

Penalise helmetless tourists on Gojek motorbike rides in Bali
The Issue
------ English ------
Bali, the beautiful island known for its rich culture and serene landscapes, is currently facing a unique challenge. Every day, Gojek riders, who form the backbone of Bali's transport system, encounter Western tourists who refuse to wear helmets during motorbike rides. This is not only a violation of local safety laws but it also places Gojek riders in a precarious position. They risk hefty fines and penalties because many tourists refuse to abide by safety regulations and cancel their rides without any thought given to the riders’ livelihoods.
The reality is that these Gojek riders are hardworking individuals, often working long hours to support their families. When a ride is cancelled or penalties are incurred, it results in a significant loss of income. The opportunity cost is immense, and the ripple effect is felt deeply across their households and communities. Why should these dedicated professionals bear the brunt of such negligence and suffer financial setbacks because of reckless, inconsiderate tourists?
Tourism is vital for Bali's economy, yet it shouldn’t come at the cost of local riders' well-being. The current situation highlights a dire need for policy change. We propose that tourists who refuse to adhere to helmet laws should be held accountable through fines or other punitive measures. By enforcing these laws stringently on tourists, rather than penalising the riders, we can ensure that the safety norms of the island are respected while safeguarding the livelihoods of our local Gojek riders.
It is crucial to raise awareness among tourists even before they arrive on our shores. Information campaigns in airports and hotels, as well as stricter enforcement by local authorities, could bridge this gap of understanding and compliance. Tourists should understand that adhering to safety rules is a sign of respect for both local laws and the people working tirelessly to serve them.
We urge the Balinese government, tourism boards, and Gojek itself to come together to create a comprehensive strategy that protects the interests of everyone involved. Together, we can foster a safer, more respectful environment that benefits both tourists and locals alike.
Sign this petition to call upon Balinese authorities to implement fair and effective measures that penalise non-compliant tourists, ensuring both the safety of our roads and the prosperity of our valued Gojek riders. Your signature can make a powerful statement that fairness, safety, and respect for our local communities is a shared responsibility.
------ Bahasa Indonesia ------
Bali, pulau indah yang dikenal dengan budayanya yang kaya dan pemandangannya yang menenangkan, saat ini menghadapi tantangan tersendiri. Setiap hari, para driver Gojek yang menjadi tulang punggung sistem transportasi Bali berhadapan dengan turis asing yang menolak memakai helm saat naik motor. Ini bukan hanya pelanggaran terhadap peraturan keselamatan setempat, tetapi juga menempatkan para driver Gojek dalam posisi yang sulit. Mereka berisiko terkena denda dan sanksi berat karena banyak turis menolak mematuhi aturan keselamatan dan membatalkan pesanan tanpa memikirkan sedikit pun mata pencaharian para driver.
Kenyataannya, para driver Gojek ini adalah pekerja keras yang sering bekerja berjam-jam demi menghidupi keluarga mereka. Ketika sebuah pesanan dibatalkan atau sanksi dijatuhkan, hal itu mengakibatkan kehilangan pendapatan yang signifikan. Kerugian yang ditanggung sangat besar, dan dampaknya terasa mendalam di rumah tangga dan komunitas mereka. Mengapa para pekerja yang berdedikasi ini harus menanggung akibat dari kelalaian semacam itu dan mengalami kerugian finansial karena turis yang ceroboh dan tidak peduli?
Pariwisata sangat penting bagi perekonomian Bali, tetapi hal itu tidak seharusnya mengorbankan kesejahteraan para driver lokal. Situasi saat ini menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan akan perubahan kebijakan. Kami mengusulkan agar turis yang menolak mematuhi peraturan penggunaan helm dimintai pertanggungjawaban melalui denda atau tindakan tegas lainnya. Dengan menegakkan aturan ini secara ketat kepada para turis, alih-alih menghukum para driver, kita dapat memastikan norma keselamatan di pulau ini tetap dihormati sekaligus melindungi mata pencaharian para driver Gojek lokal kita.
Sangat penting untuk meningkatkan kesadaran di kalangan turis bahkan sebelum mereka tiba di pulau kita. Kampanye informasi di bandara dan hotel, serta penegakan yang lebih ketat oleh pihak berwenang setempat, dapat menjembatani kesenjangan pemahaman dan kepatuhan ini. Turis harus memahami bahwa mematuhi aturan keselamatan adalah bentuk penghormatan terhadap hukum setempat dan terhadap orang-orang yang bekerja tanpa lelah untuk melayani mereka.
Kami mendesak pemerintah Bali, badan pariwisata, dan Gojek sendiri untuk bersatu menciptakan strategi menyeluruh yang melindungi kepentingan semua pihak. Bersama-sama, kita dapat mewujudkan lingkungan yang lebih aman dan penuh rasa hormat yang bermanfaat bagi turis maupun masyarakat lokal.
Tandatangani petisi ini untuk menyerukan kepada pihak berwenang Bali agar menerapkan langkah-langkah yang adil dan efektif untuk menghukum turis yang tidak patuh, demi menjamin keselamatan di jalan kita sekaligus kesejahteraan para driver Gojek yang kita hargai. Tanda tangan Anda dapat menjadi pernyataan kuat bahwa keadilan, keselamatan, dan penghormatan terhadap komunitas lokal kita adalah tanggung jawab bersama.

