SAVE PERAWAT JUMRAINI

0 telah menandatangani. Mari kita ke 15.000.


Sedih sekali rasanya membayangkan kondisi sahabat kita, sejawat Zr. JUMRAINI anggota Persatuan Perawat Lampung Utara yg saat ini dipidana karna dijerumuskan oleh oknum.

Sejawat Jumraini adalah wanita sedang hamil dan memiliki anak bayi 5 Bulan.

Dari DPW Mengintruksikan untuk besok menggunakan Pita hitam di ikatkan dilengan kiri sampai hari aksi (3 Oktober 2019), mohon untuk dipersiapkan dari sekarang.
.
#SavePERAWAT
#BEBASKAN Jumraini
#PROSES OKNUM YG MENYEBABKAN PERAWAT MENJADI PESAKITAN

.
.
Sekilas Kronologis kasus:
Kejadian dialami sejawat perawat ini, di Desa Paraduan Waras, Kecamatan Abung Timur, Kabupaten Lampung Utara. Seorang perawat yang melakukan pertolongan kepada seorang warga berinisial Tn.A yang meminta bantuan perawatan atas kondisi luka yang dialaminya akibat tertusuk paku, sebelumnya Tn. A pergi memeriksakan kondisinya ke Puskesmas Bumi Agung.

Setelah diperiksa di Puskesmas Bumi Agung, Tn.A pergi ke rumah perawat J untuk meminta perawatan. Sebelum melakukan perawatan, perawat J menyarankan kepada Tn.A untuk segera ke RSUD Ryacudu di Kabupaten Lampung Utara, agar dilakukan perawatan yang lengkap, tetapi Tn.A menolak dengan alasan tidak ada biaya.

Pada akhirnya, perawat J merasa iba dengan kondisi Tn.A, sehingga perawat J melakukan perawatan luka sederhana dengan cara membersihkan luka tersebut dengan air hangat agar bakteri pada luka tersebut tidak menyebar ke seluruh anggota tubuh.

Kemudian, setelah melakukan perawatan luka dari Perawat J, Tn. A pergi ke RSUD Ryacudu untuk dirawat karena kondisinya belum membaik.

Setelah 3 sampai 4 hari perawatan di RSUD Ryacudu, Tn.A meninggal dunia pada tanggal 18 Desember 2018.

Kasus berlanjut ada usaha perdamaian antara kedua pihak secara kekeluargaan dan dianggap selesai.
Tetapi ada pihak ketiga yang mencoba mengangkat kasus ini dan keluarga mendapat ancaman ancaman yang akhirnya keluarga melaporkan dan minta bantuan ke organisasi PPNI.

22 juni kasus dibongkar kembali oleh pihak ketiga dengan alasan tertentu dan saat ini Zr.Jumraini ditetapkan sebagai terdakwa dan sudah mendekam di bui selama tiga hari. Saat sidang terbuka penetapan jatuhan hukuman Jumraini tak sadarkan diri, sejawat merasa geram karena penjatuhan hukuman kasus ini dianggap tidak ada keadilan dan kebenaran yang dituduhkan berupa mal praktek.

 

 

Foto WAGSuper/Heistuko
Sumber/kutip kronologis: wartaperawat,com