Mendesak Pemerintah Kota Banda Aceh untuk Melindungi Makam Sultan Jamalul Alam

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Kita ketahui bersama bahwa sejarah dan budaya sangat melekat bagi setiap individu, karena sesuatu yang tidak dilepas dengan sosial-budaya masyarakat di setiap daerah. Aceh salah satu daerah yang memiliki historis yang panjang dan memiliki nilai lebih jika kita sama-sama telusuri.

Baru-baru ini kita sangat menyayangkan bahkan kita sudah lupa jika ada makam salah satu sultan Aceh yang bernama Sultan Jamalul Alam Badrul Munir yang makam beliau tidak jauh dari komplek Mesjid Raya Baiturrahman .Nama beliau pun di abadi kan sebagai salah satu nama jalan di Kota Banda Aceh yaitu jalan Mohd Jam.

Sama-sama kita ketahui bahwa komplek makam beliau terletak di gang sempit bahkan di samping komplek makam beliau ada temapt jualan Mie Bakso dan mirisnya lagi di depan komplek makam beliau di himpit juga ada hotel dan tempat toilet dari hotel tersebut berhadapan dengan komplek makam, sangat kita sayangkan bersama makam seorang sultan dan juga pejuang Aceh ini tidak diperhatikan oleh pemerintah kota Banda Aceh. 

Padahal ini sudah lama terjadi bahkan menjadi stigma negatif bagi pelayat yang mengujungi makam sultan yang dimana rata-rata orang yang mengunjungi makam beliau adalah pengunjung luar negeri seperti Malaysia hingga Negara Timur Tengah.

Salah satu pengerak dan mengecam atas hal ini adalah Lembaga Peusaba dimana lembaga swadaya yang bergerak akan sejarah dan budaya Aceh, dimana mendesak pemerintah kota Banda Aceh untuk melakukan upaya dan melindungi situs budaya dan sejarah. Karena ini jika tidak ada upaya dar pemerintah di takutkan banyak situs-situs budaya Aceh yang akan hilang bahkan tidak peduli akan sejarah daerahnya.

Karena sejarah adalah hal hal yang di tinggal kan oleh generasi sebelumnya untuk dapat di lanjutkan estafet ke generasi ke depan untuk arah yang lebih baik.