BEBASKAN SELAT MADURA DARI MIKROPLASTIK

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Salam kenal, kami dari kelompok studi OPTIK (Operasi Pengurangan Plastik) Ilmu Kelautan trunojoyo Madura. Bulan Januari kami sudah bikin riset di Selat Madura. Hasilnya mengejutkan banget lho! Di air dan sedimen yang kami lakukan uji lab pada 100 liter air laut terdapat 15-50 partikel Mikroplastik sedangkan dalam 40 gram sedimen ditemukan 8-101 partikel Mikroplastik. Selat Madura sudah terkontaminasi Mikroplastik! Padahal Selat Madura  merupakan Kawasan produktif dengan hasil tangkapan perikanan laut tertinggi di Jatim menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2019 yang menyebutkan bahwa Lamongan, Bangkalan, Sidoarjo, Surabaya dan  Gresik  menyumbangkan 35% tangkapan ikan laut di Jawa Timur 2019 darit total hasil tangkapan sebesar 414.644 Ton.

 

Mikroplastik merupakan plastik berukuran < 5 mm. Ada dua proses terbentuknya Mikroplastik, pertama memang sengaja diproduksi dengan ukuran kecil oleh industri dan kedua berasal dari remahan plastik berukuran besar.

 

Yang lebih bikin kaget, dalam air laut dan sedimen terdapat Mikroplastik yang nantinya berpotensi banget untuk di makan ikan. Apalagi kalau sampai dimakan ikan yang ada dilaut, yang nantinya akan dimakan oleh manusia. Mikroplastik ini mengandung zat aditif berbahaya seperti Bisphenol dan phthalate yang dapat menyebabkan kanker, diabetes hingga disfungsi seksual. Jika sampai terkonsumsi oleh manusia.

 

Mikroplastik ini asalnya dari sampah plastik,limbah industri, limbah rumah tangga dan produk kecantikan yang mengandung mikroplastik yang dibuang langsung ke sungai yang merupakan habitat berbagai jenis biota terutama ikan.

 

Mikroplastik yang berukuran kecil seperti plankton membuat ikan tidak bisa membedakan mana makanan mereka (plankton) dan mikroplastik sehingga mikroplastik akan termakan oleh ikan dan tidak bisa dicerna sehingga membuat penumpukan mikroplastik di perut ikan yang menyebabkan ikan merasa kenyang semu tetapi tidak tau bahwa diperut mereka telah terkumpul partikel mikroplastik yang tidak bisa dicerna oleh ikan dan menyebabkan ikan tidak mendapat sumber energinya.

 

Mengingat bahayanya Mikroplastik yang sudah mencemari air dan sedimen, sudah saatnya kita bergerak. Mari sama-sama meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera menangani mikroplastik ini dengan cara menetapkan

1.      Peraturan tentang pembatasan penggunaan plastik sekali pakai dan pengolahan sampah sejak dari rumah.

2.      Peraturan tentang menghentikan pembuangan sampah dibantaran laut dan sungai dengan menyediakan TPA yang mewadahi,

 

Tuntutan di atas bukan tanpa dasar hukum, karena itu adalah bagian dari langkah konkrit dari Undang-Undang Republik Indonesia nomer 18 tahun 2018 dan program JAKTRADA yang mengacu Perpres No 97/2017 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Rumah Tangga dan Peraturan Pemerintah No 82/2001 tentang Pengendalian Pencemaran Air dan Pengelolaan Kualitas Air.

 

Kami butuh dukunganmu untuk menandatangani dan menyebarkan petisi ini. Karena dengan semakin banyak dukungan, makin besar peluang membebaskan Selat Madura dari Ancaman Mikroplastik, sebelum terlambat!

 

#BebaskanSelatMaduraDariMikroplastik.

 

Salam,

 

OPTIK