2
The Issue
------ English ------
Bali, the beautiful island known for its rich culture and serene landscapes, is currently facing a unique challenge. Every day, Gojek riders, who form the backbone of Bali's transport system, encounter Western tourists who refuse to wear helmets during motorbike rides. This is not only a violation of local safety laws but it also places Gojek riders in a precarious position. They risk hefty fines and penalties because many tourists refuse to abide by safety regulations and cancel their rides without any thought given to the riders’ livelihoods.
The reality is that these Gojek riders are hardworking individuals, often working long hours to support their families. When a ride is cancelled or penalties are incurred, it results in a significant loss of income. The opportunity cost is immense, and the ripple effect is felt deeply across their households and communities. Why should these dedicated professionals bear the brunt of such negligence and suffer financial setbacks because of reckless, inconsiderate tourists?
Tourism is vital for Bali's economy, yet it shouldn’t come at the cost of local riders' well-being. The current situation highlights a dire need for policy change. We propose that tourists who refuse to adhere to helmet laws should be held accountable through fines or other punitive measures. By enforcing these laws stringently on tourists, rather than penalising the riders, we can ensure that the safety norms of the island are respected while safeguarding the livelihoods of our local Gojek riders.
It is crucial to raise awareness among tourists even before they arrive on our shores. Information campaigns in airports and hotels, as well as stricter enforcement by local authorities, could bridge this gap of understanding and compliance. Tourists should understand that adhering to safety rules is a sign of respect for both local laws and the people working tirelessly to serve them.
We urge the Balinese government, tourism boards, and Gojek itself to come together to create a comprehensive strategy that protects the interests of everyone involved. Together, we can foster a safer, more respectful environment that benefits both tourists and locals alike.
Sign this petition to call upon Balinese authorities to implement fair and effective measures that penalise non-compliant tourists, ensuring both the safety of our roads and the prosperity of our valued Gojek riders. Your signature can make a powerful statement that fairness, safety, and respect for our local communities is a shared responsibility.
------ Bahasa Indonesia ------
Bali, pulau indah yang dikenal dengan budayanya yang kaya dan pemandangannya yang menenangkan, saat ini menghadapi tantangan tersendiri. Setiap hari, para driver Gojek yang menjadi tulang punggung sistem transportasi Bali berhadapan dengan turis asing yang menolak memakai helm saat naik motor. Ini bukan hanya pelanggaran terhadap peraturan keselamatan setempat, tetapi juga menempatkan para driver Gojek dalam posisi yang sulit. Mereka berisiko terkena denda dan sanksi berat karena banyak turis menolak mematuhi aturan keselamatan dan membatalkan pesanan tanpa memikirkan sedikit pun mata pencaharian para driver.
Kenyataannya, para driver Gojek ini adalah pekerja keras yang sering bekerja berjam-jam demi menghidupi keluarga mereka. Ketika sebuah pesanan dibatalkan atau sanksi dijatuhkan, hal itu mengakibatkan kehilangan pendapatan yang signifikan. Kerugian yang ditanggung sangat besar, dan dampaknya terasa mendalam di rumah tangga dan komunitas mereka. Mengapa para pekerja yang berdedikasi ini harus menanggung akibat dari kelalaian semacam itu dan mengalami kerugian finansial karena turis yang ceroboh dan tidak peduli?
Pariwisata sangat penting bagi perekonomian Bali, tetapi hal itu tidak seharusnya mengorbankan kesejahteraan para driver lokal. Situasi saat ini menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan akan perubahan kebijakan. Kami mengusulkan agar turis yang menolak mematuhi peraturan penggunaan helm dimintai pertanggungjawaban melalui denda atau tindakan tegas lainnya. Dengan menegakkan aturan ini secara ketat kepada para turis, alih-alih menghukum para driver, kita dapat memastikan norma keselamatan di pulau ini tetap dihormati sekaligus melindungi mata pencaharian para driver Gojek lokal kita.
Sangat penting untuk meningkatkan kesadaran di kalangan turis bahkan sebelum mereka tiba di pulau kita. Kampanye informasi di bandara dan hotel, serta penegakan yang lebih ketat oleh pihak berwenang setempat, dapat menjembatani kesenjangan pemahaman dan kepatuhan ini. Turis harus memahami bahwa mematuhi aturan keselamatan adalah bentuk penghormatan terhadap hukum setempat dan terhadap orang-orang yang bekerja tanpa lelah untuk melayani mereka.
Kami mendesak pemerintah Bali, badan pariwisata, dan Gojek sendiri untuk bersatu menciptakan strategi menyeluruh yang melindungi kepentingan semua pihak. Bersama-sama, kita dapat mewujudkan lingkungan yang lebih aman dan penuh rasa hormat yang bermanfaat bagi turis maupun masyarakat lokal.
Tandatangani petisi ini untuk menyerukan kepada pihak berwenang Bali agar menerapkan langkah-langkah yang adil dan efektif untuk menghukum turis yang tidak patuh, demi menjamin keselamatan di jalan kita sekaligus kesejahteraan para driver Gojek yang kita hargai. Tanda tangan Anda dapat menjadi pernyataan kuat bahwa keadilan, keselamatan, dan penghormatan terhadap komunitas lokal kita adalah tanggung jawab bersama.

Petition Updates
Share this petition
Petition created on 2 August 2026