   Aliansi Mentawai Bersatu

21.   Forum Mahasiswa Mentawai (FORMMA) Sumatera Barat

22.   Korps HmIWati Cabang Takalar

23.   Lembaga Antar Iman (LAIM) Maluku

24.   FORHATI Kota Ambon

25.   PWAG Indonesia

26.   Artsforwomen

27.   SAJAJAR Tasikmalaya 

28.   GMNI Cab.Padang 

29.   Pemuda Katolik Cab.Padang

30.   Balad Kawid Seja

31.   Pemuda Katolik Cab. Padang

32.   Yayasan Akbar Sumatera Barat

33.   GP Ansor Kota Padang

34.   Perkumpulan PEDULI-Dharmasraya

35.   Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Padang

36.   Perempuan antar umat Beragama Jember (Permata)

37.   Save NKRI Jember

38.   SEKOLAH Perempuan Perdamaian Pondok Bambu Jakarta Timur

39.   Yayasan Radjo Radjo Aur Duri

40.   LBH Pers Padang

41.   YLBHI

42.   LBH Aceh

43.   LBH Medan

44.   LBH Palembang

45.   LBH Pekanbaru

46.   LBH Lampung

47.   LBH Jakarta

48.   LBH Bandung

49.   LBH Yogyakarta

50.   LBH Semarang

51.   LBH Surabaya

52.   LBH Samarinda

53.   LBH Palangkaraya

54.   LBH Bali

55.   LBH Makassar

56.   LBH Manado

57.   LBH Papua

58.   Yayasan Satu Keadilan (YSK)

59.   Yayasan Cahaya Guru (YCG)

60.   Pusat Studi Konstitusi (Pusako Unand) 

61.   Yayasan Srikandi Lestari

62.   Indonesia Women Center YHI Kowani

63.   SETARA Institute

64.   Pusat Studi Konstitusi (Pusako Unand)

65.   Kantor Hukum NEHEMIA ROBINSON ELIM, SH & Rekan (Kupang)

66.   Yayasan Suar Asa Khatulistiwa (Pontianak)

67.   Human Right Working Group (HRWG)

68.   LAPAR SULSEL

69.   Interfidei

70.   BASOLIA

71.   Yayasan Inklusif

72.   Nurcholish Madjid Society (NCMS)

73.   Paguyuban Lintas Masyarakat

74.   Komunitas Sastra Sarangtampuo

75.   Yayasan Pemberdayaan Komunitas (YPK) ELSA

76.   Trade Union Right Center (TURC)

77.   Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) Jawa Timur

78.   Muda Mudi Lintas Agama Nusa Tenggara Barat (MULIA NTB)

79.   Barisan Anti Kekerasan (Baskara) 

80.   JPIT

81.   Gerakan Perempuan Sulut

82.   Swara Parangpuan Sulut

83.   Forum Berbagi

84.   Organisasi BPPRI

85.   Commitment for Change 

86.   Aliansi Sumut Bersatu - Medan 

87.   Gerakan Perempuan SULUT

88.   Reading Buya Syafii

89.   AMLA Indonesia

 

Individu:

1.       Angelique Maria Cuaca (Padang)

2.       Ramadhaniati (Padang)

3.       Tanty Herida (Padang)

4.       Alem Maulana WF (Padang)

5.       Silmi Novita Nurman (Padang)

6.       Muhammad Taufik (Padang)

7.       Heru Joni Putra (Padang)

8.       Devi Adiryanti (Padang)

9.       Didi Rahmadi (Padang)

10.   Lani Verayanti (Padang 

11.   T.Muhammad Ja'far Sulaiman (Aceh)

12.   Zelfeni Wimra

13.   Nola Fatma Nita

14.   Siti Lutfi Latifa

15.   Redi Saputro

16.   Yusuf Kurniawan 

17.   Lusi Herlina

18.   Nuraini

19.   Rezki Khainidar 

20.   Pdt. Palti Panjaitan

21.   Selviana Yolanda

22.   Asro Sikumbang (Padang/Padang Panjang)

23.   Rita Fitri (Silungkang/Sawahlunto)

24.   Camelia (Pesisir Selatan)

25.   Ivy Sudjana

26.   Susi Susanti (Takalar)

27.   Nur Ibrahim (Ambon)

28.   Biuty Fidya Nurshofa (Tasikmalaya)

29.   Abdik Maulana (Lamongan)

30.   Usama Ahmad Rizal (Jawa Barat)

31.   Mega Tugas Tika (Jember)

32.   M.Horif (Bondowoso)

33.   Onriza (Padang) 

34.   Olin Monteiro (Cibubur, Bogor, Jawa Barat)

35.   Aditya Oza Pratama (Pesisir Selatan)

36.   Andi Desmon (Dosen UNES)

37.   Rhaka Katresna (Bandung)

38.   Nicky (Padang)

39.   Anjali Sabna

40.   Karen Karista

41.   Ais Jauhira Fahira

42.   Daffa Benny 

43.   David Andespin 

44.   Bang Bek (Padang)

45.   Pandong Spenra

46.   Je Wanggay (Padang)

47.   Agidia Oktavia

48.   Dian Ihkwan (Padang)

49.   Cahaya Harahap (Lampung)

50.   Joshua Soedaryo (Cilacap)

51.   Sarah Azmi 

52.   Arrafi

53.   Ka'bati

54.   Asfinawati

55.   AD Eridani

56.   Mukhlis Muis

57.   Andreas Mazland

58.   Fitria Sumarni

59.   Syamsul Alam Agus

60.   Damairia Pakpahan

61.   Leonard C Epafras

62.   Fitriawati

63.   Reni Dian Anggraini

64.   Martalia

65.   Nurma Sari Sihombing

66.   Guido Alvin

67.   Daniel Awigra

68.   Nina Nayoan

69.   Minerfa Sibarani-jemaat HKBP Betlehem Bogor

70.   Benny Sitompul Bogor

71.   A. Elga J. Sarapung

72.   Juandi Gultom

73.   Demsi Salmon Tamunu (Nganjuk, Jatim)

74.   Sonny JP. Pardede (Kota Jambi)

75.   Ellya Soraya

76.   Pipit Aidul Fitria

77.   Ahmad Gaus AF (CSRC UIN Jakarta)

78.   Rif’an Fauzi

79.   Yati Andriyani

80.   Meylan Runtu (GPS- Manado, Sulawesi Utara)

81.   Manneke Budiman (UI)

82.   Rachma Laksanto Utomo (Ketua APHA Indonesia)

83.   Poppy Ismalina, FEB UGM

84.   Selly Riawanti (Asosiasi Antropologi Indonesia, dosen Unpad)

85.   Dian Noeswantari (Pusham Ubaya Surabaya)

86.   Prof. Sulistyowati Irianto (UI)

87.   Herlambang Perdana Wiratraman (FH UGM)

88.   Majda El Muhtaj (Pusham Universitas Negeri Medan)

89.   Wiwiek Awiati (FH UI)

90.   Andri Gunawan Wibisana (FH UI)

91.   Feri Amsari

92.   Nehemia Robinson Elim

93.   Oktovianus O.B. Ariana

94.   Marthen Salu

95.   Abd. Kadir Djailani, Presiden Mahasiswa IAI Hamzanwadi Pancor

96.   Venda (TURC)

97.   Aan Anshori

98.   Kamaruddin

99.   Ellya Soraya

100.                        Riswanto Bakhtiar

101.                        Miryan Nainggolan

102.                        Jollyanes Petrecia Leo

103.                        Rina Tiarawaty

104.                        Marhaeni Luciana Mawuntu

105.                        Jean Christine Maengkom

106.                        Alfian Ratu

107.                        Kemal Nazar

108.                        Poppy Louise

109.                        Ida Rosa

110.                        Ifa Hanifah Misbach

111.                        Nina Nayoan

112.                        Ririn Sefsani

113.                        Maria Bernadette Damairia Pakpahan

114.                        Carolina Simanjuntak

115.                        Arifuddin

116.                        Georgerius Baleuma Sakailoat

117.                        Meidella Syahni

118.                        Basilius

119.                        Degorius Saleilei

120.                        Mona Saroinsong

121.                        Yendra Budiana

122.                        Novan Arianto (Pasuruan-Jatim)

123.                        Ana Surahman (Temanggung-Jateng)

124.                        Pdt.Adventus Nadapdap

125.                        Heru Hermanto (Depok)

 

 

avatar of the starter
Sumbar BeragamPembuka PetisiJaringan masyarakat sipil di Sumatera Barat yang bergerak untuk isu keberagaman dan inklusifitas.
Perkembangan terakhir petisi